Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 8 Oktober 2015

By on October 8, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 324 kali

Market Review Hari Ini – Emas melemah setelah mencapai level tertinggi dalam 2 pekan terakhir $ 1153. Aksi taking profit setelah rally naik mewarnai sesi perdagangan kemarin. World Gold Council melaporkan di hari Rabu, bahwa bank sentral telah menambah 47 metrik ton Emas pada cadangan devisa nya selama bulan Agustus, dimana bank sentral Russia dan China masih menjadi pembeli Emas terbesar. Disisi lain ekspektasi bahwa The Fed akan menunda kenaikan suku bunga sampai tahun depan masih membatasi penurunan logam mulia ini. Namun sejumlah data ekonomi Amerika terbaru yang kurang mengesankan dan keprihatinan tentang ekonomi global telah mendorong sebagian besar pelaku pasar untuk mengurangi harapan kenaikan suku bunga AS di tahun ini. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan test support $ 1135 dan berpotensi menguji support berikutnya $ 1130. Jika sentimen positif, kemungkinan emas melanjutkan penguatannya dan test resistance $ 1156 dan resistance berikutnya $ 1170.

Energy Information Administration (EIA) yang semalam melaporkan persediaan minyak mentah di Amerika naik 3,1 juta barel dalam sepekan yang berakhir 2 Oktober. Laporan tersebut berbeda dengan rilis American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan penurunan 1,2 juta barel. Analis yang disurvei Platts sebelumnya memperkirakan kenaikan sebesar 1,75 juta barel. EIA juga melaporkan persediaan bensin naik 1,9 juta barel, sementara persediaan minyak distilasi turun 2,5 juta barel. Minyak mentah sebelumnya berhasil menguat di dekat level tertinggi sebulan lebih, setelah proyeksi terbaru dari EIA pada Selasa kemarin menunjukkan pengetatan pasokan minyak tahun depan. Selain itu Rusia, Arab Saudi dan produsen besar lainnya mengisyaratkan kemungkinan pembicaraan untuk membahas harga minyak yang telah merosot lebih dari setengah dibandingkan dengan tahun lalu. Gejolak yang Suriah juga memberikan dorongan penguatan bagi minyak. Peningkatan yang dilaporkan EIA terjadi seiring melambatnya aktivitas kilang minyak, yang cenderung menurunkan permintaan minyak mentah. Bagaimanapun, data EIA tersebut mengindikasikan fundamental pasar yang tetap bearish dan membuat harga kembali berada di bawah tekanan. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 47.00 dan $ 46.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 50.00 dan $ 50.50.

Bank of Japan memutuskan untuk tidak merubah suku bunga acuan, sementara Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda merasa lebih optimis terhadap perekonomian meski akhir-akhir ini melambat. Sebelumnya Yen Jepang tertekan di tengah spekulasi pelonggaran moneter BoJ terutama setelah data ekonomi dan laju inflasi yang melemah. Namun bank sentral tidak merubah kebijakan moneter, dan memutuskan untuk membiarkan opsi terbuka sembari berharap bahwa pasar tenaga kerja akan menopang laju upah maupun konsumsi guna mengimbangi efek negatif perlambatan ekonomi China. Yen langsung merespon keputusan BoJ dengan penguatan ke level $ 119.740.

Sementara itu Sterling menguat ke level tertinggi dua pekan terhadap dollar ke level 1.53390 pada perdagangan kemarin, terdorong oleh data produksi industri Inggris, sementara dollar masih tertekan. Office for National Statistics melaporkan produksi industri Inggris naik 1,0% di bulan Agustus dari bulan sebelumnya, di atas ekspektasi 0,3%. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, output industri naik 1,9%, lebih tinggi dari ekspektasi sebesar 1,2%. Sedangkan produksi manufaktur naik 0,5% dari bulan sebelumnya, dan 0,8% dari tahun sebelumnya.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up dikisaran 22536. Sementara itu Bursa Wall Street, ditutup lebih tinggi pada hari Rabu, terbantu oleh pemulihan sektor health care dan energi seiring investor menantikan awal musim earnings. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik sekitar 120 poin setelah sempat reli sebanyak 173 poin. Indeks Nasdaq Composite menguat sebesar 1.95%, Indeks S&P 500 melesat mendekati level psikologis 2,000. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22000. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22750.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart USDJPY time frame 30 menit  terlihat Formasi Falling Wedge  Kemungkinan kenaikan ke 120.200

Klik gambar untuk memperbesar

USDJPY.mM30

 

Pada Chart GBPUSD time frame 30 menit, terlihat Formasi Ascending Triangle Kemungkinan penurunan ke 1.52950

Klik gambar untuk memperbesar

GBPUSD.mM15