Mekanisme Suatu Perdagangan Saham

By on June 27, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,692 kali
Saham

Mekanisme Suatu Perdagangan Saham

Perdagangan suatu saham biasanya terjadi pada suatu pasar sekunder yang mana pasar tersebut adalah pasar efek yang sudah tercatat pada bursa. Dengan demikian pasar sekunder adalah suatu pasar yang menjadi wadah bagi seorang investor untuk melakukan aktivitas jual beli efek dengan catatan efek itu sudah dicatat pada bursa, sehingga bisa dikatakan bahwa pasar sekunder merupakan adalah suatu kelanjutan daripada pasar perdana yang ada. Di Indonesia sendiri ada salah satu bursa efek yang sangat terkenal yakni bursa efek indonesia, disini merupakan tempat untuk melakukan aktivitas perdagangan efek pada suatu pasar sekunder.

Untuk seorang pelaku investasi apabila ingin melakukan suatu transaksi maka sebelumnya investor tersebut diharuskan untuk menjadi nasabah pada salah satu perusahaan efek. Ada tidak kurang 100 jenis perusahaan efek yang sudah bergabung menjadi anggota bursa pada Bursa Efek Indonesia, jadi investor bisa langsung mendaftar pada salah satu dari perusahaan efek tersebut. Untuk awal mulanya yang harus dilakukan adalah investor harus membuka rekening dengan melakukan pengisian pembukuan rekening yang tertera pada dokumen, jadi pada pembukuan rekening itu berisi perihal identitas mengenai nasabah secara lengkap baik itu keadaan keuangan maupun tujuan dari dilakukannya investasi serta hal-hal yang memuat keterangan investasi yang akan dilakukannya. Seorang nasabah bisa langsung melakukan aktivitas perdagangan langsung setelah disetujuinya menjadi nasabah secara resmi pada perusahaan efek tersebut dan biasanya beberapa dari perusahaan tersebut mengharuskan nasabahnya untuk menyerahkan sejumlah uang sebagai deposit awal yang tujuannya sebagai jaminan atas kelayakan suatu nasabah dalam melakukan aktivitas perdagangan jual beli saham. Kemudian setelah seorang investor tersebut mempunyai akun pada salah satu jenis perusahaan tertentu maka investor bisa merekomendasikan sahamnya, yang dapat dilakukan melalui seorang broker yang tentunya dengan mempunyai batas limit harga tertentu sesuai yang diinginkan investor tersebut. Sebenarnya pada bursa domestik biasanya saham yang diperjual belikan memiliki kelipatan 500 lembar atau yang biasa dikenal dengan ODD LOT, jadi meskipun investor kecil namun mereka dapat melakukan pembelian suatu saham sesuai dengan kemampuan investor dan tidak harus selalu 1 lot saja.

Untuk melakukan aktivitas jual beli saham, seorang investor diharuskan pula untuk membayar sejumlah biaya komisi pada pialang atau broker yang melakukan suatu pemesanan. Besarnya suatu komisi tersebut sudah ditentukan bursa, Untuk Bursa Efek Indonesia sendiri jumlah besarnya suatu biaya komisi paling banyak hanya sekitar 1% saja atas nilai jual beli yang dilakukan. Maksudnya besar komisi tersebut masih bisa dilakukan negosiasi dengan seorang broker yang mana seorang investor melakukan transaksi, umumnya di dalam transaksi tersebut investor dikenakan upah untuk broker sebesar 0,3% atas nilai jual beli yang dilakukan sedangkan dalam transaksi penjualan dikenakan upah sebesar 4%. Dalam transaksi ini investor masih akan dikenakan suatu pajak atas penjualan saham yang dilakukan sebesar 1% atas nilai transaksi yang dilakukan. Dibawah ini ada informasi bagi anda mengenai waktu transaksi yang bisa anda lakukan pada jam-jam perdagangan Bursa Efek Indonesia:

  • Setiap senin sampai kamis

Sesi I = Pukul 09.30 – 12.00

Sesi II =Pukul 13.30 – 16.00

 

  • Setiap hari Jum’at

Sesi I = Pukul 09.30 – 11.30

Sesi II =Pukul 14.00 – 16.00

 

Terjadinya perubahan suatu harga saham yang terjadi biasa di atur kedalam 5 fraksi baik itu peningkatan ataupun penurunan sesuai dengan BEI yang berlaku yaitu :

Untuk rentang harga saham Rp. 1-200 , fraksi yang ditetapkan sebesar Rp. 1
Untuk rentang harga saham Rp. 200-500 , fraksi yang ditetapkan sebesar Rp. 5
Untuk rentang harga saham Rp. 500-2000 , fraksi yang ditetapkan sebesar Rp. 10
Untuk rentang harga saham Rp. 2000-5000 , fraksi yang ditetapkan sebesar Rp. 25
Untuk rentang harga saham Rp. 500 lebih , fraksi yang ditetapkan sebesar Rp. 50