Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 4 Januari 2016

By on January 4, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 293 kali

Data dari FactSet menunjukkan bahwa emas telah kehilangan nilainya untuk tiga tahun beruntun, yang dimulai di tahun 2013. Itu adalah penurunan tahunan terpanjang beruntun untuk emas sejak tahun 1996. Kepala eksekutif di Sharps Pixley mengatakan bahwa kunci utama untuk emas adalah pada pergerakan Dollar AS yang kuat dan itu mengalahkan isu lainnya yang termasuk dari ekonomi dan geopolitik. Pelemahan emas pada tahun ini juga datang di tengah kejatuhan sektor komoditas yang dipicu kekhawatiran terhadap kesehatan ekonomi China, yang merupakan negara dengan tingkat ekonomi terbesar kedua di dunia dan importir logam terbesar di dunia. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1058 dan support berikutnya $ 1478. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1082 dan resistance berikutnya $ 1089.

Berdasarkan laporan dari Baker Hughes, jumlah pengeboran rig minyak AS turun 2 pada pekan ini, dan saat ini totalnya sebanyak 536. Pengeboran rig minyak di AS telah turun sebanyak 946 pada tahun 2015 tambah Baker Hughes. Pada sesi perdagangan Asia pagi ini, harga minyak dibuka dengan gap up dilevel $ 38.12 (Monex Trader Platform), sedangkan penutupan hari kamis minggu lalu dikisaran $ 37.07. tampaknya investor minyak menanggapi laporan yang disampaikan Baker Hughes, namun peluang koreksi dan menutup gap, kemungkinan bisa terjadi mengingat pasokan minyak secara global masih berlimpah. para produsen minyak mentah di Timur Tengah berlomba untuk memompa lebih banyak dan pengebor minyak shale AS menciptakan suplai global yang melimpah yang mungkin akan sampai di tahun 2016 untuk mengatasi kondisi ini. Amerika Serikat juga mengambil tindakan bersejarah dalam membatalkan larangan ekspor minyak mentah AS yang sudah berlangsung selama 40 tahun ke negara-negara di luar Kanada. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 37.00 dan support berikutnya $ 36.20. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 38.30 dan resistance selanjutnya 39.00

Dollar mempertahankan penguatan terhadap euro dan sterling pada hari Kamis, perdagangan terakhir 2015, meski data-data ekonomi AS dirilis mengecewakan. Volume perdagangan tipis, banyak trader sudah tutup buku sebelum akhir tahun, membuat lukuiditas di pasar menjadi rendah. Aktivitas bisnis di wilayah Chicago secara mengejutkan berkontraksi tajam di bulan Desember, sedikit menurunkan optimisme terhadap outlook ekonomi AS. Indeks Chicago PMI merosot 5,8 poin menjadi 42,9 di bulan Desember dari 48,7 di bulan November, dan merupakan level terendah sejak Juli 2009. Data lain menunjukkan klaim tunjangan pengangguran mingguan naik ke level tertinggi sejak bulan Juli.

Dollar Australia, aussie, masih berada dekat level tertinggi tiga pekan terhadap dollar AS pada hari Kamis, stabilnya kurs aussie ditopang harga bijih besi yang belakangan ini menanjak naik. Menurut Metal Bulletin, sepanjang tahun 2015 harga bijih besi turun 39%, memperpanjang penurunan 2014 sebesar 47%, dan 8,3% di 2013. Sedangkan Yen mencatat pelemahan empat tahun beruntun terhadap dollar AS akibat perbedaan kebijakan moneter antara kedua bank sentral. Hasil survei Bloomberg menunjukkan, kombinasi antara stimulus moneter dari Bank of Japan, dan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS diperkirakan akan melemahkan yen sekitar 4% pada tahun 2016. Kebijakan Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, yang merilis dua stimulus moneter sejak April 2013 membuat kurs yen melemah ke level terendah 13 tahun 125.86 per dollar pada bulan Juni lalu. Sejak itu yen telah memangkas pelemahan, menguat 1,8% terhadap dollar di semester kedua tahun ini, setelah BoJ tidak lagi menambah stimulus moneter.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up dilevel 21818 dan langsung melemah tajam hanya dalam beberapa menit ke level 21685. Bursa saham AS ditutup lebih rendah dalam volume perdagangan yang tipis pada hari Kamis minggu lalu, yang merupakan hari terakhir di tahun 2015, meskipun harga minyak bergerak stabil. Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average keduanya berakhir lebih rendah untuk tahun 2015, performa terburuk mereka sejak tahun 2008. Indeks Dow Industrial turun 178.84 poin, atau 1%, untuk ditutup di 17,425.03, turun sebesar 2.2% untuk tahun 2015. Indeks S&P 500 turun 19.42 poin, atau 0.9%, untuk akhiri tahun 2015 di 2,043.94. Indeks S&P 500 turun 0.74% untuk tahun 2015, hentikan penguatan selama tiga tahun beruntun. Hanya indeks Nasdaq yang ditutup turun 58.43 poin, atau 5,007.41 pada hari Kamis, namun masih menguat sebesar 5.7% untuk tahun 2015. Semua dari tiga indeks utama AS pada hari Kamis di level terendah intraday terbaru pada akhir jam perdagangan. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 21200. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22000.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart AUDUSD time frame 30 menit terlihat Formasi Channel Up, Kemungkinan penurunan ke 0.72150

Klik gambar untuk memperbesar

AUDUSD.mM30