Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 6 November 2015

By on November 6, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 339 kali

Market Review Hari Ini – Emas menguat perlahan pada sesi perdagangan Asia pagi ini level $ 1108, setelah semalam melemah di level $ 1103. Fokus investor emas hari adalah rilis data Nonfarm Payrolls nanti jam 20.30 wib. Prediksi Nonfarm dengan estimasi 181k sedangkan bulan lalu 142K. Spekulasi kenaikan suku bunga AS tengah menjadi pusat perhatian dan komentar Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart, yang mendukung sinyal hawkish Chairwoman Fed sehari sebelumnya, mengalihkan perhatian investor dari penambahan 16.000 klaim pengangguran di AS pada pekan lalu, peningkatan terbesar sejak akhir bulan Februari. Kenaikan suku bunga AS merupakan sentimen negatif untuk emas yang tidak memberikan bunga. Para investor emas telah merubah persepsi mereka terhadap kapan suku bunga AS akan dinaikan untuk pertama kalinya sejak 2006. Pergerakan di bulan Desember akan “menjadi mungkin” jika data terus menunjukkan pertumbuhan dan penguatan inflasi, kata Janet Yellen pada hari Rabu lalu. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1100 dan test support selanjutnya $ 1084. Jika sentimen positif, kalau ada penguatan maka emas akan test resistance $1117.

Penguatan Dollar AS dan laporan pasokan minyak mentah di Amerika oleh API dan EIA yang mengecewakan dengan adanya peningkatan suplai minyak Amerika telah membuat harga minyak kembali melemah. Komentar para pejabat The Fed ke public yang mempegaruhi penguatan Dollar AS. Hal lainnya yang berkontribusi terhadap sentimen bearishnya harga minyak secara umum adalah dokumen internal OPEC yang dipublikasikan oleh Reuters yang menunjukkan lemahnya permintaan untuk beberapa tahun kedepan untuk minyak dari kelompok produsen tersebut. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 45.00 dan $ 44.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 46.50 dan $ 47.00

Poundsterling melemah ke level terendah 1-minggu terhadap Dollar setelah BoE tidak mensinyalkan untuk terburu-buru menaikkan suku bunga di tahun depan, dengan memprediksi inflasi yang mendekati level nol hanya dapat naik perlahan meskipun suku bunga acuan ditahan hingga tahun 2017.Hanya satu pejabat BoE, Ian McCafferty yang memilih untuk menaikkan suku bunga di bulan ini, sementara 8 pejabat MPC lainnya lebih memilih untuk mempertahankan suku bunga di level rekor rendah 0.5 persen, yang sudah dipertahankan sejak Maret 2009. BoE juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini dan 2016, seraya memperingatkan resiko dari pelambatan negara emerging dapat berimbas pada pelambatan ekonomi.

Dollar melorot ke level terendah harian terhadap Euro setelah data ekonomi menunjukkan jobless claims mengalami kenaikan minggu terbesar dalam 8 bulan terakhir, menimbulkan keraguan baru terhadap kondisi pasar kerja AS. Aplikasi tunjangan klaim penganggur di pekan lalu mencatat rekor kenaikan mingguan terbesar dalam 8 bulan terakhir, namun masih berada di level yang konsisten dengan kondisi pasar kerja sehat. Sementara klaim rata-rata 4 minggu, yang dapat dipertimbangkan sebagai ukuran tren pasar kerja yang lebih stabil karena mengurangi volatilitas data mingguan, turut mengalami kenaikan. Bagaimanapun pelemahan Dollar masih terbatas oleh kejutan positif kenaikan produktivitas AS selama Q3 sebesar 1.6%, dimotori sektor pesanan barang tahan lama.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down tipis dilevel 22902. Bursa Saham AS melemah pada hari Kamis, investor menanti data tenaga kerja hari Jumat yang akan memberikan gambaran kapan suku bunga di AS akan dinaikkan. Earning impresif dari Facebook dan Ralph Lauren di kuartal ketiga belum mampu mendongkrak kinerja bursa. Para pelaku pasar juga menanti beberapa pejabat Federal Rerserve yang dijadwalkan berbicara. Indeks Dow Jones turun tipis menjadi 17.863,43. Sementara itu Nasdaq melemah 14 poin atau 0,3% menjadi 5.127,74, penurunan saham sektor biotek kembali membebani indeks. S&P 500 berakhir 0,1% lebih rendah menjadi 2.099,93. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22500. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 23000.

NEWS

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart USDJPY time frame 60 menit  terlihat Formasi Channel Up, Kemungkinan penurunan ke 121.400

Klik gambar untuk memperbesar

USDJPY.mH1

 

Pada Chart GBPUSD time frame 240 menit, terlihat Formasi Double ,  Kemungkinan kenaikan ke 1.51300

Klik gambar untuk memperbesar

GBPUSD.mH4

 

Pada Chart XAUUSD time frame 60 menit, terlihat Formasi Falling Wedge,  Kemungkinan kenaikan ke 1112.30

Klik gambar untuk memperbesar

XAUUSD.mH1