Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 8 Januari 2016

By on January 8, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 296 kali

Market Review Hari Ini – Emas kembali mencetak harga tinggi, hingga sesi asia pagi ini mencapai harga tinggi $ 1113. Namun kembali turun cepat ke level $ 1104. Emas menjadi satu diantara beberapa aset yang menguat disaat kecemasan akan perekonomian China membuat bursa saham global serta komoditas anjlok. Bursa saham China bahkan dibuka hanya 30 menit pada perdagangan Kamis lalu dan menjadi perdagangan tersingkat dalam sejarah bursa China. Faktor yang membuat emas menjadi safe haven beberapa hari terakhir adalah gejolak pasar global, geopolitik timur tengah dan pelemahan Dollar AS karena rilis notolensi rapat moneter The Fed yang memastikan suku bunga AS akan naik secara bertahap sampai akhir tahun ini. Beberapa analis memiliki pandangan prediksi penguatan aset safe haven pada emas hanya berlangsung sesaat, pada awal tahun lalu emas menguat akibat gejolak di Ukraina, begitu juga di bulan Agustus yang hanya menguat beberapa hari ketika pasar China bergejolak. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1093 dan support berikutnya $ 1084. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1122 dan resistance berikutnya $ 1134.

Akhirnya harga minyak berhasil menembus level rendah januari 2009 yaitu dilevel $ 33.19 dan berhasil lanjut turun hingga level $ 32.10. Pada sesi Asia pagi ini, harga minyak bergerak di level $ 34.05, tampaknya ada kekuatan buyer yang mencoba memanfaatkan harga minyak dilevel rendah, namun stok minyak global masih berlimpah. Peluang kenaikan menjadi terbatas. Apalagi ditambah gejolak di pasar saham China yang dapat menimbulkan melambatnya permintaan minyak dari China. Serangkain data ekonomi, depresiasi yuan dan kerusuhan yang terjadi Timur Tengah dan Afrika Utara bisa membuat harga minyak berfluktuatif. Banyak analis mungkin terkejut harga minyak akan turun ke level saat ini, menurut CEO Statoil ASA Eldar Saetre. Harga minyak dapat turun bahkan lebih rendah lagi, dan itu akan menggarisbawahi ketidakpastian saat ini, tambahnya. Harga minyak mencetak penurunan 2-tahun terbesar di tahun 2015 setelah Organization of Petroleum Exporting Countries secara efektif mengabaikan batas outputnya di tengah kelebihan suplai minyak global.  Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 31.00 dan support berikutnya $ 30.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 35.35 dan resistance selanjutnya 36.00

PBOC (People Bank of China ) mengumumkan akan memotong suku bunganya dalam beberapa jam kedepan, para analisa menilai apakah PBOC begitu panik dengan bursa saham China yang drop pada perdagangan awal tahun 2016. Masih segar dalam ingatan kita ketika bulan agustus 2015, PBOC memotong suku bunganya, bursa saham drop hingga 11 % dan terjadi kepanikan pasar. Kemudian pada bulan oktober 2015 ketika itu pasar dalam kondisi tenang, PBOC kembali memotong suku bunga namun hanya membuat bursa turun tidak begitu banyak.

Aussie melemah terhadap Dollar AS utnuk 4-sesi beruntun setelah bank sentral China menetapkan batas perdagangan Yuan pada level yang jauh lebih rendah dari ekspektasi pasar. Pasar saham China juga kembali menghentikan perdagangannya lebih awal, trading halt kedua untuk pekan ini. Kondisi ini menguatkan spekulasi perekonomian China dalam kondisi yang lebih buruk dari dugaan. Sebagai rekan dagang utama Australia, perlambatan ekonomi China ditakutkan dapat berdampak negatif pada nilai ekspor Australia. Data domestik Australia sendiri juga mengecewakan dengan izin membangun pada bulan November anjlok 12,7%, jauh di bawah prediksi pasar dan menjadi penurunan terbesar sejak akhir tahun 2012.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 20422. Bursa saham AS meneruskan pelemahan seiring kejatuhan harga minyak menggerus saham perusahaan energi.Harga minyak mentah anjlok ke level terendah sejak januari 2009. Indeks Dow Jones ke titik terendah 3-bulan, memperpanjang start awal tahun yang buruk. Indeks DJIA turun ke 16906.51, level terendah sejak 6 Oktober. Sementara ETF berbasis energi seperti SPDR S&P Ekplorasi dan Produksi Migas anjlok 6.9% ke level terendah sejak April 2009. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 20000. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 20850.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart USDJPY time frame 60 menit terlihat Formasi Channel Down, Kemungkinan kenaikan ke 118.900

Klik gambar untuk memperbesar

USDJPY.mH1

 

Pada Chart EURUSDtime frame 30 menit, terlihat Formasi Channel Up,  Kemungkinan penurunan ke 1.08400

Klik gambar untuk memperbesar

EURUSD.mM30