Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 4 November 2015

By on December 4, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 240 kali
Dollar vs Euro

Market Review Hari Ini – Dollar AS Melemah terhadap mata uang Euro yang rally naik setelah gelontoran stimulus terbaru dari European Central Bank masih di bawah harapan para investor. Indeks dollar turun ke level terendah satu bulan. Melemahnya Dollar AS dimanfaatkan oleh emas untuk kembali naik menjauhi level rendah setelah sempat menyentuh level rendah 5 tahun lebih. Namun banyak analis memperingatkan penguatan emas kemungkinan hanya sesaat akibat potensi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve di bulan ini. Berdasarkan FedWatch dari CME, probabilitas kenaikan suku bunga di bulan Desember berada di atas 75%, yang membuat emas mendekati level terendah enam tahun pada hari Rabu. Fokus investor emas hari ini adalah data Nonfarm Payrolls yang akan dirilis nanti malam jam 20.30 wib. Data sebelumnya berupa ADP dan klaim tunjangan pengangguran menunjukkan ketangguhan pasar tenaga kerja Amerika yang selama ini menjadi salah satu fokus utama The Fed untuk menaikan suku bunga. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1050 dan test support selanjutnya $ 1046. Jika sentimen positif, kalau ada penguatan maka emas akan test resistance $ 1075 dan resistanve selanjutnya $ 1088.

Harge minyak kembali rebound menjauhi level $ 40 setelah Dollar AS melemah oleh mata uang Euro yang rally naik. Disisi lain pertemuan OPEC menjadikan perhatian pelaku minyak dan menunggu hasil keputusan OPEC mengenani output produksi minyak OPEC. Jika Arab Saudi akan mengusulkan pengurangan produksi minyak OPEC sebanyak 1 juta barel per hari pada tahun depan, dengan syarat anggota lainnya seperti Iran, dan produsen non-OPEC juga menurunkan jumlah produksi. Syarat dari Arab Saudi tersebut sepertinya akan sulit tercapai, produsen besar non-OPEC, Rusia sebelumnya telah menyatakan tidak memiliki keinginan untuk berkerja sama mengenai pengurangan produksi. Sebaliknya Iran tetap berniat untuk menaikkan produksi jika sanksi perdagangan telah dicabut. Penyebab merosotnya harga minyak adalah akibat ketidak seimbangan antara supply dan demand. Jumlah produksi minyak OPEC yang tinggi menjadi salah satu penyumbang berlebihnya supply global, dan Arab Saudi sebelumnya enggan mengurangi produksi dengan alasan untuk mempertahankan pangsa pasar. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 40.30 dan $ 39.30. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 42.00 dan resistance selanjutnya $ 42.73

Pergerakan Euro terhadap Dollar begitu mengesankan, naik dari level 1.05225 menuju ke 1.09813. Hal tersebut dipicu oleh ECB yang memangkas suku bunga deposit sebanyak 10 basis poin menjadi -0.3%. Estimasi rata-rata memperkirakan setidaknya pemangkasan sebanyak 13.5 basis poin. Pasca mengecewakan dari sisi suku bunga, fokus beralih pada konferensi pers, dimana sembari ECB membiarkan durasi QE tetap terbuka, hingga laju inflasi yang kokoh dapat tercapai, namun periode QE hanya ditambah sebanyak 6 bulan hingga Maret 2017. Laju pembelian dipertahankan pada level yang sama yaitu 60 milyar euro per bulan. Langkah dari ECB dinilai kurang dovish dari antisipasi pasar, dan hal tersebut melambungkan euro. Sementara itu Aussie pangkas keuntungannya di penghujung sesi dalam perdagangannya terhadap sebagian besar mata uang utama pasca kekecewaan pada data perdagangan. Defisit perdagangan Australia pada bulan Oktober melebar menjadi 3,3 miliar Dollar Australia, dengan selisih yang lebih besar dari ekspektasi pasar, karena penurunan tingkat ekspor sementara tingkat impor tidak berubah. Biro statistik menjabarkan beberapa faktor utama yang membuat defisit melebar diantaranya penurunan tingkat ekspor barang, dengan penyusutan terbesar dalam produk bijih besi sebagai dampak penurunan ekspor ke China.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 22108. . Bursa saham AS mengalami sell off pada hari Kamis setelah European Central Bank merilis stimulus terbaru yang tidak sesuai harapan para pelaku pasar. Sementara itu, Chairwomen Federal Reserve, Janet Yellen, kembali menegaskan kondisi ekonomi saat ini tepat untuk mulai fase normalisasi suku bunga. Investor juga menanti data non-farm payrolls AS yang akan dirilis nanti malam. Indeks Dow Jones merosot 251,74 poin atau 1,4% menjadi 17.477,67. Indeks S&P 500 melemah 29,88 poin atau 1,4% menjadi 2.049,63. Indeks Nasdaq turun 85,70 poin atau 1,7% menjadi 5.037,53. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22000. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22430.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart GBPJPY time frame 30 menit  terlihat Formasi Triangle,  Kemungkinan penurunan ke 185.100

Klik gambar untuk memperbesar

GBPJPY.mM30

 

Pada Chart CLS10 time frame 30 menit, terlihat Formasi Triangle,  Kemungkinan penurunan ke 41.05

Klik gambar untuk memperbesar

CLS10M30