Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 9 Juli 2015

By on July 9, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 359 kali

Market Review Hari Ini – Emas kembali bangkit setelah menyentuh low $ 1147. Kecemasan perekonomian China seiring jatuhnya saham China dan adanya penguatan Dollar US. Meskipun pemerintah China melakukan beberapa stimulus untuk mempertahankan pasar saham, namun harga saham tetap melemah. Sedangkan kondisi Yunani juga belum membaik, pertemuan akhir pekan akan menjadikan proposal terakhir bagi Yunani. Beberapa pejabat zona Eropa mengharapkan adanya kesepakatan akhir pekan ini namun Yunani harus membuat proposal yang lebih kredibel agar mendapatkan kucuran dana bailout dari para kreditur. Emas yang dianggap safe haven justru gagal memanfaat moment krisis Yunani dan investor lebih memilih Yen dan Dollar US yang lebih aman. Spekulasi kenaikan suku bunga Amerika juga menjadikan terbatasnya penguatan emas. Jika dollar US tumbang oleh data ekonomi atau oleh komentar pejabat The Fed barulah emas kembali naik. The Fed memerlukan data ekonomi US yang signifikan agar memenuhi syarat untuk menaikan suku bunga. FOMC tadi malam juga memberikan komentar seputar krisis Yunani dimana keprihatianan terhadap pembuat kebijakan pada Yunani dan keprihatianan pada China yang memberikan beberapa kali stimulus untuk mengamankan pasar saham China. Secara teknikal, trend jangka pendek masih bearish meskipun ada penguatan. Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan kembali terkoreksi diarea support $ 1147 dan akan mencoba test support berikutnya $ 1142. Jika sentiment kembali positif, kemungkinan emas akan merangkak naik untuk test resistance $ 1173 dan $ 1180. Jika mampu bertahan diatas level $ 1180 maka sinyal bearish akan menghilang.

Laporan EIA ( Energy Information Administration ) semalam mengatakan pasokan minyak mentah US naik 400.000 barel sedangkan laporan pasokan minyak mentah di Amerika versi API ( American Petroleum Institute ) mengalami penurunan sebanyak 958.000 barel. Negosiasi program nuklir Iran juga belum menemui titik kesepakatan bahkan diperpanjang sampai batas waktu yang belum jelas. Harga Crude Oil yang selama 2 bulan bergerak diarea range $ 62 – $ 58 tapi kini sudah berubah turun dan ganti level range. Negosiasi Iran yang tidak ada batas waktu bisa membentuk harga Crude Oil untuk membentuk range selain juga data ekonomi US serta berita persediaan minyak mentah di Amerika. Minyak sebelumnya sudah menghadapi tekanan turun dari cepatnya kemerosotsan di dalam pasar saham China dan krisis hutang Yunani, yang keduanya meningkatkan kekhawatiran terhadap permintaan minyak. China adalah konsumen terbesar kedua di dunia. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga Crude Oil akan mencoba test psikologis price $ 50.00 dan jika berhasil dilewati, berpotensi menuju $ 49.00. Jika sentiment kembali positif,kemungkinan harga Crude Oil akan kembali bergerak  area resistance level $ 54.00

Euro kembali menguat dengan adanya harapan deal bagi Yunani diakhir pekan namun Uni Eropa mengharapkan pihak Yunani mengajukan proposal yang lebih kredibel supaya mendapatkan kucuran dana bailout untuk menyelamatkan Yunani dari kebangkrutan. Krisis Yunani telah membuat pergerakan  Euro terhadap Dollar US mengalami pergerakan pasang surut serta sensitive terhadap setiap komentar pejabat Zona Eropa yang terlibat negosiasi dengan pihak Yunani seiring adanya perkembangan Yunani. Sementara itu kinerja sterling terhadap dollar US juga melemah seiring kembalinya dollar US dan krisis Yunani yang belum kunjung usai. Sterling sempat rally naik pasca hasil pemilu Inggris dan serangkaian data ekonomi inggris dengan hasil yang beragam namun mendekati batas akhir Yunani harsu membayar hutang ke IMF telah membuat sterling terkoreksi.

Sementara itu Yen kembali menguat hingga level 120.40 seiring arus safe haven dari para pelaku pasar dalam menanggapi krisis Yunani dan kejatuhan saham China. Pemerintah China telah melakukan serangkaian stimulus untuk menyelamatkan pasar sahamnya namun hal itu justru membuat takut para pelaku pasar. Pemerintah Jepang akan menjalin kerja sama dengan Negara G-7 untuk memastikan stabilitas perekonomian Zona Eropa terkait krisis Yunani yang belum kunjung usai dan telah memakan waktu kurang lebih 4 bulan untuk negosiasi pihak Yunani dengan para kreditur. BOJ juta terus memantau target inflasi sebesar 2 % dan pertumbuhan ekonomi yang moderat bagi Jepang.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down pagi ini dan Shanghai Composite dibuka turun sekitar 2 %. Serangkaian stimulus telah dilakukan oleh pemerintah China untuk menyelamatkan pasar saham, namun malah membuat takut para pelaku pasar saham China. Sementara itu data ekonomi China barusan diirilis pagi, adanya kenaikan Consumer Price Index sebesar 1.4% dibandingkan prediksinya hanya 1.3% sedangkan untuk Producer Price Index mengalami penurunan. Secara teknikal jika masih adanya sentiment negative maka Indeks Saham Hangseng kemungkinan test psikologis 23000 sedangkan jika ada perkembangan positif terkait rasa aman pelaku saham oleh stimulus pemerintah China, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test level 24000.

news

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart CLS10C time frame 30 menit, terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan kenaikan ke 52.30

Klik gambar untuk memperbesar

CLS10CM30

 

Pada Chart USDCAD time frame 30 menit  terlihat Formasi Triangle,  Kemungkinan Penurunan ke 1.2690

Klik gambar untuk memperbesar

USDCADM30