Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 8 September 2015

By on September 8, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 348 kali

Market Review Hari Ini – Emas masih bertahan di level $ 1120-an cenderung melemah pelan-pelan. Pertemuan anggota The Fed minggu depan tampaknya membuat investor emas mengurangi volume transaksi pada logam mulia ini. Kemungkinan investor emas akan lebih aktif transaksi emas setelah The Fed memberikan kejelasan mengenai suku bunga Amerika. Bloomberg melaporkan trader mengestimasi peluang kenaikan suku bunga di bulan September kini meningkat menjadi 32%. Akibat ketidakpastian kapan suku bunga akan dinaikkan, emas diperkirakan akan terus tertekan sampai The Fed mengadakan rapat moneter pada 16 – 17 September (waktu AS). Emas di tahun ini telah tertekan akibat ekspektasi kenaikan suku bunga di AS untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade terakhir. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test level $ 1109 dan jika berhasil ditembus akan memicu harga untuk test psikologis $ 1100. Jika sentimen positif, kemungkinan harga emas akan kembali test resistance $ 1135 dan $ 1140.

Semalam tanpa adanya data ekonomi Amerika membuat investor minyak mentah kembali fokus pada tingkat persediaan minyak mentah global yang masih jauh melebihi tingkat permintaannya. China, negara konsumen minyak terbesar kedua dunia, merevisi turun pertumbuhan ekonominya di tahun 2014 menjadi 7,3%. Meskipun perubahannya relatif kecil, namun lebih rendah dari target 7,5% bank sentral, sehingga pelaku pasar kini meragukan kemampuan Tiongkok mencapai targetnya tahun ini yaitu pertumbuhan sekitar 7%. Potensi perlambatan ekonomi China membebani pasar minyak mentah yang sudah mencemaskan tingkat persediaan global yang sangat tinggi. Harga minyak diperdagangkan $ 44.53 pada sesi asia pagi ini ( Monex Trader Platform jam 08.28 wib ). Minyak cenderung melemah dalam 2 hari perdagangan. Secara teknikal, jika sentiment negative, Kemungkinan harga Crude Oil akan test support $ 44.00 dan $ 43.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test level $ 46.00

Aussie menguat tipis pada sesi asia pagi ini setelah rilis data bisnis keyakinan NAB, Aussie tertekan hingga 0.69080 terendah dalam 6 tahun terakhir. Pekan depan aussie harus siap menghadapi keputusan The Fed yang akan membuat mata uang Australia ini berfluktuasi. Sementara itu Dollar Kanada, loonie, kembali tertekan dan mendekati level terendah 11 tahun akibat berlanjutnya penurunan harga minyak mentah. Minyak melemah lebih dari 3% pada hari Senin, terpukul oleh pelemahan bursa saham China, dan produksi di North Sea yang menyentuh rekor tertinggi. Ketika minyak melemah, hingga ke bawah $40 per barel untuk pertama kalinya sejak 2009, nilai tukar loonie turun merosot tajam.

Dollar AS menguat terhadap mata uang safe haven Yen Jepang dan Franc Swiss, memulihkan perdagangannya merespon penguatan pasar saham Eropa. Yen melemah untuk pertama kalinya dalam 3-hari menyusul pengurangan permintaan untuk aset safe haven.

Indeks Saham Hangseng dibuka dilevel 20540 dan melonjak naik ke 20654 mengikuti rilis data ekonomi dari benua Australia. Sementara itu Shanghai Comp dibuka dengan melemah 0.8 %. Sedangkan bursa Wall Street sedang libur. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 20200 dan jika di tembus, kemungkinan harga akan test level support selanjutnya 20000. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan bergerak diarea resistance 20750.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart USDJPY time frame 15 menit, terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan kenaikan ke 119.700

Klik gambar untuk memperbesar

USDJPY.mM15

 

Pada Chart USDCHF time frame 15 menit  terlihat Formasi Triangle,  Kemungkinan kenaikan ke 0.97700

Klik gambar untuk memperbesar

USDCHF.mM15