Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 3 Juli 2015

By on July 3, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 391 kali

Market Review Hari Ini – Emas semakin terbenam setelah tidak mampu memanfaat faktor safe haven pada krisis Yunani dan Dollar US mengalami penguatan dalam 2 sesi perdagangan namun tadi malam Dollar US melemah oleh data Nonfarm Payrolls yang kurang mengesankan. Data Nonfarm Payrolls US yang menunjukkan penambahan sebanyak 223.000 pekerjaan dan tingkat pengganguran turun berada pada level 5.3%. Emas berada dibawah level $ 1170, sempat bangkit dari level rendah $ 1156 oleh data Nonfaram Payrolls dan saat ini sesi asia mencoba bertahan dilevel $ 1160-an. Laporan tenaga kerja resmi AS mengindikasikan perekonomian perlahan bertumbuh setelah kelesuan di kuartal pertama. Hal ini menjaga peluang Federal Reserve akan menaikkan suku bunga secara bertahap di akhir tahun, sekaligus menjadi beban perdagangan emas. Emas yang memberikan imbal hasil hanya dari selisih harga, akan kesulitan bersaing dengan obligasi yang memberikan yield yang lebih kompetitif dalam kondisi suku bunga yang lebih tinggi. Pamor emas akan luntur jika data ekonomi US yang bagus akan semakin mendukung prospek kenaikan suku bunga The Fed. Investor emas akan mencermati akhir pekan ini yaitu referendum Yunani yang digelar besok minggu dan investor juga mencermati setiap data ekonomi US yang dirilis. Minggu depan fokus pada FOMC Meeting.  Secara teknikal, Jika sentiment kembali negative, kemungkinan emas akan kembali terkoreksi diarea support $ 1151. Jika sentiment kembali positif, emas akan mencoba meraih resistance $ 1176. Kemungkinan volume perdagangan relatif tipis menjelang hari libur Independence Day.

Harga Crude Oil bergerak perlahan dalam sesi asia pagi ini dikisaran $ 56.58 (Monex Trader Platform jam 08.34 WIB) setelah tadi malam sempat naik dikisaran $ 57.92 karena Dollar melemah oleh data Nonfarm Payrolls. Namun menjelang sesi Eropa berakhir, harga Crude Oil terkoreksi hingga akhir sesi Amerika tadi malam dilevel $ 56.50 karena laporan adanya penambahan jumlah rig di Amerika. Crude Oil juga tertekan oleh laporan pasokan minyak mentah di Amerika yang mengalami kenaikan versi API (American Petroleum Institute ) dan laporan versi EIA ( Energy information Administration). Sementara itu jumlah rig aktif di Amerika bertambah sebanyak 12 rig pada pekan lalu. Hal ini mengakhiri penurunan jumlah rig selama 29 pekan. Meskipun aktivitas pertambangan minyak Amerika kembali aktif, pasar minyak mentah global masih kelebihan pasokan, sinyal bearish masih terlihat sedangkan permintaan juga belum menunjukkan kenaikan. Sementara itu jika sanksi Iran dicabut, Iran juga siap mengirimkan minyaknya ke kawasan asia, hal ini akan semakin menamnah persediaan minyak global. Akhir minggu ini investor minyak juga mencermati referendum Yunani yang diselenggarakan besok minggu, 5 juli. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga Crude Oil akan mencoba test support $ 56.00 dan jika sentiment kembali positif,kemungkinan harga Crude Oil akan kembali bergerak  area resistance level $ 58.00.

Dollar US melemah terhadap berbagai mata uang utama kerena data tenaga kerja dirilis jatuh dibawah ekspektasi, sehingga peluang kenaikan suku bunga The Fed mundur menjadi tahun 2016, namun pelemahan Dollar masih terbatas sembari menantikan hasil referendum Yunani di akhir pekan. Laju nonfarm payrolls tumbuh 223,000 di bulan lalu, selain itu data bulan April dan Mei direvisi Departemen Tenaga Kerja lebih lemah 60,000 dibanding laporan semula. Tingkat pengangguran turun menjadi 5.3%. Euro mencoba bertahan didekat level 1.1100 setelah awal minggu ini rally naik hingga 1.1276 kemudian berbalik melemah karena krisis Yunani dan berbagai data Eropa. Euro juga rebound oleh data Nonfarm Payrolls US. Saat ini semua mata tertuju pada referendum Yunani yang akan diselenggarakan akhir pekan ini. Sementara itu sterling juga  mengalami penguatan karena data Nonfarm Payrolls US dan data domestic Inggris survey sector kontruksi Inggris yang berhasil naik melebihi perkiraan.

Sementara itu aussie melemah tajam oleh data domestic Australia yaitu data penjualan ritel Australia pagi ini yang mengecewakan. Data ini melengkapi serangkaian data kurang mengesankan lainnya dari Australia sepanjang pekan ini. Aussie terhadap Dollar US melemah hingga di bawah level 0.7600. Pekan depan aussie akan terfokuskan pada RBA Rate Statement.

Volume perdagangan mata uang hari ini relative tipis karena market US libur oleh Independence Day dan terfokuskan pada referendum Yunani akhir pekan ini.

Indeks Saham Hangseng melemah pagi ini mengikuti bursa Wall Street yang melemah tipis seiring data Nonfarm Payrolls US yang buruk dan menjelang referendum Yunani yang digelar akhir pekan ini. Secara teknikal, jika sentiment masih negative, Indeks Saham Hangseng kemungkinan akan mencoba test support 26140 dan memicu untuk test psikologis price 26000. Jika sentiment positif, Indeks Saham Hangseng kemungkinan akan mencoba level resistance 26450

news

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart NZDUSD time frame 60 menit  terlihat Channel Down, Kemungkinan kenaikan ke 0.6750

Klik gambar untuk memperbesar

NZDUSDH1

 

Pada Chart XAUUSD time frame 240 menit, terlihat Formasi Head and Shoulders, Kemungkinan penurunan ke 1156

Klik gambar untuk memperbesar

XAUUSDH4