Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 9 Juni 2015

By on June 9, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 387 kali

Market Review Hari ini – Emas masih belum beranjak dari level $ 1170-an, running kemarin cenderung stabil setelah jumat minggu lalu mengalami penurunan hingga $ 1162 oleh data nonfarm payrolls US yang mengesankan dan terjadi penguatan dollar US. Optimisme Yunani dengan kreditur serta semakin menguatnya kenaikan suku bunga US pada tahun ini membuat emas mengalami kenaikan yang terbatas, penguatan dollar US membuat pamor emas sebagai asset safe haven memudar. Hasil polling Reuters setelah data nonfarm payrolls memperkirakan the Fed mulai menaikkan suku bunga pada September, kemudian dilakukan lagi sebelum akhir tahun. Sementara itu cadangan di SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas terbesar dunia mengalami penurunan. Secara teknikal, terlihat sinyal bearish jangka pendek pada emas setelah penembusan $ 1178, jika sentiment kembali negative oleh spekulasi kenaikan tingkat suku bunga US, kemungkinan emas akan mencoba test $ 1160 dan $ 1150. Jika sentiment positif oleh pembelian emas di harga rendah, emas kemungkinan akan berusaha melewati $ 1185 dan jika bertahan diatasnya kemungkinan emas akan test resistance selanjutnya $ 1195. Jika terjadi kenaikan emas, harap waspada terhadap aksi taking profit karena trend jangka pendek masih bearish.

Setelah OPEC mempertahankan produksinya sebesar 30 juta barel perhari kemarin jumat, harga Crude Oil cenderung stabil area $ 58, para analis minyak menganggap langkah OPEC mempertahankan produksinya akan tetapi kelebihan suplai secara global hingga akhir tahun ini. China yang selama ini menjadi pengimpor minyak terbesar dunia, mengalami penurunan impor. Pembelian minyak oleh China menjadi faktor bertahannya harga minyak dikisaran $ 60-an. Hal tersebut kembali bisa menekan harga minyak jika China kembali mengurangi impor minyak juga permintaan menurun dari Negara pengimpor lainnya. Namun koreksi dollar US bisa menjadikan penurunan terbatas pada harga Crude Oil. Iran bisa menambah ekspor minyak pada kuartal keempat jika terjadi kesepakatan nuklir iran sebelum 30 juni. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga Crude Oil akan kembali turun $ 57.00 dan ke $ 56.50.  Jika sentiment kembali positif, karena permintaan minyak meningkat kemungkinan harga akan mencoba menembus kembali $ 59.00.

Euro kembali menjadi pusat perhatian setelah melesat naik oleh data  produksi industry jerman naik 0,9% di bulan april diatas ekspektasinya 0,5%. Selain itu perkembangan negosisasi Yunani dengan para kreditur mulai menemui solusi yang memuaskan kedua pihak. Euro naik hingga 1.1331  sesi asia pagi ini pergerakan euro terhadap dollar US, sentiment positif euro kemarin malam berlanjut sampai pagi ini. Sementara itu sterling juga mengalami penguatan setelah terpuruk oleh data nonfarm US kemarin jumat, sterling membukukan penguatan hingga 1.3562. sedangkan yen terhadap dollar US juga mengalami penguatan 124.28 kemarin hingga sesi asia pagi ini harga menguat, kemungkinan akan mencoba menembus kembali 124.00. Fokus yen hari ini adalah data consumer confidence yang akan dirilis nanti siang jam 12.00 wib. Aussie juga menguat pagi ini seiring rilis data china CPI  dan rilis data domestic Australia, Home Loan dan Business Confidence. Aussie menguat terhadap dollar melewati 0.7700

Dollar melemah hingga sesi asia pagi ini oleh rumor pernyataan presiden Barack Obama. Dalam pertemuan negara-negara G7, Presiden Obama dikatakan menyebut jika penguatan dollar dapat menimbulkan masalah. Kabar tersebut dilaporkan oleh Bloomberg News yang mengutip pernyataan salah satu pejabat Prancis. Dollar yang sebelumnya menguat tajam di hari Jumat merespon data non-farm payrolls langsung berbalik merosot pada hari Senin. Meski Juru Bicara Gedung Putih, dan Presiden Obama sendiri menyangkal telah mengatakan hal tersebut, namun dollar masih tetap tertekan.

news

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart EURJPY time frame  M15 terlihat Formasi Ascending Triangle, Kemungkinan harga naik ke 141.15

Klik gambar untuk memperbesar

EURJPYM15