Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 28 Januari 2016

By on January 28, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 311 kali
gold-for-oil

Market Review Hari Ini – Harga emas masih cukup kuat bertahan didekat area puncak 12 pekan, pada perdagangan kemarin emas menguat hingga level $ 1128. Didukung Dollar AS yang melemah, setelah para penentu kebijakan moneter Federal Reserve mengindikasikan kewaspadaannya pada gejolak dalam pasar finansial global tahun ini. Lebih lanjut, investor juga menilai terdapat peluang tingkat suku bunga AS akan tetap rendah dalam waktu yang lebih lama. Sedikit berbeda dengan pernyataan sebelumnya, pernyataan Federal Open Market Committee (FOMC) menggarisbawahi akan mengawasi dengan ketat perkembangan ekonomi dan finansial global serta terus mengkalkulasikan potensi dampak global dalam perekonomian AS. Hal ini kemudian membuat Fed terlihat mulai menyadari peningkatan gejolak dalam pasar atau perlambatan pertumbuhan global dapat membuat bank sentral AS perlu mempertimbangkan rencana kebijakan moneter yang dinilai cukup hawkish saat pertemuan sebulan sebelumnya. Ekspektasi untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed di bulan Maret mulai memudar karena meningkatnya resiko pertumbuhan, yang seharusnya meningkatkan harga untuk emas yang merupakan aset non imbal hasil. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1115 dan support berikutnya $ 1109. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1130 dan resistance berikutnya $ 1136.

Harga minyak mentah berakhir menguat untuk 2-sesi beruntun setelah berita terkait peluang kerja sama Rusia dan OPEC serta penurunan suplai minyak mentah di pusat penyimpanan terbesar AS dan berkurangnya persediaan minyak hasil penyulingan. Penguatan pasar sempat berkurang pasca laporan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC), mengikuti koreksi pasar saham AS, namun mampu berbalik naik kembali menjelang penutupan. Sementara itu stok minyak mentah versi EIA melaporkan adanya kenaikan stok minyak AS sebesar 8,4 juta barel. Hal ini membawa stok minyak AS ke rekor tertinggi 494,9 juta barrel. Sebelumnya, laporan American Petroleum Institute menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik sebanyak 11,4 juta barrel pada pekan lalu menjadi 496,6 juta barrel. Menteri Energi Rusia mengatakan ada peluang koordinasi dengan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) menjadi salah satu topik diskusi dalam pertemuan dengan perusahan minyak Rusia pada hari Rabu, Produsen non-OPEC terbesar, Rusia, telah ungkap keengganan memangkas produksinya, terkait kompetisinya mempertahankan pangsa pasar menghadapi produsen besar lain, Arab Saudi. Pada sesi asia pagi ini harga minyak bergerak dilevel $ 32.00. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 30.13 dan support berikutnya $ 29.20. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 33.30 dan resistance selanjutnya 34.40.

Dollar Australia menguat terhadap sebagian besar mata uang utama setelah laporan dari pemerintah menunjukkan inflasi naik. Aussie naik untuk hari kedua terhadap greenback karena data ekonomi yang dirilis membuat para trader untuk mengurangi keyakinan mereka bahwa Reserve Bank of Australia akan menurunkan biaya pinjaman pada pertengahan tahun ini. Analis mata uang di Commonwealth Bank of Australia di Sydney mengatakan bahwa Aussie menguat karena angka inflasi yang sedikit lebih kuat dari perkiraan dan itu telah mengurangi resiko pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Sterling melemah pada hari Rabu terhadap semua dari 16 mata uang utama, karena pasar ekuitas Eropa tergelincir dari level penutupan tertinggi dalam hampir dua pekan. Sterling telah turun sekitar 2.7% terhadap dollar di tahun 2016 karena gejolak di pasar yang dipicu oleh China dan kejatuhan harga minyak, yang dikombinasikan dengan Inggris yang mungkin akan mengadakan pemilihan untuk meninggalkan Uni Eropa, membantu mendorong investor menjauh dari aset Inggris yang dimana mereka sudah menyaksikan pemulihan ekonomi domestik yang tidak merata.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 18998. Bursa Wall Street ditutup melemah lebih dari 1% pada hari Rabu, kendati kenaikan pada harga minyak, seiring hasil laporan earnings kuartalan yang mengecewakan dan pernyataan the Fed memicu kecemasan terhadap laju pertumbuhan ekonomi global. Indeks saham utama awalnya bertahan dekat level pembukaan menyusul dirilisnya pernyataan the Fed, sebelum kemudian bergerak menembus level rendah sesi. Dow Jones sempat anjlok lebih dari 250 poin dan Nasdaq turun lebih dari 2%. S&P 500 juga sempat anjlok sebanyak 1.5%. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 18900 dan 18740. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 19250 dan 19420.

NEWS

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart NZDUSD time frame 60 menit terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan penurunan ke 0.63750

Klik gambar untuk memperbesar

NZDUSD.mH1

 

Pada Chart GBPCHF time frame 60 menit, terlihat Formasi Rising Wedge,  Kemungkinan penurunan ke 1.43680

Klik gambar untuk memperbesar

GBPCHF.mH1

 

Pada Chart CLS10 time frame 60 menit, terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan kenaikan ke 33.40

Klik gambar untuk memperbesar

CLS10H1

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty