Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 4 September 2015

By on September 4, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 353 kali

Market Review Hari Ini – Emas kembali melemah, data ekonomi Amerika yang rilis kamis malam telah membuat Dollar US kembali menguat. Fokus investor emas hari ini adalah data Nonfarm Payrolls yang akan dirils nanti malam jam 19.30 wib. Data Nonfarm bulan September ini sangatlah penting bagi The Fed sebelum mengadakan pertemuan tanggal 16 – 17 september dalam merumuskan apakah menaikan suku bunga US untuk pertama kali sejak 2006 atau mempertahankan suku bunga. The Fed menerapkan bunga nol persen sejak krisis finansial untuk menyelamatkan ekonomi Amerika. Data yang dirilis pada hari Rabu oleh ADP mengindikasikan pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat untuk menjadi pertimbangan Federal Reserve menaikkan suku bunga di tahun ini. Peluang kenaikan suku bunga di bulan September menurut pelaku pasar kini sebesar 32%, turun dari 38% pada hari Senin. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test level $ 1118 dan jika berhasil ditembus akan memicu harga untuk test level selanjutnya $ 1109. Jika sentimen positif, kemungkinan harga emas akan kembali test resistance $ 1148 dan jika ditembus akan memicu test level selanjutnya ke $ 1154.

Harga minyak kembali menanjak hingga level $ 48.41, mengikuti saham energy yang menguat serta mengabaikan kenaikan pasokan minyak mentah di Amerika yang dirilis EIA dan API hari rabu lalu. Bursa China lagi libur sehingga mengurangi sentiment negative dari China yang sedang mengalami pelambatan ekonomi yang memicu lesunya permintaan akan minyak dari China. Bursa Global menguat seiring peluang stimulus dari ECB yang berjanji akan mempertahankan program pelonggaran kuantitatifnya dan akan memperpanjang program jika diperlukan. Sejauh ini minyak telah membuat range antara $ 49 – $ 43. Secara teknikal, jika sentiment negative, Kemungkinan harga Crude Oil akan test support $ 46.00 dan jika berhasil ditembus akan memicu harga bergerak ke support berikutnya $ 45.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test level $ 48 dan $ 49.

Fokus investor hari ini adalah data Nonfarm Payrolls yang akan dirilis nanti mana jam 19,30 wib. Data ini sangatlah penting sebelum The Fed mengadakan pertemuan pada tanggal 16 – 17 september, karena akan menjadikan pertimbangan untuk menaikan suku bunga US atau masih menerapkan suku bunga tetap. Sementara itu Euro melemah terhadap pasangan mata uang utama setelah pernyataan dovish dari presiden Europan Central Bank (ECB). Bank sentral zona Euro menaikkan batas pembelian obligasi dalam program pelonggaran kuantitatif (QE) dan menurunkan proyeksinya untuk area Euro. ECB menaikkan batas pembelian aset dalam program Quantitative Easing (QE) ECB dari 25% menjadi 33% yang berarti ECB akan membeli lebih banyak aset. Lebih lanjut, ECB juga menurunkan proyeksi pertumbuhan dan inflasi untuk area Euro di tengah masih rendahnya harga minyak dan perlambatan ekonomi di China. Bank sentral kini memprediksi inflasi di tahun 2015 menjadi 0,1% dibandingkan proyeksi saat bulan Juni sebesar 0,3%. Produk Domestik Bruto (GDP) juga diproyeksikan menjadi lebih rendah dari 1,5% menjadi 1,4% untuk tahun ini. Euro terhadap Dollar US melemah hingga 1.10870 dan kembali terangkat perlahan menjelang sesi amerika tutup.

Sedangkan sterling kembali melemah setelah data PMI sektor jasa. Indeks PMI sektor jasa oleh Markit turun menjadi 55.6 di bulan Agustus dari 57.4 di bulan Juli. Hasil tersebut merupakan level terendah sejak Mei 2013 dan jauh berada di bawah estimasi ekonom pada 57.6. Sterling sejauh ini masih bergerak tenang diarea 1.52500 pada sesi asia pagi ini. Sterling melemah dalam 8 perdagangan dari level 1.58180 – 1.52190.

Indeks Saham Hangseng dibuka dilevel 20819. Sementara itu penguatan bursa Wall Street lebih signifikan di sesi Eropa akibat sinyal Presiden ECB Draghi yang membuka peluang penambahan stimulus, di samping penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi serta inflasi. Draghi memberikan komentar pada konferensi pers setelah bank setral memutuskan tidak merubah level suku bunga ECB di level rekor rendah. Setelah sesi Eropa tutup, bursa Wall Street kembali meredup. Bursa China masih masa libur sehingga kemungkinan volume perdagangan sedikit dan Indeks Saham Hangseng kemungkinan lebih banyak flat.Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 20600 dan jika di tembus, kemungkinan harga akan test level support selanjutnya 20500. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan bergerak diarea resistance 21000.

news

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart XAUUSD time frame 30 menit, terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan penurunan ke 1122.00

Klik gambar untuk memperbesar

XAUUSD.mM30

 

Pada Chart USDJPY time frame 30 menit  terlihat Formasi Triangle,  Kemungkinan penurunan ke 119.420

Klik gambar untuk memperbesar

USDJPY.mM30

 

 

Pada Chart AUDJPY time frame 30 menit  terlihat Formasi Descending Triangle,  Kemungkinan penurunan ke 83.40

Klik gambar untuk memperbesar

AUDJPY.mM30