Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 30 Juli 2015

By on July 30, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 292 kali

Market Review Hari Ini – Emas bertahan di dekat level $ 1100 setelah FOMC tadi pagi belum memberikan kepastian kapan The Fed akan menaikan suku bunga. Para pejabat Federal Reserve mengatakan mereka merasa ekonomi AS mampu mengatasi pelambatan di kuartal pertama, dan sedang tumbuh secara moderat meski terjadi penurunan di sektor energi, dan pelambatan ekonomi di luar AS. Ekonomi dan pasar tenaga kerja AS disebut melanjutkan penguatan, namun inflasi yang rendah masih menjadi perhatian. The Fed akan melihat data GDP yang akan dirilis hari ini jam 19.30 WIB. Diharapkan GDP adalah +2,5%, namun jika lebih tinggi dari ekspektasinya akan menjadikan bullish USD dan hal ini akan membuat emas kembali turun. Tapi jika hasil GDP lebih rendah dari ekspektasinya, harga emas bisa kembali menguat setidaknya akan test resistance $ 1105. Sementara itu Deutsche Bank memaparkan pandangan yang kuat bahwa The Fed akan menaikan suku bunga pada bulan September. Sedangkan analis Goldman Sachs melihat bahwa The Fed akan menaikan suku bunga pada bulan desember ketimbang bulan September. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1088 dan $ 1077. Jika sentiment positif, kemungkinan emas akan kembali mencoba level $ 1100 dan akan test ulang resistance $ 1105 jika berhasil menembus $ 1105 akan memicu harga ke $1109. Pergerakan emas akan dipengaruhi data ekonomi yaitu GDP Amerika yang akan dirilis hari ini.

Harga minyak kembali melambung setelah rilis data persediaan minyak di Amerika oleh EIA (Energy Information Administration) yang melaporkan bahwa stok minyak US mengalami penurunan sekitar 4,2 juta barel, sebelumnya laporan API juga menyebutkan stok minyak di Amerika juga mengalami penurunan sekitar 1,9 juta barel. EIA juga menyebutkan stok bensin juga mengalami penurunan 363.000 barel. Harga minyak setidaknya bisa bernafas naik kembali seiring pasokan minyak mentah US mengalami penurunan namun perlu diingat pasokan minyak secara global masih berlimpah. Dollar US yang sempat melemah pasca pernyataan FOMC, belum mampu menambah kenaikan harga minyak bahkan cenderung koreksi. Hal ini mengindikasikan para investor minyak masih berhati-hati dalam transaksi minyak. Sementara itu Arab Saudi dikabarkan akan mengurangi produksi minyak selepas musim panas. Pengurangan tersebut akan dilakukan paling cepat pada bulan September sebesar 200.000 hingga 300.000 barel per hari, sehingga total produksi harian menjadi 10,3 juta barel per hari. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga Crude Oil akan test support $ 47.50 dan support berikutnya $46.67. Jika sentiment kembali positif, kemungkinan harga Crude Oil akan kembali meraih level $ 49 dan akan mencoba bertahan diatas level tersebut.

Fokus hari ini adalah rilis data ekonomi US yaitu GDP yang akan dirilis nanti malam jam 19.30 WIB. The Fed juga perlu melihat data tersebut karena akan menentukan kebijakannya lebih lanjut tentang kenaikan suku bunga. FOMC tadi pagi belum ada kepastian waktu kenaikan suku bunga, sehingga menimbulkan spekulasi yang berkembang di pasar. Goldman Sach lebih melihat kenaikan suku bunga pada bulan desember ketimbang bulan September. Sedangkan Deutsche Bank memaparkan pandangan yang kuat bahwa The Fed akan menaikan suku bunga pada bulan September. Sedangkan pandangan Analis RBS, perbaikan sector tenaga kerja amerika dan target inflasi akan kembali ke tujuan 2 % dalam jangka menengah. The Fed juga mengatakan pintu terbuka untuk kenaikan suku bunga setiap ada pertemuan berikutnya. Hal ini mirip dengan pertemuan pada bulan Juni. Sehingga pasca FOMC, Dollar US melemah terhadap mata uang rivalnya.

Aussie terpantau menguat tipis sesi asia pagi ini di level 0.7315 ( Monex Trader Platform jam 09.00 WIB ) seiring rilis data Impor mengalami kenaikan pada Q2 dan data Ekspor mengalami penurunan. Sedangkan data Izin bangunan mengalami penurunan.

Indeks Saham Hangseng bergerak naik turun dalam range pada sesi pembukaan pagi ini sedangkan Shanghai Comp dibuka turun 0,4 %. Pandangan investor dunia masih tertuju pada pergerakan saham China setelah beberapa hari kemarin adanya intervensi dari bank sentral China terkait mempertahankan bursa sahamnya karena lambatnya pertumbuhan ekonomi China. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 24500 dan memicu ke support berikutnya 24300. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan bergerak diarea resistance 24900 dan test ke 25000

news news

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart CLS10C time frame 240 menit, terlihat Formasi Falling Wedge, Kemungkinan penurunan ke 51.20

Klik gambar untuk memperbesar

CLS10CH4

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty