Masihkah Bisnis Start Up Bersinar Di Tahun 2016?

By on January 4, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 400 kali

Start Up Bisnis – Apakah prospek bisnis start up tahun 2016 meningkat atau menurun? Pertanyaan ini mungkin cukup mengusik Anda terutama bagi yang sedang ingin mulai bisnis start up dari nol. Untuk saat ini bisnis start up memang merupakan salah satu bisnis yang sedang naik daun dan juga mendatangkan banyak keuntungan. Hal ini disebabkan karena semakin banyak penduduk Indonesia yang melek dengan internet dan semakin meningkatnya infrastruktur pendukung sehingga perusahaan-perusahaan bisa meraih pasar dengan jangkauan  yang lebih luas.

Tetapi layaknya sebuah tren yang terus berganti apakah tren bisnis start up masih relevan untuk beberapa tahun ke depan? Karena jika dilihat dari datanya, setiap hari banyak situs-situs baru yang dibuat di Indonesia untuk meramaikan bisnis start up ini, tetapi di sisi lain, tidak sedikit pula bisnis start up yang tutup buku setiap tahunnya. Jadi, apakah prospek bisnis start up tahun 2016 meningkat atau menurun?

Perusahaan besar yang mendirikan start up

Istilah start up sendiri sebenarnya lebih merujuk kepada perusahaan yang baru dirintis atau perusahaan rintisan dengan total pendapatan yang terbatas. Biasanya perusahaan start up tidak tergantung atau tidak dibangun dari perusahaan yang lebih besar. Namun dalam perkembangannya, karena bisnis start up terlihat begitu menjanjikan, banyak perusahaan besar yang akhirnya juga membuka layanan menggunakan media website, yang paling banyak adalah e-commerce.

Motif perusahaan-perusahaan besar untuk mendirikan start up adalah untuk mengekspansi layanan dan produk berdasarkan lini utamanya. Misalnya adalah perusahaan start up yang baru saja didirkan oleh Grup Astra melalui anak perusahaannya yaitu PT Astra Graphia Tbk. Astra membuka situs Axiqoe.com yang akan menjual alat perkantoran yang juga menyediakan layanan antar. Untuk marketing, Astra menggunakan basis pasar dari konsumen produk Fuji Xerox dan turunannya yang diklaim sebanyak 30.000 konsumen.

Selain Astra masih banyak pula perusahaan besar yang mendirikan start up untuk mendukung usaha utamanya masing-masing. Misalnya seperti Mandiri yang mendirikan perusahaan start up yang bergerak di bidang keuangan misalnya untuk e-wallet. Ada juga start up dari Grup Lippo, Sinarmas, Elang Mahkota Teknologi, Salim, Djarum, Kompas Gramedia, Ciputra, Medco Energi, MNC Group serta Grup Bakrie. Modal yang diinvestasikan pun tidak tanggung-tanggung, bisa mencapai ratusan milyar yang membuktikan betapa seriusnya perusahaan ini dalam merintis start up. Jika dilihat dari partisipasi perusahaan besar yang semakin banyak, apakah prospek bisnis start up tahun 2016 meningkat atau menurun? Untuk saat ini prediksinya start up akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Masuk dalam tren bisnis tahun 2016

Banyak media yang memasukkan e-commerce dan bisnis start up sebagai bisnis yang akan menjadi tren di tahun 2016. Selain karena perkembangan infrastruktur internet yang semakin dikembangkan dan diperbaiki, start up menjadi bisnis yang menjanjikan karena sebentar lagi akan dilaksanakan MEA . Integrasi ekonomi dan sosial antar negara ASEAN ini akan semakin meluaskan jangkauan pasar bagi para pengusaha. Bisnis start up yang berbasis teknologi dan internet tentu menjadi hal yang sangat dibutuhkan untuk mendukung perdagangan bebas hambatan internasional ini.

E-commerce dan pembuatan aplikasi adalah dua bidang start up yang diprediksi akan semakin dicari. Pembuatan aplikasi misalnya semakin dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan keamanan, pelayanan, daya saing, dan juga manajemen perusahaan agar lebih praktis dan berbasis teknologi. Agar tidak kelewatan kesempatan emas, segera buat konsep perusahaan start up Anda. Demikian adalah jawaban untuk apakah prospek bisnis start up tahun 2016 meningkat atau menurun?

Incoming search terms: