Melakukan Investasi Properti dengan KPR

By on July 2, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,017 kali
investasi properti

Melakukan Investasi Properti dengan KPR

Kredit Pemilikan Rumah atau disingkat KPR, selain digunakan membeli sebuah rumah juga bisa untuk membeli sebuah ruko. Sedangkan tujuannya dari KPR yakni bagi mereka yang ingin membeli suatu properti untuk ditempati sendiri. Bahkan untuk KPR rumah yang sederhana juga disubsidi pajak serta bunga dari pemerintah. Kita tahu bahwa semua properti, khususnya rumah merupakan salah satu investasi yang bisa digunakan untuk jangka panjang. Biasanya masyarakat tingkat menengah ataupun menengah keatas sering melakukan investasi ini meskipun mereka sudah mempunyai rumah sendiri. Dengan melakukan pembelian dengan harga yang terjangkau diharapkan kelak saat menjualnya kembali bisa memperoleh keuntungan. Selain itu dana KPR juga dapat kita gunakan apabila kita berkeinginan untuk menambah rumah yang kita miliki. Namun disini Bank memberikan sejumlah dana batasan yang perlu disediakan sebagai bentuk uang muka, biasanya sekitar 20% hingga 30%. Untuk penilaian suatu properti dilakukan langsung oleh appraisal Bank. Jadi apabila penilaian tersebut cukup tinggi maka uang muka yang harus disediakan juga bisa lebih berkurang.

Apabila uang pinjaman dari KPR lebih besar atas harga transaksinya, maka seorang investor bisa memperoleh dana yang lebih. Suatu pinjaman KPR dapat melebihi nilai harga jual beli apabila seorang investor memperoleh rumah yang lebih murah dan tentunya bagus. Untuk besarnya kredit yang bisa diperoleh tidak hanya bergantung atas nilai dari penjualan suatu rumah yang akan dibeli. Disini catatan kredit dari masing-masing nasabah sangatlah penting, karena apabila ada catatan kredit yang macet atau bahkan ada tunggakan maka hal tersebut dapat menghambat suatu permohonan KPR. Pembayaran cicilan KPR yang dilakukan nasabah disesuaikan dengan penghasilannya, jadi Bank menyukai nasabah yang memiliki penghasilan tetap setiap bulannya. Karena bagi mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap akan sulit untuk memperoleh KPR.

Untuk proses dalam pengajuan maupun pencairan KPR semakin ketat. Lalu apakah bisa berinvestasi dengan menggunakan dana dari KPR? Jawabannya adalah mungkin saja. Namun hal itu tergantung dari latar belakang anda dari segi finansial maupun catatan yang ada pada KPR. Jadi kesimpulannya adalah memang tidak sembarang orang dapat memperoleh KPR. Meskipun dana pinjaman dari KPR bisa didapatkan, lalu apakah investasi yang anda lakukan bisa menguntungkan? Kalau kita melihat properti rumah sendiri untuk jangka waktu yang lama sekitar 10 tahun sudah dapat dipastikan akan menguntungkan. Namun perlu juga anda memperhatikan waktu yang tepat untuk melakukan investasi tersebut “timing” karena di dalam bisnis sendiri ada masanya suatu properti akan menurun, naik ataupun stagnan. Sedangkan untuk investasi dalam jangka waktu yang relatif pendek atau paling lama hanya 3 tahun disini diperlukan kehati-hatian supaya anda tidak merugi, sebaiknya untuk membeli properti ayng murah saja sehingga ketika dilakukan penjualan kembali juga tidak terlalu sulit.

Pada dasarnya memilih berinvestasi dengan dana dari pinjaman KPR akan dibebani sejumlah biaya, diantaranya ada biaya untuk perjanjian atas kredit yang dilakukan, ada biaya pajak yang dibebankan sebagai pembeli ataupun penjual serta ada biaya untuk pemasangan suatu hak atas tanggungan transaksi yang dilakukan melalui suatu agen properti dan yang terakhir ada biaya komisi ataupun biaya notaris. Dengan adanya biaya dan pajak seperti diatas sebenarnya bisa mengurangi keuntungan dari seorang investor, atau bahkan investor bisa saja merugi. Jadi dalam melakukan investasi properti anda sebagai seorang investor harus mengetahui waktu yang cocok dan tepat serta lokasi yang strategis. Perlu juga dilakukan perhitungan secara cermat untuk meminimalisir kerugian yang mungkin saja terjadi.