Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 5 Januari 2016

By on January 5, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 263 kali

Market Review Hari Ini – Permintaan safe haven seperti emas dan obligasi menjadi meningkat pasca merosotnya bursa global. Perdagangan awal tahun 2016 dengan rontoknya bursa saham China 7% dan perdagangan harus dihentikan, bursa di belahan bumi lainnya pun turut rontok. Buruknya data ekonomi China yang memicu kecemasan akan pertumbuhan ekonomi global. Namun berlanjutnya penguatan dollar membuat emas turun dari level tertinggi harian. Dollar mendapat dorongan tambahan setelah Presiden Federal Reserve San Fransisco, John Williams, mengatakan kenaikan suku bunga sebanyak tiga sampai lima kali di tahun ini adalah hal yang wajar. Selain rontoknya bursa saham, faktor ketegangan timur tengah juga bisa menopang penguatan emas. Sesi asia pagi ini emas diperdagangan dilevel $ 1075. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1063 dan support berikutnya $ 1051. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1084 dan resistance berikutnya $ 1095.

Pada perdagangan sesi amerika tadi malam, harga minyak sempat melambung diatas level $ 38 namun kembali melemah hingga menembus $ 36.33, menyusul berita berakhirnya hubungan kerjasama diplomatik antara Arab Saudi dan Iran berpotensi memicu larangan suplai, meski kenaikan harga minyak terganjal oleh data yang menunjukkan sejumlah negara ekonomi terbesar di Asia sedang melambat. Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada hari Minggu dalam respon terhadap penyerbuan kantor duta besarnya di Teheran menyusul eksekusi oleh pihak Riyadh terhadap pemimpin Syiah pada hari Sabtu. Bahrain pada hari Senin juga mengatakan akan memutuskan kerjasama dengan Iran. Kembalinya minyak dilevel rendah dipicu oleh data ekonomi China yang buruk dan kembali memicu pelambatan ekonomi global. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 36.00 dan support berikutnya $ 35.20. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 38.00 dan resistance selanjutnya 39.00

Dollar Australia turun tajam terhadap Dollar AS menyusul kekecewaaan akan laporan sektor manufaktur China memicu ketakutan terkait perlambatan ekonomi Beijing dan dampaknya dalam perdagangan Australia-China. Lembaga swasta melaporkan kontraksi sektor manufaktur China semakin dalam pada bulan Desember dan menimbulkan kekhawatiran akan ada penurunan permintaan bijih besi dan batu bara, komoditas utama Australia. China merupakan rekan dagang utama Australia. Investor juga mewaspadai publikasi tiga data penting untuk pekan ini. Rendahnya valuasi Aussie dinilai dapat membantu memperkecil defisit perdagangan Australia pada bulan November. Sementara dua data lainnya diekspektasikan akan dilaporkan lebih buruk dari laporan sebelumnya.

Dollar terhampar dekat level tinggi 2-pekan terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Senin dalam sesi perdagangan pertama tahun 2016, tahun di mana pasar memperkirakan divergen kebijakan moneter bank sentral akan memberikan greenback keuntungan dibanding mata uang lainnya. Dollar berhasil menguat meski setelah data menunjukkan aktivitas sektor manufaktur AS berkontraksi dengan laju paling cepat sejak Juli 2009 di bulan Desember. Pasar juga mencemaskan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran pada akhir pekan.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up dilevel 21166. Bursa saham AS melemah pada hari Senin, perdagangan pertama tahun ini, terbebani oleh kecemasan akan pelambatan ekonomi global dan ketegangan di Timur Tengah. Sentimen juga terbebani bursa China yang merosot tajam hingga perdagangan harus dihentikan. Indeks Dow Jones sempat anjlok lebih dari 450 poin. sebelum berhasil memangkas penurunan hingga menjadi 280 poin, atau melemah 1,6%. Namun Dow tetap mencatat awal tahun terburuk sejak 2008. S&P 500 membukukan penurunan awal tahun terbesar sejak 2001, S&P melemah 1,5%. Nasdaq juga mengalami hal yang sama, turun 2,1%, menjadi yang terbesar sejak awal 2001 ketika merosot 7,2%. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 20750. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 21600.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart XAUUSD time frame 240 menit terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan kenaikan ke 1091.00

Klik gambar untuk memperbesar

XAUUSD.mH4