Mencoba Berinvestasi Saham, Mengikuti Strategi Warren Buffet

By on November 17, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 566 kali
Reksadana Saham

Investasi Saham – Beberapa tahun belakangan, nama Warren Buffet semakin kencang terdengar. Ia merupakan fenomena yang tidak dapat terlupakan, terutama dalam dunia bisnis dan saham. Warren Buffet memadukan keterampilan, hitung menghitung dan kemampuannya dalam berpikir telah membawa dirinya sukses dalam karir multi-dekadenya. Saat memulai kiprahnya, ia masih berumur 26 tahun. Jika Anda ingin mencoba berinvestasi saham, mengikuti strategi Warren Buffet, Anda harus tau strategi yang ia pakai.

Werren Buffet pernah mengatakan bahwa ia suka dengan investasi jangka waktu yang panjang. Selama berpuluh-puluh tahun, ada beberapa aset yang hampir selalu menjadi andalan di dalam portofolio Berkshire Hathaway. Ia selalu meyakini bahwa pilihan yang ia pilih memiliki prospek yang baik. Contohnya saja ketika ia membeli saham milik Coca-Cola. Pada tahun 1998-1999, perusahaan Coca-Cola sempat jatuh, namun ia tetap mempertahankannya sampai saat ini.

Seorang Werren Buffet juga mengaku tidak begitu suka dipusingkan dengan masalah fluktuasi saham yang sering terjadi di pasar saham. Ia selalu memfokuskan diri untuk membeli saham yang memiliki potensi untuk berkembang namun masih memiliki harga yang murah untuk dibeli. Langkahnya dapat dikatan berbeda dari pada trader dan spekulan kebanyakan. Spekulan saham biasanya senang membeli saham saat harganya turun, menunggu saham tersebut naik nilainya, lalu kemudian menjualnya. Spekulan saham fokus dengan keuntungan yang didapatkan dari selisih harga jual dan beli, serta cenderung bermain dengan jangka waktu yang pendek. Sangat-sangat berbeda dengan Warren Buffet.

Nilai fundamental perusahaan adalah hal yang paling penting untuk Warren Buffet. Ia senang menganalisa dan tidak pernah merasa lelah berhadapan dengan rumus grafis dan tabel. Perusahaan yang baik tidak berarti harga sahamnya sengaja dinaikkan, melainkan memang berjalan dengan baik saat itu juga. Warren Buffet banyak belajar mengenai investasi saham dari banyak buku, salah satu buku favoritnya adalah The Intelligent Investor yang ditulis oleh Ben Graham.

Demi mencegah segala hal yang tidak diinginkan terjadi, Warren Buffet lebih senang berinvestasi di perusahaan yang produk dan bisninya ia kenal dengan baik. Ia juga senang dengan prinsip “membeli bisnis” dan bukannya “membeli saham”. Hal yang paling penting untuk diingat oleh seorang investor adalah menganggap saham sebagai bisnis, bukannya barang dagangan. Mindset seorang Warren Buffet adalah investor, bukan trader. Jika Warren Buffet tidak mengenali perusahaan dan bisnis tersebut, maka ia tidak akan pernah menanamkan uangnya disana.

Banyak sekali hal dalam diri seorang Warren Buffet yang sangat baik untuk ditiru, terutama untuk para investor pemula. Hal terakhir yang diajarkan oleh Warren Buffet adalah mencari perusahaan yang memiliki keunggulan tertentu dan bisa dibedakan dengan kompetitor yang lainnya. Mencoba berinvestasi saham, mengikuti strategi Warren Buffet dapat membuat Anda lebih mantap. Selamat berinvestasi.

Incoming search terms:

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty