Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 29 Desember 2015

By on December 29, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 268 kali

Market Review Hari Ini – Pada perdagangan kemarin harga emas melemah, sejalan dengan pelemahan di harga minyak mentah, menyerahkan beberapa penguatan pada pekan lalu, namun pergerakan pada hari Senin terbatas dalam likuiditas yang tipis dalam pekan yang singkat karena banyak hari libur. Dan Heckman, konsultan investasi nasional untuk U.S Bank Wealth Management di Kansas City mengatakan bahwa saat ini adalah tahun dimana investor terlihat lebih besar mengalami kerugian dalam portofolio mereka dibanding mendapatkan keuntungan dari modal mereka. Dia juga menambahkan bahwa secara teknikal dan fundamental, emas berada di titik yang buruk disini dan kita tampaknya tidak akan benar-benar melihat dukungan sampai kita mendapatkan suatu momen di tahun 2016. Kami melihat banyak uang yang ditarik dari komoditas ETF dan tidak ada minat beli disana. Menjelang berakhirnya tahun 2015, emas telah kehilangan nilainya sebesar 9%, dan akan mencatat penurunan tiga tahun beruntun. Para trader dan analis memperkirakan harga emas akan turun ke level $1.000 per troy ounce bahkan mungkin lebih rendah. Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga secara bertahap secara tradisional menjadi sentimen negatif bagi emas yang merupakan aset tanpa imbal hasil. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1060 dan support berikutnya $ 1054. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1081 dan resistance berikutnya $ 1085.

Harga minyak mentah melemah lebih dari 3% pada perdagangan kemarin dengan minyak Brent kembali ke dekat level terendah 11 tahun dan diperdagangkan lebih rendah terhadap minyak AS, ditekan oleh konsumsi minyak Jepang yang lemah dan diperbaharui oleh ketakutan atas kelebihan suplai. Pada perdagangan kemarin, harga minyak melemah seiring data jepang yang menunjukkan penjualan minyak berada pada level rendah 46 tahun dari pembeli minyak mentah terbesar keempat dunia. Minyak turun lebih besar di sesi New York, karena beberapa trader memperhitungkan rebound selama dua hari sebelum natal, dimana minyak naik sekitar $2, yang dianggap cukup berlebihan. OPEC menyiratkan melimpahnya minyak lebih dari 2 juta barel perhari, itu sama dengan dengan lebih dari 2% dari permintaan dunia. Disisi lain Iran kembali menegaskan ambisinya untuk meningkatkan ekspor minyak mentahnya setelah sanksi ekspornya dicabut. Deputi Menteri Perminyakan Iran, Rokneddin Javadi, dikutip mengatakan akan menambahkan ekspor minyak mentahnya sebsar 500.000 barel per hari dalam sepekan setelah sanksinya dihapuskan. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 36.00 dan support berikutnya $ 35.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 37.60 dan resistance selanjutnya 38.60

Dollar naik dari titik rendah 2-bulan vs Yen di hari Senin, sementara trend pelemahan harga minyak berimbas pada mata uang komoditas seperti Aussie dan Dollar Canada yang merosot hampir 1/3 persen. Bursa Aussie dan pasar London yang memperdagangkan mata uang masih ditutup untuk libur lokal selain itu sebagian besar dealing room utama di Eropa masih kosong. Namun masih terdapat pergerakan di beberapa pasar aset khususnya setelah harga minyak anjlok lebih dalam hingga 1 persen. Katalis negatif Aussie lainnya antara lain, data industrial profits dari China yang dirilis akhir pekan juga menunjukkan awal yang buruk untuk 2016, sehingga berimbas negatif pada mata uang Aussie.

Euro menguat terhadap dollar pada hari Senin, trader mengabaikan komentar dari pejabat European Central Bank, Yves Mersch yang mengakatakn masih adanya ruang untuk pelonggaran moneter lebih lanjut. Mengutip laporkan Bloomberg, Mersch, yang merupakan anggota dewan eksekutif ECB, mengatakan para pembuat kebijakan “belum menggunakan semua amunisi.” Euro kini menuju kinerja bulanan terbaik terhadap dollar sejak April meski ECB menambah quantitative easing dan Federal Reserve AS menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak tahun 2006.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up dilevel 21907 namun pergerakan indeks hangseng langsung berhasil menutup gap, beberapa menit setelah open market.  Bursa saham AS mengawali perdagangan pekan terakhir tahun 2015 dengan negatif, seiring sentimen terbebani oleh penurunan baru harga minyak. Harga minyak mentah anjlok lebih dari 3% pada hari Senin, tertekan oleh data konsumsi minyak Jepang yang lemah dan kekhawatiran baru tentang kelebihan pasokan. Sektor energi merosot lebih dari 1,5% untuk membawa S&P 500 ditutup turun 0,22%, yang sekaligus menyeret S&P kembali ke teritori negatif untuk tahun ini. Dow Jones Industrial Average berakhir 0,14% lebih rendah. Indeks Nasdaq Composite juga tergelincir 0,15%. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 21500. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22100.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart AUDUSD time frame 60 menit terlihat Formasi  Flag,  Kemungkinan kenaikan ke 0.72750

Klik gambar untuk memperbesar

AUDUSD.mH1

 

Pada Chart EURJPY time frame 15 menit, terlihat Formasi Triangle,  Kemungkinan kenaikan ke 132.350

Klik gambar untuk memperbesar

EURJPY.mM15

 

Pada Chart XAUUSD time frame 30 menit, terlihat Formasi Channel Down , Kemungkinan kenaikan ke 1074.00

Klik gambar untuk memperbesar

XAUUSD.mM30