Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 3 Desember 2015

By on December 3, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 300 kali

Market Review Hari Ini – Komentar Gubernur The Fed, Janet Yellen yang mengekpresikan keyakinannya bahwa perekonomian Amerika mengindikasikan potensi untuk kenaikan suku bunga makin terbuka pada rapat moneter pertengahan Desember. Dari data ekonomi sejak rapat moneter Oktober masih mengindikasikan perbaikan pasar tenaga kerja, yang menambah keyakinan bank sentral bahwa laju inflasi kembali dekati target The Fed di 2 persen. Komentar tersebut langsung direspon penguatan Dollar AS dan membuat emas melemah cukup dalam. Data ADP juga turut menyeret emas melemah hingga  berlanjut pada sesi Asia pagi ini. Perdagangan emas sejauh ini melemah dilevel $ 1047. Emas melemah dilevel rendah 6 tahun terakhir dan masih berpotensi lanjut turun lagi jika hasil nonfarm payroll besok jumat menguntungkan Dollar AS menguat. The Fed menyebut kenaikan suku bunga tergantung data ekonomi, sehingga data non-farm payrolls pada hari Jumat akan menjadi krusial. Kenaikan suku bunga akan menguatkan dollar dan meningkatkan biaya opportunity emas yang juga tidak memberikan imbal hasil. Pasca komentar tersebut, probabilitas kenaikan suku bunga di bulan Desember berada di atas 75%, berdasarkan FedWatch dari CME. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1044 dan test support selanjutnya $ 1026. Jika sentimen positif, kalau ada penguatan maka emas akan test resistance $ 1066.

EIA melaporkan persediaan minyak AS naik 1,2 juta barel, mematahkan ekspektasi penurunan 600.000 barel. Persediaan bensin naik 100.000 barel, sementara minyak distilasi bertambah 3,1 juta barel.  Harga minyak mentah WTI kemudian merosot ke bawah $40 per barel setelah EIA melaporkan kenaikan persediaan minyak dalam 10 pekan beruntun. Kenakan persediaan tersebut berkontribusi terhadap berlimpahnya supply global, selain itu penguatan Dollar AS Setelah Gubernur The Fed memberikan komentar ke publik terkait kemungkinan naiknya suku bunga juga memberikan tekanan bagi harga minyak. OPEC sepakat untuk menurunkan jumlah produksi. Namun harga minyak kembali melemah setelah pejabat terkait dari Iran mengatakan Arab Saudi dan negara-negara Teluk tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut. Arab Saudi merupakan produsen minyak terbesar di OPEC, tanpa dukungan dari Arab Saudi pengurangan jumlah produksi tidak akan banyak berdampak pada penurunan supply global. Pada sesi Asia pagi ini minyak mencoba bertahan didekat level $ 40. Hasil rapat OPEC besok jumat juga sangat ditunggu oleh pelaku minyak. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 39.00 dan $ 38.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 41.00 dan resistance selanjutnya $ 42.75

Euro anjlok menuju level terendah dalam 7-1/2 bulan terhadap dollar pada hari Rabu, pasca data inflasi zona euro yang buruk menguatkan peluang European Central Bank akan melonggarkan kebijakan moneternya secara agresif pekan ini. Laju inflasi zona euro stabil pada tingkat tahunan sebesar 0.1% di bulan November, di bawah ekspektasi sebesar 0.2% dan jauh di bawah target bank sentral yaitu berada tipis di bawah 2%. Hal tersebut memperkuat spekulasi bahwa bank sentral akan memangkas tingkat suku bunga lebih dalam lagi menuju area negatif, menekan sentimen terhadap euro. Sementara itu Dollar Kanada tertopang keputusan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga acuan pada 0,5% yang dibarengi dengan proyeksi optimis. Namun penurunan harga minyak mentah, ekspor utama Kanada, dan meroketnya indeks Dollar berpotensi membenamkan Loonie yang akan rapuh tanpa data domestik sampai hari Jumat. Bank of Canada (BoC) menilai pemulihan ekonomi mulai terlihat seperti ekspektasi dengan momentum dari ekspor non-energi dan pelemahan mata uang domestik membantu dampak negatif dari kejatuhan harga minyak global. Tapi BoC tetap memperingatkan pasar dengan ekspektasi aka nada perlambatan pertumbuhan Kanada pada kuartal IV. Sedangkan Sterling memberikan performa paling buruk diantara mata uang utama setelah laju pertumbuhan konstruksi Inggris pada bulan November turun ke level terendah 2-tahun. PMI Konstruksi Inggris merupakan data kedua dari tiga data PMI Inggris menyusul data manufaktur yang juga mengecewakan saat dirilis sehari sebelumnya.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 22303. Bursa saham AS berjangka melemah pada perdagangan hari Rabu, diawali dengan kejatuhan saham sektor energi. Saham sektor energi pada indeks S&P500 telah anjlok 2.4%, sedangkan minyak mentah berjangka jatuh tajam setelah dilaporkan kenaikan supply minyak AS menambah kekhawatiran atas melimpahnya pasokan minyak global. Gubernur Fed Janet Yellen di hari Rabu, mengekspresikan keyakinan terhadap perekonomian AS, pertanda bahwa The Fed mungkin telah siap menaikkan suku bunga pada rapat moneter bulan ini. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22100. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22550.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart XAUUSD time frame 30 menit  terlihat Formasi Triangle,  Kemungkinan penurunan ke 1045.00

Klik gambar untuk memperbesar

XAUUSD.mM30

 

Pada Chart GBPAUD time frame 60 menit, terlihat Formasi Channel Down,  Kemungkinan kenaikan ke 2.05200

Klik gambar untuk memperbesar

GBPAUD.mH1