Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 5 November 2015

By on November 5, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 370 kali

Market Review Hari Ini – Emas semakin tenggelam hingga menyentuh low $ 1106 pada perdagangan hari rabu kemarin. Pidato Janet Yellen, di House Financial Services, telah indikasikan bahwa para pembuat kebijakan akan mengkaji ulang kenaikan suku bunga di bulan Desember. Wakil ketua Fed Stanley Fischer dan Presiden Fed New York William C. Dudley akan berpidato pada hari yang sama. Tiga orang tersebut tampaknya akan melanjutkan pesan yang optimis dari Federal Open Market Commiittee pada tanggal 28 Oktober lalu. Sejumlah pejabat Fed dijadwalkan akan berpidato di sepanjang pekan ini yang bersamaan dengan laporan payroll pada hari Jumat, membuat investor emas saat ini sebaiknya berhati-hati dalam mengambil tindakan. Tren bearish di logam mulia masih akan berlanjut dengan perkiraan kenaikan suku bunga di bulan Desember. Data Non-Farm Payroll (NFP) hari Jumat dapat menjadi ujian bullion berikutnya seiring tingginya signifikansi data dalam keputusan kebijakan bulan Desember the Fed terkait kenaikan suku bunga sebelum tahun ini berakhir. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1100 dan test support selanjutnya $ 1084. Jika sentimen positif, kalau ada penguatan maka emas akan test resistance $1122

American Petroleum Institute (API), mengatakan bahwa cadangan minyak mentah naik 2.8 juta barel pada pekan lalu. Sedangkan laporan EIA untuk persediaan minyak mentah di Amerika 2.8 juta barel dari estimasinya 2.5 juta barel. Persediaan bensin menurut EIA sekitar 3.3 juta barel dari estimasinya 1.25 juta barel. Harga minyak langsung terkoreksi dari level $ 48.27 menuju ke level 46.17. Dari sisi fundamental potensi terganggunya suplai di Amerika, Brasil dan Libya diharapkan bisa membatasi pelemahan. Sementara itu dari sisi teknikal,menurut  Michael McCarthy, kepala analis pasar di Sydney’s CMC Market mengatakan bahwa (investor) saat ini mengambil posisi sell setelah reli kencang kemarin. Dia juga menambahkan bahwa harga diperkirakan akan turun lebih lanjut pada siang hari meskipun minyak masih dalam rentang akhir-akhir ini. OPEC memperkirakan minyak masih tertekan sampai 2019 kecuali Negara non OPEC mengurangi produksi atau setidaknya permintaan minyak mengalami peningkatan maka minyak bisa perlahan pulih. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 45.50 dan $ 45.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 47.00 dan $ 47.50.

Dollar menguat dekati level tertinggi 2 ½ bulan terhadap berbagai mata uang utama di hari Rabu, ditunjang ekspektasi baru atas kenaikan suku bunga dan pertumbuhan ekonomi global yang membaik, sehingga mendongkrak performa yield obligasi AS pada minggu ini. Sementara mata uang Euro, berada dalam tekanan semenjak ECB memberikan isyarat kuat atas pemangkasan suku bunga lebih jauh diserta kebijakan pelonggaran moneter lainnya, alhasil pairing EURUSD merosot tajam pasca pidato Presiden ECB Mario Draghi. Penundaan kenaikan suku bunga The Fed bulan September lalu sempat merubah ekspektasi kebanyakan investor dan analis bahwa kenaikan suku bunga mungkin baru terjadi pada tahun depan. Namun serangkaian sinyal hawkish semenjak 2 minggu lalu telah merubah ekspektasi.

Sementara itu Poundsterling sentuh level tertinggi 10-pekan di hari Rabu setelah data ekonomi menunjukkan sektor jasa Inggris yang dominan, melaju lebih pesat di bulan Oktober sehingga menopang pandangan bahwa pertumbuhan ekonomi melesat di kuartal terakhir. Data positif dari sektor jasa menambahkan sentimen positif setelah laporan sektor manufaktur dan konstruksi yang sebelumnya solid. Para pemangku kebijakan BoE akan mengadakan rapat hari Kamis pekan ini untuk menilai outlook ekonomi, tentunya akan merespon pertumbuhan pasar kerja yang naik ke level tertinggi 5-bulan dan menyumbang lebih dari ¾ aktivitas di sektor swasta Inggris.

Bursa Wall Street akhirnya melemah pada hari Rabu, tertekan oleh penurunan saham sektor energi, serta semakin meningkatnya keyakinan akan kenaikan suku bunga di bulan Desember. Sektor energi menghentikan rally dalam lima hari beruntun, melemah sekitar 1%, dan menjadi sektor dengan kinerja paling buruk di S&P 500. Sebelumnya Reuters memberitakan Presiden Federal Reserve New York, Willam Dudley, mengatakan sangan setuju dengan pernyataan Chairwomen The Fed, Janet Yellen, jika kenaikan di bulan Desember masih sangat mungkin terjadi. Indeks S&P 500 turun 0,4% menjadi 2.102,33, Dow Jones kehilangan 0,3% menjadi 17.867,58. Nasdaq melemah 0,1% menjadi 5.142,48.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart CLS10 time frame 60 menit  terlihat Formasi Channel Up, Kemungkinan penurunan ke 45.10

Klik gambar untuk memperbesar

CLS10H1