Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 31 Agustus 2015

By on August 31, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 366 kali

Market Review Hari Ini – Pernyataan dari beberapa pejabat The Fed pada hari Jumat mengindikasikan jika bank sentral masih dapat menunda pengetatan kebijakan moneter di bulan September akibat gejolak di pasar keuangan. Kenaikan tingkat suku bunga akan meredupkan daya tarik aset non-yield seperti bullion. Menjelang data nonfarm payrolls AS yang akan dirilis besok Jumat, fokus investor Emas kemungkinan akan tertuju pada outlook suku bunga The Fed, karena berinvestasi Emas tidak mendapatkan dividen atau imbal hasil ketimbang aset lainnya yang mengalami kenaikan yield ketika suku bunga The fed dinaikkan. Beberapa data ekonomi yang penting dari Amerika juga akna dirilis dalam minggu ini selain Nonfarm Payrolls. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan harga emas mengalami koreksi dan test level $ 1123 dan jika berhasil ditembus akan memicu harga untuk test level selanjutnya $ 1118. Jika sentimen positif, kemungkinan harga emas akan kembali test resistance $ 1140 dan jika ditembus akan memicu test level selanjutnya ke $ 1146.

Harga minyak melanjutkan rally penguatannya hingga level $ 45.89 kemarin Jumat. Beberapa analis mengatakan rally minyak dipicu aksi short covering, setelah harga minyak disebut anjlok terlalu jauh dan terlalu cepat hingga menyentuh level terendah enam setengah tahun. Disisi lain Venezuela telah berbicara dengan anggota OPEC lainnya untuk mengadakan pertemuan darurat. Namun pejabat dari anggota utama OPEC di Timur Tengah mengatakan kecil kemungkinan diadakannya rapat darurat tanpa dukungan Arab Saudi. Minyak rally naik minggu lalu hampir 12% dan merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak maret 2009. Sementara itu laporan Baker Hughes menunjukkan jumlah rig pengeboran minyak aktif hanya bertambah 1, namun jumlah total rig aktif mengalami penurunan. Investor masih mengkhawatirkan melambatnya perekonomian China yang bisa memicu aksi taking profit setelah harga minyak naik sejauh $ 45.89 dari level $ 37.76. Secara teknikal, jika sentiment negative, faktor taking profit bisa memicu harga minyak mengalami koreksi. Kemungkinan harga Crude Oil akan test support $ 44.00 dan jika berhasil ditembus akan memicu harga bergerak ke support berikutnya $ 43.50. Jika sentiment positif terus berkembang, kemungkinan harga minyak akan mencoba test harga tinggi sekaligus sebagai resistance $ 45.89 dan jika ditembus, kemungkinan minyak akan bergerak di area $ 46.50-an.

Dollar US berhasil memantul dari titik rendah 7-bulan di hari Jumat seiring meredanya kepanikan sell-off bursa Wall Street, selain itu Dollar juga tertopang data ekonomi AS yang positif. Namun para pelaku pasar masih menantikan komentar terkait normalisasi suku bunga The Fed pada simposium Jackson Hole hingga akhir pekan. Ekspektasinya kenaikan bunga di bulan September telah menyusut akibat komentar pejabat The Fed yang condong berhati-hati, khususnya ditengah kekacauan market dan pelambatan ekonomi China.

Sementara itu Sterling anjlok ke level terendah 1-bulan vs Dollar US di hari Jumat, menghapus penguatan sebelumnya, sekaligus membukukan pelemahan mingguan terbesar terhadap Dollar sejak bulan maret. Lembaga statistik pemerintah Inggris pada hari Jumat melaporkan laju pertumbuhan PDB tumbuh 0.7 persen di Q2 2015, sementara itu laju investasi bisnis naik 2.9 persen pada Q2, naik ke level tertinggi dalam setahun terakhir. Surplus neraca berhasil mendongkrak PDB sebesar 1.0% pada kwartal yang sama seiring lonjakan laju ekspor.

Beberapa data ekonomi penting dari Amerika akan dirilis dalam minggu ini termasuk Nonfarm Payrolls yang akan dirilis besok Jumat. Pelaku pasar akan mencermati hasil rilis data ekonomi tersebut sebelum melihat prospek pertemuan anggota The Fed pada pertengahan September apakah The Fed akan menaikan suku bunga untuk pertama kali nya sejak 2006 atau masih mempertahankan suku bunganya.

Indeks Saham Hangseng dibuka dilevel 21448 Sedangkan Shanghai Comp dibuka turun 0.9%. Sementara itu pagi ini Indeks Dow Jones dibuka dilevel 16623 dan langsung terjun bebas hingga level 16422. Investor masih belum dapat menafsirkan komentar – komentar dari pejabar The Fed. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 21000 dan jika di tembus, kemungkinan harga akan test level support selanjutnya 20900. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan bergerak diarea resistance 21700.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart USDCHF time frame 30 menit, terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan penurunan ke 0.95700

Klik gambar untuk memperbesar

USDCHF.mM30