Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 6 Januari 2016

By on January 6, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 295 kali

Market Review Hari Ini – Emas masih mampu bertahan diatas level $ 1070 ditopang oleh akibat gejolak di bursa China dan ketegangan di Timur Tengah. Penguatan dollar juga belum mampu menekan balik emas. Emas dipandang sebagai investasi alternatif jika terjadi ketidakpastian politik atau finansial. Bersama yen Jepang dan obligasi AS emas juga dianggap sebagai aset aman. Hari Ini investor emas terfokus pada FOMC Meeting Minutes dan data ADP Nonfarm. Pada rapat The Fed bulan lalu yang mana akan menaikan suku bunga secara bertahap pada tahun 2016. Dengan target suku bunga 1,25% – 1,50% di akhir tahun 2016. Kenaikan suku bunga memberikan tekanan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1063 dan support berikutnya $ 1058. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1086 dan resistance berikutnya $ 1091.

Harga minyak kembali terpuruk hingga level $ 35.74 pada perdagangan kemarin namun kembali bangkit dan bergerak diatas level $ 36 seiring laporan dari API ( American Petroleum Institute ) yang menyebutkan bahwa pasokan minyak mentah di Amerika mengalami penurunan sebesar 5,6 juta barel. Sedangkan laporan versi EIA akan dirilis nanti malam jam 22.30 wib. Sentimen pelaku pasar minyak terbebani oleh stok minyak global dan data ekonomi China yang buruk. Pasar mulai mengabaikan ketegangan yang terjadi di Timur Tengah antara Arab Saudi dengan Iran. Para analis mengatakan selama konflik tersebut tidak berdampak pada produksi minyak, maka tidak akan ada pengaruhnya ke harga minyak. Menurut salah satu analis, aksi jual bursa saham China dan penguatan Dollar AS adalah alasan harga minyak bergerak turun pada perdagangan kemarin. Bursa saham China kembali turun pada hari Selasa menyusul penurunan sebesar 7% pada hari Senin, memicu kecemasan pada bursa global dan langkah dari bank sentral serta badan regulator bursa saham. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 35.50 dan support berikutnya $ 35.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 37.00 dan resistance selanjutnya 37.70

Yen menguat terhadap seluruh pasangan mata uang utamanya seiring kehati-hatian investor bertransaksi dalam aset berisiko, kondisi yang oleh beberapa pelaku pasar dinilai sebagai preferen selektif untuk risiko. Pasar saham Eropa dan AS berfluktuasi sementara perdagangan minyak masih negatif. Situasi di Timur Tengah masih belum stabil dan Euro juga kewalahan dengan kekecewaan investor pada laporan inflasi bulan Desember yang mengecewakan, dua faktor yang memberikan ruang bagi safe-haven Yen untuk mendominasi pasar mata uang. Investor juga mengabaikan komentar dovish Gubernur Bank of Japan (BoJ) yang mengatakan kesiapannya untuk mengambil langkah tegas jika diperlukan untuk memasikan inflasi mencapai target harga 2% bank sentral.

Euro kembali melemah terhadap Dollar AS setelah data inflasi untuk zona Euro mengindikasikan pereknomian masih kesulitan mengatasi kondisi yang dinilai bank sentral sebagai inflasi rendah yang tidak bisa diterima. Euro semakin tertekan setelah harga konsumen lebih rendah dari prediksi para analis. Laporan ini menjadi pukul kedua pada blok setelah harga konsumen di perekonomian terbesar zona Euro, Jerman, secara tidak terduga negatif di bulan Desember. Inflasi zona Euro masih jauh di bawah target inflasi European Central bank yaitu sedikit di bawah 2% dan dapat menambahkan tekanan pada bank untuk kembali meningkatkan stimulus moneter. Kebijakan pelonggaran moneter tersebut biasanya membuat mata uangnya menjadi kurang menarik.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up dilevel 21193 dan langsung turun untuk menutup gap. Bursa saham AS merosot di hari Selasa seiring ketegangan para investor paska aksi sell off tajam. Indeks Dow Jones berbalik dari penguatan sebelumnya, merosot 95 point, sementara indeks S&P500 masih dalam jalur pelemahan 4 hari berturut-turut, yang sekaligus merupakan kejatuhan terpanjang dalam 2 bulan terakhir. Sementara itu bursa di Asia ditutup melemah meski otoritas China berupaya mengambil langkah meredakan kekhawatiran para investor. Kejatuhan tajam hingga 7 persen di bursa China hari Senin lalu telah memicu circuit breaker yang memaksa penutupan bursa dan menimbulkan kekacauan bursa dunia. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 20970. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 21570.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart AUDUSD time frame 240 menit terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan penurunan ke 0.70300

Klik gambar untuk memperbesar

AUDUSD.mH4

 

Pada Chart USDCAD time frame 30 menit, terlihat Formasi Rising Wedge,  Kemungkinan penurunan ke 1.00400

Klik gambar untuk memperbesar

USDCHF.mM30