Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 27 Oktober 2015

By on October 27, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 313 kali

Market Review Hari Ini – Emas masih bergerak di kisaran $ 1164 pada sesi perdagangan Asia pagi ini. Pada perdagangan kemarin, Emas cenderung stagnan antara $1162 – $ 1169, tampaknya investor emas berhati – hati dalam perdagangan emas terlebih lagi minggu ini The Fed akan menggelar rapat moneter. The Fed semakin dekat untuk naikan suku bunga pertama mereka dalam hampir satu dekade, meskipun belum tahu kapan perkiraan untuk waktu yang jelas. Investor awalnya yakin bahwa bank sentral AS akan mendorong untuk menunda kenaikan suku bunga mengingat kerapuhan ekonomi global, namun pembelian terhadap Dollar AS seketika melambung pada pandangan bahwa stimulus China dan data ekonomi AS yang optimis membuat kenaikan suku bunga Fed menjadi lebih mungkin di tahun ini. Pasar masih kesulitan mengestimasi waktu Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam hampir satu dekade dan kini mulai bersiap menantikan pertemuan 2-hari bank sentral AS yang akan dimulai hari Selasa. Peluang the Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan ini sangatlah kecil, tapi pasar tetap akan menelaah pernyataan hasil rapat untuk mencari petunjuk pandangan the Fed akan kondisi ekonomi global dan kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan Desember. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1154 dan test support selanjutnya $ 1145. Jika sentimen positif, kemungkinan emas melanjutkan penguatannya test resistance $ 1176 dan resistance selanjutnya $ 1186.

Minyak kembali melemah, stok global masih berlimpah sedangkan permintaan belum kunjung meningkat. Faktor persediaan membuat harga minyak sulit naik tinggi dan perusahaan tambang nyaris merugi. Beberapa perusahaan di Amerika Serikat dan Kanada sudah menghentikan operasionalnya karena marjin keuntungan yang didapat tidak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan. Menurut lembaga riset Baker Hughes, jumlah kilang di Amerika Serikat turun menjadi hanya 594 pekan lalu, sekaligus menandai penurunan jumlah ‘rig’ selama delapan pekan beruntun. Analis sudah memperingatkan tingginya suplai minyak mentah global yang telah menjatuhkan harga dalam setahun terakhir dapat menjadi surplus produk hasil penyulingan minyak. Aktivitas penyulingan terakselerasi untuk memanfaatkan murahnya harga minyak mentah, sayangnya tingkat permintaan sulit mengejar ketinggalan. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 43.50 dan $ 43.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 44.50 dan $ 45.00.

Pekan ini pelaku pasar akan mencermati event pertemuan bank sentral dan laporan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat kuartal III. Khusus untuk meeting Fed, investor menunggu realisasi wacana kenaikan suku bunga acuan, yang isunya sudah berhembus kencang selama setahun terakhir. Memang kecil kemungkinan bagi bank sentral untuk mengubah kebijakannya dalam waktu dekat, namun komentar dari pejabat tingginya nanti bisa memberi petunjuk kapan waktu kenaikan bunga, apakah tahun 2015 atau tertunda hingga tahun depan. Dollar AS terlempar dari level tertinggi 2-1/2 bulan terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Senin seiring penurunan imbal hasil Treasury dan penjualan rumah baru bulan September menghidupkan kembali kekhawatiran tentang ekonomi AS, sebelum pertemuan kebijakan 2 hari Federal Reserve. Pemerintah melaporkan penjualan rumah baru di AS anjlok 11,5% mendekati level terendah 1-tahun pada bulan September, setelah mencatat kenaikan 2 bulan berturut-turut. Yang menekan imbal hasil Treasury bersama Greenback.

Euro beranjak lebih tinggi seiring indeks Dollar tergelincir dari level puncak 11-minggu pada hari Senin. Namun kenaikan mata uang tunggal masih terbatasi oleh prospek pelonggaran ECB dan memburuknya kondisi bisnis Jerman bulan ini. Sebelumnya, Euro telah tertekan sejak akhir pekan lalu pasca Presiden European Central Bank Mario Draghi mengisyaratkan kemungkinan pelonggaran moneter lebih lanjut di akhir tahun ini. Sementara itu, Sterling beranjak menjauhi level terendah 12-hari versus Dollar AS pada hari Senin, seiring pelemahan Greenback pasca rally yang dipicu oleh divergensi outlook kebijakan antara Federal Reserve dan bank sentral lainnya. Sejauh ini BoE diprediksi akan mengikuti kenaikan suku bunga Fed, meskipun investor mengharapkan bank sentral Inggris masih akan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah sampai setidaknya tahun 2017. Untuk hari Selasa, investor akan memantau data pertumbuhan Inggris kuartal ke-3 untuk mencari petunjuk terbaru tentang ekonomi Inggris.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up tipis dilevel 23101, Bursa saham AS ditutup mix pada hari Senin, mempertahankan gain pekan lalu, seiring investor bersiap untuk menghadapi pekan yang penuh dengan laporan earnings serta pengumuman dari bank sentral. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22900. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 23300.

news

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart EURJPY time frame 60 menit  terlihat Formasi Falling Wedge  Kemungkinan kenaikan ke 134.100

Klik gambar untuk memperbesar

EURJPY.mH1