Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 28 Desember 2015

By on December 28, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 236 kali

Market Review Hari Ini – Para analis mengatakan bahwa dengan kenaikan suku bunga AS untuk pertama kalinya dalam hampir sedekade yang sudah terjadi, fokus saat ini adalah laju kenaikan suku bunga selanjutnya. Suku bunga yang lebih tinggi akan melukai emas yang merupakan aset non imbal hasil,  yang outlooknya saat ini sebagian besar masih bearish, dengan banyak orang prediksi akan turun ke bawah $1.000 per barel pada akhir tahun depan. Harga emas telah melemah sekitar 9% pada tahun ini, yang mana akan menjadi penurunan untuk tahun ketiga beruntun, yang sebagian besar karena ekspektasi The Fed akan naikan suku bunga, yang sudah dinaikan pada bulan ini. Julius Baer, analis di Warren Kreyzig mengatakan bahwa kenaikan suku bunga AS, sudah berikan banyak sentimen negatif terhadap emas namun saat ini tampaknya sudah mulai seimbang kembali, yang mana itu telah berikan dukungan terhadap harga emas dalam jangka pendek. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1068 dan support berikutnya $ 1060. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1082 dan resistance berikutnya $ 1089.

Minyak mentah AS menguat, mendapatkan dukungan dari cadangan yang turun, berkurangnya pengeboran dan dicabutnya larangan ekspor minyak mentah AS, yang telah mendorong premi minyak mentah AS menyamai minyak mentah global Brent untuk pertama kalinya dalam tahun ini. Analis minyak di Petromatrix di Swiss mengatakan bahwa untuk saat ini, masih ada kelebihan suplai untuk minyak dan jumlah yang besar di dalam cadangan. Minyak mentah dapatkan dukungan dari data terbaru pada suplai minyak dari AS. Cadangan minyak mentah, yang diperkirakan akan naik, ternyata hasilnya turun 5.88 juta barel, dilaporkan oleh Energy Information Administration. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 37.00 dan support berikutnya $ 36.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 38.30 dan resistance selanjutnya 39.00

Sterling membukukan penguatan mingguan dan menjauhi level terendah delapan bulan. Rebound sterling kemingkinan berlanjut pada hari Senin setelah dollar menunjukkan pelemahan meski data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS yang dirlis hasilnya lebih baik dari ekspektasi pada hari Kamis. Sterling sebelumnya merosot hingga menyentuh level terendah delapan bulan setelah para ekonom mengatakan Bank of England paling cepat akan menaikkan suku bunga pada bulan Mei tahun depan. Pasar finansial bahkan lebih pesimis dengan memperkirakan kenaiklan suku bunga di Inggris baru akan terjadi pada akhir 2016 atau awal 2017. Inggris juga menghadapi risiko “Brexit”, dua pekan lalu volatilitas sterling meningkat ke level tertinggi sejak Mei setelah PM David Cameron mengatakan ada “momentum” untuk mencapai kesepakatan mengenai keanggotaan Inggris di Uni Eropa pada pertemuan para pemimpinnya 18 – 19 Februari mendatang.

Yen berpotensi melemah pada hari Senin setelah data menunjukkan inflasi inti Jepang naik untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir di bulan November, namun belanja konsumen yang merosot, memicu keraguan akan proyeksi Bank of Japan yang menyebut konsumsi dalam negeri akan membantu inflasi berakselerasi mencapai target 2%. Data-data yang variatif menghidupkan kembali ekspektasi penambahan stimulus, apalagi Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda, mengatakan akan melakukan apa saja untuk mencapai target inflasi. Namun, pelemahan bursa saham Jepang pada hari Jumat dapat menjaga kinerja yen di hari Senin.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart CLS10 time frame 240 Menit  terlihat Formasi  Channel Down,  Kemungkinan kenaikan ke 39.40

Klik gambar untuk memperbesar

CLS10H4

 

Pada Chart EURJPY time frame 60 menit, terlihat Formasi Triangle,  Kemungkinan kenaikan ke 132.900

Klik gambar untuk memperbesar

EURJPY.mH1

 

Pada Chart NZDUSD time frame 60 menit, terlihat Formasi Inverse Head and Shoulders , Kemungkinan kenaikan ke 0.68670

Klik gambar untuk memperbesar

NZDUSD.mH1