Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 7 Juli 2015

By on July 7, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 400 kali

Market Review Hari Ini – Pergerakan emas kemarin hanya memanfaatkan open gap up saja untuk menguat, selanjutnya bergerak cenderung melemah, terbatasnya penguatan emas karena adanya ekspektasi faktor kenaikan suku bunga US. Data ekonomi US selanjutnya yang akan mendekte pergerakan emas, data ekonomi yang bagus akan kembali membenamkan namun jika data kurang bagus, penguatan emas juga terbatas area $ 1200 siap dihadang para seller, demikian kata seorang analis pasar emas. Pasca referendum Yunani, penguatan emas kurang signifikan dikarenakan belum adanya pembelian dari asia yang biasanya melakukan pembelian diharga rendah. Analis dari salah satu sekuritas di AS mengatakan bahwa memang ada beberapa kenaikan dalam dollar AS, yang seharusnya itu tidak membantu permintaan terhadap emas, namun ada batasan penurunan dari sini karena kita dekat dengan biaya marijnal produksi.  Fokus investor emas hari ini adalah diselenggarakan pertemuan para pemimpin zona eropa guna membahas hasil referendum Yunani dan antisipasi dampak referendum Yunani terhadap kawasan Eropa. Emas biasanya sebagai investasi alternative ketika terjadi gejolak dipasar keuangan. Secara teknikal, trend jangka pendek masih bearish. Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan kembali terkoreksi diarea support $ 1162. Dan akan mencoba test support berikutnya $ 1156. Jika sentiment kembali positif, emas akan mencoba meraih resistance $ 1181.

Harga Crude Oil melemah cukup tajam hingga $ 52.39 pasca referendum Yunani yang masyarakatnya lebih memilih menolah bailout. Sementara itu berita dari China yang mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mencegah keruntuhan bursa saham yang akan mengancam Negara tersebut. Crude Oil juga tertekan oleh bertambahnya jumlah rig pengeboran di amerika untuk pertama kalinya setelah sempat mengalami penurunan selama 29 pekan. Selain itu Crude Oil juga tertekan oleh kesepakatan Iran dengan enam Negara kekuatan dunia untuk memenuhi kesepakatan nuklir Iran batas waktu 7 juli. Namun batas waktu dapat diperpanjang lagi jika negosiasi masih buntu, demikian kata salah satu pejabat yang ikut dalam negosiasi tersebut. Sedangkan produksi OPEC dan Rusia mengalami peningkatan. Dengan adanya serangkaian data yang kurang mendukung penguatan harga minyak, beresiko turun lebih lannjut kedepannya. Sementara itu data persediaan minyak mentah di Amerika akan dirilis minggu ini versi API dan versi EIA akan menjadi perhatian investor minyak. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga Crude Oil akan mencoba test support $ 52.00 dan $ 51.50. Jika sentiment kembali positif,kemungkinan harga Crude Oil akan kembali bergerak  area resistance level $ 54.00 dan $ 54.50

Euro terhadap Dollar US kemarin berfluktuatif pasca referendum Yunani. Pertemuan para pemimpin zona Eropa yang diadakan di Brussels hari ini akan menjadikan Euro kembali berfluktuatif jika ada komentar dari pejabat terkait yang terlibat dalam pertemuan tersebut. Pengunduran diri Menteri Keuangan Yunani menambah bergeraknya mata uang Euro terhadap Dollar US. Sementara itu aussie akan terfokus pada hasil rapat RBA ( Reserve Bank of Australia ) nanti jam 11.30 wib. RBA telah menurunkan suku bunga Australia sebesar 50 basis poin pada tahun 2015,saat ini rate 2 %. RBA juga mengharapkan nilai tukar aussie kembali turun namun pergerakan aussie juga sensitive terhadap setiap data ekonomi China yang dirilis. PBOC ( People’s Bank of China ) kembali menyuntikan liquiditas sebesar 250 miliar yuan

Selain emas yang menjadi safe haven pasca referendum Yunani, mata uang Yen juga menjadikan permintaan safe haven meningkat. BOJ juga menantau perkembangan bursa pasca referendum Yunani, pemulihan perekonomian jepang tumbuh moderat. Level 122.00 siap ditembus jika penguatan lebih lanjut sedangkan seller siap menghadang area 123.00 – 123.30

Indeks Saham Hangseng kemungkinan bergejolak hari ini menyusul PBOC kembali menyuntikan liquiditas sebesar 250 miliar yuan. Sementara itu pemerintah China yang mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mencegah keruntuhan bursa saham yang akan mengancam Negara tersebut. Secara teknikal  jika level support 25200 berhasil ditembus maka akan berpotensi bergerak ke bawah untuk test piskologis price 25000. Namun jika harga mampu bergerak naik ke area resistance 25500, kemungkinan akan test level berikutnya 25750

news1111111

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart USDJPY time frame 60 menit, terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan kenaikan ke 123.30

Klik gambar untuk memperbesar

USDJPYH1

 

Pada Chart GBPUSD time frame 240 menit  terlihat Falling Wedge Kemungkinan kenaikan ke 1.5650

Klik gambar untuk memperbesar

GBPUSDH4