Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 7 Oktober 2015

By on October 7, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 355 kali

Market Review Hari Ini – Emas melanjutkan penguatannya setelah Departemen Perdagangan AS merilis Neraca Perdagangan AS yang membengkak menjadi $ 48,3 milyar atau bertambah hampir 16% dari sebelumnya $ 41,8. Data tersebut melengkapi buruknya data tenaga kerja AS yang dirilis hari Jumat minggu lalu serta data hari Senin kemarin yang menunjukkan pelambatan ekspansi sektor jasa AS. Hal ini menghambat penguatan Dollar AS apalagi dalam tiga sesi terakhir data-data ekonomi Amerika berakhir mengecewakan dan memberikan potensi penundaan kenaikan suku bunga oleh The Fed. Emas melejit hingga level $ 1151 dan melemah ke level $ 1144 menjelang sesi Amerika tutup. Namun sejumlah analis masih beranggapan jika performa emas belum sebaik yang diharapkan. Sentimen negatif terhadap logam pada umumnya, serta kurangnya permintaan untuk emas sebagai lindung nilai inflasi masih menjadi salah satu alasan yang membatasi kenaikan harga. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan test support $ 1140 dan berpotensi menguji support berikutnya $ 1130. Jika sentimen positif, kemungkinan emas melanjutkan penguatannya dan test resistance $ 1156 dan resistance berikutnya $ 1170.

Sesi Asia pagi pergerakan minyak kembali menguat hingga level $ 49.34. Tampaknya pelaku asia merespon hasil laporan API ( American Petroleum Institute ) yang menyebutkan bahwa stok minyak mentah di Amerika turun sebesar 1.2 juta barel. Sehingga menjadi daya dorong minyak untuk menguat. Sedangkan untuk laporan dari EIA akan dirilis nanti malam jam 21.30 wib. Pendapat dari Ketua OPEC yang memperkirakan harga minyak berpotensi rebound akibat pemangkasan tajam investasi minyak global yang berujung pada penurunan pasokan minyak dunia. Sekjen OPEC Abdalla Salem el-Badri menyatakan bahwa jumlah pasokan minyak dunia akan berkurang dalam waktu dekat, sehingga berpotensi memacu harga minyak. Mr. El Badri menyatakan OPEC kini memprediksi investasi global pada project minyak dan gas bumi akan berkurang 22.4% di tahun ini. Permintaan minyak global akan mencatat pertumbuhan terbesar dalam 6-tahun pada tahun 2016, seiring pasokan minyak non-OPEC mengalami perlambatan, menurut laporan bulanan sektor energi AS yang dipublikasikan hari Selasa kemarin. Sementara Menteri Energi Rusia mengatakan bahwa Rusia dan Arab Saudi telah melakukan pembahasan terkait kondisi pasar minyak dalam pertemuan pekan lalu, dan akan terus berkonsultasi satu sama lain. Sekretaris Jendral OPEC Abdullah al-Badri, dalam sebuah konferensi pers di London, juga mengatakan jika OPEC dan negara-negara non-OPEC harus bekerja sama untuk mengurangi kelebihan pasokan global. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 48.00 dan $ 47.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 50.00 dan $ 50.50.

Hari ini BOJ ( Bank of Japan ) akan mengumumkan hasil pertemuan dewan kebijakan moneter sekitar jam 13.30 wib yang mana Gubernur BOJ, Kuroda akan menggelar konferesi pers pada jam tersebut. Sementara itu, RBA yang kemarin mengumumkan suku bunga tetap 2.00% langsung direspon dengan penguatan Aussie sampai level 0.71750 dan Aussie juga mendapatkan daya dorong lagi seiring data ekonomi AS yang mengecewakan. Pernyataan bank sentral Australia terkait tantangan pada pertumbuhan ekonomi yang lebih optimistis berhasil mematahkan spekulasi atas pemangkasan suku bunga lebih lanjut di tahun ini. Sedangkan Dollar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama pada hari Selasa kemarin, memudarnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve terus membebani pergerakan Dollar AS. Departemen Perdagangan AS melaporkan kenaikan defisit neraca perdagangan yang terbesar dalam lima bulan terakhir, semakin menguatkan kemungkinan penundaan kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya sejak tahun 2006. Defisit neraca perdagangan AS membengkak 16% menjadi $48,3 milyar di bulan Agustus, sebagian besar akibat penguatan dollar yang berdampak pada turunnya ekspor ke level terendah tiga tahun.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dikisaran 21830. Sementara itu Bursa Wall Street, ditutup mixed pada hari Selasa, setelah rally tajam selama 2 hari, seiring investor menantikan awal musim earnings kuartal ke-3. Indeks Dow Jones Industrial Average berusaha mempertahankan laju penguatan dengan ditutup 0,1% lebih tinggi. Indeks S&P500 ditutup sekitar 0.4% lebih rendah setelah mencatat rally 5-hari beruntun pertama di tahun 2015 pada awal pekan. Indeks Nasdaq Composite juga kurang memuaskan, ditutup turun 0,5% setelah sempat merosot lebih dari 1%. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 21650. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22000 dan 22100.

news

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart EURUSD time frame 60 menit  terlihat Formasi Channel Down  Kemungkinan kenaikan ke 1.13100

Klik gambar untuk memperbesar

EURUSD.mH1