Memahami Risiko Investasi Reksadana

By on June 20, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 314 kali

Investasi Reksadana – Dalam setiap investasi tentu ada risiko yang harus dihadapi, termasuk risiko investasi reksadana. Jadi sebelum melakukan investasi reksadana, ada baiknya investor memahami kemungkinan risiko yang akan dihadapi agar siap dengan situasi yang mungkin akan terjadi. Bagi pelaku investasi reksadana ada beberapa risiko yang berpotensi timbul, seperti berikut.

  1. Risiko Menurunnya Nilai Aktiva Bersih (NAB) Unit Penyertaan
    Terjadinya penurunan biasanya disebabkan oleh harga pasar instrumen investasi yang termasuk dalam portofolio reksadana mengalami penurunan dibandingkan dari harga awal. Ada banyak faktor yang menyebabkan penurunan tersebut. Misalnya saja, situasi politik atau ekonomi yang memburuk, atau sistem kinerja yang tidak baik, dan masih banyak lagi penyebab lainnya.
  2. Risiko Pasar
    Risiko ini berkaitan erat dengan risiko penurunan NAB. Situasi ini terjadi ketika harga instrumen investasi mengalami penurunan akibat dari turunnya kinerja pasar saham dan pasar obligasi secara drastis. Istilah dalam keuangan kondisi ini disebut pasar dalam kondisi bearish. Yaitu kondisi di mana harga saham dan intrumen investasi lainnya mengalami penurunan harga yang sangat drastis.
    Secara tidak langsung risiko pasar ini akan mempengaruhi penurunan pada NAB pada unit penyertaan reksadana. Oleh sebab itu, disarankan bagi investor yang ingin membeli jenis produk investasi tertentu untuk mempelajari terlebih dahulu mengenai tren pasar dan portofolio reksadana itu sendiri.
  3. Risiko Likuiditas
    Potensi likuiditas ini bisa terjadi pada unit penyerta reksadana, seperti bank atau manajer investasi reksadana. Kondisi ini terjadi jika ada salah satu investasi yang melakukan penarikan dana dalam jumlah besar pada hari dan waktu yang sama. Istilah yang digunakan pada kondisi ini adalah manajer investasi mengalami rush, yaitu terjadi penarikan besar-besaran pada unit penyertaan reksadana.
    Hal tersebut dapat terjadi jika ada faktor negatif yang memengaruhi investor reksadana menjual kembali unit penyertaan reksadana. Faktor negatif yang memengaruhi biasanya berupa situasi politik dan ekonomi yang memburuk, terjadi penutupan atau kebangkrutan pada emitmen publik yang sahamnya termasuk dalam portofolio reksadana. Akhirnya situasi ini membuat manajer investasi reksadana sebagai pengelola reksadana tersebut mengalami likuidasi.
  4. Risiko Default
    Masalah ini terjadi jika manajer investasi reksadana membeli obligasi milik emitmen yang mengalami kesulitan keuangan. Padahal sebelumnya berdasarkan survei kinerja perusahaan tersebut sangat baik dan memiliki prospek cerah. Akibat kesulitan keuangan, maka pihak emitmen tidak dapat membayar kewajibannya.
    Sebenarnya risiko ini bisa dihindari jika manajer investasi memberlakukan strategi pembelian portofolio secara ketat. Untuk itu, Anda sebagai investor harus jeli memilih perusahaan manajer investasi reksadana yang benar-benar sudah berpengalaman dan profesional dalam menjalankan bisnis investasi ini.
  5. Risiko Keuntungan Tidak Dijamin
    Hal ini perlu dipahami investor yang akan menanamkan modalnya pada perusahaan manajer investasi reksadana. Sebab tidak ada jaminan pasti atas pembagian dividen, keuntungan, atau kenaikan modal investasi. Semua keuntungan berdasarkan dari kondisi pasar dan kinerja dari perusahaan manajer investasi tersebut.
    Akibat ketidakpastian tersebut, maka investor harus siap dengan segala risiko yang mungkin bisa terjadi. Meskipun, Anda hanya investor pasif tapi juga harus cerdas dalam membaca situasi pasar dan stabilitas negara. Karena tidak adanya kepastian, maka Anda harus tahu kapan waktu yang tepat untuk menarik investasi atau tetap meneruskan pembelian unit investasi.

Diharapkan dengan mengetahui berbagai jenis risiko yang bisa terjadi dalam investasi reksadana, investor bisa lebih hati-hati memilih perusahaan manajer investasi. Selain itu, pemahaman mengenai produk investasi juga harus dikuasai, serta siap mental dengan segalarisiko investasi reksadana yang mungkin terjadi.

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty