Mempelajari Average Down Strategi Jitu Memperbaiki Nilai Saham

By on January 20, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 228 kali

Investasi Saham – Bagi Anda yang masih baru bergerak atau masuk dalam bisnis saham tentu akan merasa asing dengan istilah average down, apalagi mendengar istilah average down strategi jitu memperbaiki nilai saham. Sebagai seorang investor Anda harus mempelajari tentang berbagai macam istilah yang ada di dalam dunia saham dan juga mempelajari strategi yang harus diambil untuk mendapatkan keutungan dari investasi yang sedang dijalankan.

Apa itu average down

Average down sendiri adalah sebuah istilah bahasa inggirs yang diambil untuk istilah dalam transaksi perdagangan di bursa efek, terdiri dari 2 suku kata average dan down. Average berarti rata-rata sedangkan down berarti turun. Jadi arti average down artinya rata-rata nilai pergerakan harga yang sedang turun.

Istilah ini diambil  jika chart atau pergerakan harga sedang dalam kondisi turun, dari pergerakan harga yang sebelumnya naik. Sebagai perumpamaan adalah ketika Anda mempunyai dana sebesar Rp 500.000, dan Anda membeli  saham dari sebuah perusahaan yang bernama A, dengan harga Rp 900/unit, maka Anda akan mempunyai saham sebanyak 1000 unit.

Dan pada bulan pertama nilai saham perusahaan tersebut turun menjadi Rp 880/ unit, jika Anda  menggunakan teknik average down strategi maka Anda dapat membeli nilai sahan tersebut hanya sebagaian yaitu sebanyak 500 unit, untuk itu Anda hanya perlu mengeluarkan dana sebesar Rp 440.000. Jika dalam kurun waktu beberapa hari berikutnya harga saham masih turun menjadi sebesar Rp 860/unit, tidak ada salahnya jika anda melakukan investasi kembali sebanyak 500 unit, yaitu setara dengan Rp 430.000.

Dengan pembelian secara bertahap seperti ini, biasanya nilai saham akan kembali naik,ditambah dengan adanya beberapa faktor lainnya maka harga saham akan kembali naik, jika dibaratkan menjadi Rp 950/unit, dengan demikian Anda akan mendapatkan keuntungan dari hasil pembelian beberapa saham yang dahulu pernah Anda beli. Dengan total saham yang Anda dapatan sebanyak 2000 unit, Anda hanya perlu mengeluarkan Rp 500.000 + Rp 440.000 + Rp 430.000 = Rp 1.370.000 dan dengan naiknya harga saham menjadi Rp 950/unit maka keuntungan yang akan Anda dapatkan tentu saja akan cukup besar.

Keutungan menggunakan average down

Berikut adalah ilustrasi ketika Anda mengguunakan teknik ini :

Jika nilai saham yang ada saat ini adalah Rp 950/unit maka
Saham yang Anda beli pada beli dengan nilai Rp 900/ unit maka Anda akan mendapatkan keuntungan sebanyak Rp 50/unit x saham yang anda beli sebanyak 1000 = maka hasilnya Rp 50.000
Saham yang Anda beli pada beli dengan nilai Rp 880/ unit maka Anda akan mendapatkan keuntungan sebanyak Rp 70/unit x saham yang anda beli sebanyak 500 = maka hasilnya Rp 35.000
Saham yang Anda beli pada beli dengan nilai Rp 860/ unit maka Anda akan mendapatkan keuntungan sebanyak Rp 90/unit x saham yang anda beli sebanyak 500 = maka hasilnya Rp 45.000
Dengan demikian maka Anda akan mendapatkan keuntungan Rp Rp 50.000 + Rp 35.000 + Rp 45.000 hasilnya Rp 130.000 dari hasil pembelian 2000 unit. Total modal yang harus Anda keluarkan juga tidak terlalu besar.

Bandingkan jika Anda harus membeli 2000 unit dengan harga yang sama, maka keuntungan yang akan Anda dapatkan juga tidak akan terlalu besar.

Kekurangan dari average down

Akan tetapi kekurangan ketika Anda mengguunakan teknik ini adalah ketika perusahaan tersebut mengalami masalah dan tidak harga saham tidak akan mengalami kenaikan. Untuk mengatasi hal ini maka Anda harus mempelahari masalah yang ada dalam perusahaan terebut, dengan demikian Anda dapat memperkirakan apakah harga saham dari perusahaan tersebut akan naik lagi atau tidak.

Teknik average down strategi jitu memperbaiki nilai saham ini hanya dapat Anda gunakan jika hasil  analisa yang Anda lakukan terhadpa perusahaan tersebut baik, dengan demikian Anda akan mendapatkan keuntungan yang berlipat.