Memilih Pilihan Investasi yang Tepat

By on January 13, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 3,130 kali

Memilih Pilihan Investasi yang TepatEdukasi – Biarkan uang bekerja untuk kita. Pepatah ini lazim digunakan untuk mengibaratkan pentingnya berinvestasi.

Anda tidak perlu menunggu penghasilan besar. Silakan Anda memanfaatkan jurus investasi untuk memperbesar net asset. Apalagi, kini banyak instrumen investasi yang dirancang bagi perorangan.

Eko Endarto, perencana keuangan dari Finansia Consulting, membagi tipe investasi dalam tiga kelompok: investasi jangka pendek, jangka menengah, dan investasi jangka panjang. “Idealnya, kita menyisihkan minimal 20% penghasilan bulanan untuk berinvestasi,” kata dia.

Golongan investor jangka pendek biasanya keluarga baru. Jika berstatus pekerja, investor tipe ini adalah orang-orang yang berada di tengah tangga kariernya. Biasanya pula, mereka masih membutuhkan banyak biaya untuk membesarkan sekaligus menyekolahkan anak.

Investasi yang pas untuk keluarga seperti ini adalah investasi jangka pendek. “Kami tak akan menyarankan keluarga dengan profil seperti ini membeli produk investasi berisiko tinggi,” kata Eko.

Golongan investor jangka menengah adalah keluarga yang telah memiliki anak usia SMP atau SMA. Keluarga seperti ini sebaiknya mulai berkonsentrasi untuk investasi jangka menengah dan panjang, di luar mencukupi kebutuhan tempat tinggal ataupun mobil.

Fokus keluarga seperti ini tak lagi mencari harta, tapi memperbanyak harta. Porsi pengeluaran rutin mereka tak lagi terlalu besar dibanding penghasilan. Mereka yang masuk kelompok ini adalah orang yang sudah berumur di atas 40 tahun.

Eko menyarankan mereka membenamkan duit untuk investasi yang bersifat jangka menengah dan panjang, dengan risiko sedikit lebih tinggi.

Tipe ketiga adalah keluarga yang perlu berinvestasi jangka panjang. Mereka adalah golongan masyarakat yang telah menjelang masa pensiun, dan telah mencapai puncak karier. Ini saat paling tepat untuk melikuidasi timbunan aset.

Mereka bisa menjual properti atau membagi-bagi warisan kepada anak cucu. Mereka tinggal menyisakan uang sekadar untuk menikmati hidup sambil menekuni hobi. Kalaupun masih ingin berinvestasi, bisa memperbanyak produk investasi berisiko tinggi.

Yuk, kita tengok karakter beberapa keranjang atau bakul investasi yang bisa Anda pilih.

Emas

Emas telah menjadi instrumen investasi sejak zaman baheula. Logam mulia ini cocok menjadi investasi jangka pendek maupun jangka menengah. Jika Anda ingin menyiapkan biaya pendidikan secara singkat, membeli mobil atau rumah, emas bisa menjadi pilihan.

Mengapa? Pertama, emas merupakan instrumen yang likuid. Kedua, emas bisa mengamankan nilai dana, mengingat harga komoditas tambang ini tergolong stabil.

Kini, harga emas cenderung naik. Bahkan jika dihitung dalam jangka waktu setahun, gain dari emas lebih tinggi dibanding dengan bunga deposito bank.

Reksadana

Investasi ini tepat bagi keluarga yang masuk taraf memperbanyak aset. Produk ini cocok bagi keluarga yang anak-anaknya ada di bangku SMP-SMA.

Eko menyarankan reksadana saham bagi kelompok ini yang ingin mendapat return tinggi. Reksadana saham pas pula bagi keluarga mapan yang memasuki masa pensiun. Tapi, ingat, risiko reksadana saham juga tinggi, lo.

Ada juga reksadana dengan tingkat risiko, namun dengan imbal hasil yang tidak terlalu tinggi, yaitu reksadana pendapatan tetap dan reksadana terproteksi.

Obligasi

Salah satu investasi jangka menengah lain adalah obligasi. Kelebihan obligasi: imbal hasilnya lebih tinggi dibandingkan dengan produk bank, baik deposito atau variasi lain.

Tentu ada konsekuensi risiko di produk ini. Jika investor ingin menguangkan sebelum jangka jatuh tempo, bisa jadi harga jualnya lebih rendah dari harga saat beli. Dengan begitu, tingkat pengembalian lebih rendah. “Harus sadar bahwa jika sewaktu-waktu ingin mengambil, siap-siap merugi,” terang Eko.

Saham

Investasi di bursa saham merupakan ladang investasi paling berisiko. Apalagi saat sekarang, di tengah harga saham yang sudah membumbung tinggi.

Tapi, ingatlah pada kredo: high risk high return. Investasi saham pas bagi investor jangka panjang. Artinya, jangan gatal untuk jual beli tiap hari. Jangka waktu paling berinvestasi di saham minimal empat sampai lima tahun.

Properti

Investasi jangka menengah dan panjang lain yang layak menjadi pertimbangan adalah investasi properti. Bagi keluarga yang sudah berkecukupan, duit yang tidak terpakai bisa diputar melalui kegiatan investasi di berbagai jenis properti, termasuk apartemen.

Tapi, ingat, investasi ini tergolong mahal. Karena itu, investasi ini tepat bagi orang yang berduit, sebab membutuhkan modal yang besar.

 

(Diambil dari Edisi Khusus KONTAN Mei 2010)