Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 26 Oktober 2015

By on October 26, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 291 kali

Market Review Hari Ini – Emas sempat rally ke harga tertinggi pada perdagangan hari Jumat $1179 bersama penguatan bursa saham tidak lama setelah bank sentral China mengumumkan paket kebijakan terbarunya. Namun penguatan tidak berlangsung lama menyusul meroketnya valuasi Dollar AS dan terbukanya peluang kenaikan suku bunga di AS untuk tahun ini.  People’s Bank of China (PBoC) memangkas suku bunga acuan untuk keenam kalinya sejak bulan November demi mendorong pertumbuhan yang menjauh dari target 7% bank sentral. People’s Bank of China (PBOC) menurunkan tingkat suku bunga deposito satu tahun sebesar 25 basis poin menjadi 1,5%, dan 25 basis poin untuk suku bunga pinjaman satu tahun menjadi 4,35%. Langkah tersebut ditujukan untuk menggairahkan kembali perekonomian yang melambat. Fokus investor emas akan tertuju pada agenda The Fed yang akan mengadakan rapat moneter pada minggu ini. Penguatan Dollar AS merupakan beban dalam perdagangan emas yang berdenominasi Dollar AS karena emas dinilai menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lainnya. Begitu pula peluang penguatan suku bunga di AS merupakan tekanan bagi pasar emas yang tidak memberikan imbal hasil berupa bunga. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1155 dan test support selanjutnya $ 1147. Jika sentimen positif, kemungkinan emas melanjutkan penguatannya test resistance $ 1176 dan resistance selanjutnya $ 1188.

Minyak kembali melemah hingga $ 44.20 pada hari Jumat lalu, seiring penguatan Dollar AS setelah People’s Bank of China (PBOC) menurunkan tingkat suku bunga deposito satu tahun sebesar 25 basis poin menjadi 1,5%, dan 25 basis poin untuk suku bunga pinjaman satu tahun menjadi 4,35%. Langkah tersebut ditujukan untuk menggairahkan kembali perekonomian yang melambat. Namun menurut analis, melemahnya minyak karena efek sesaat dari penguatan Dollar AS. Disisi fundamental lainnya, China adalah konsumen kedua terbesar minyak, dengan terpacunya aktivitas ekonomi akan berdampak pada kenaikan permintaan dari konsumen minyak terbesar kedua di dunia tersebut. Sementara itu, perusahaan Baker Hughes melaporkan jumlah rig yang aktif mengeksplorasi minyak dan gas di AS berkurang hanya satu unit menjadi 594. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 44.00 dan $ 43.30. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 45.60 dan $ 46.50.

Euro melemah hingga menembus ke bawah level rendah 2-bulan pada hari Jumat, masih berada di bawah tekanan setelah sejumlah sinyal langkah lebih lanjut oleh European Central Bank memicu penurunan harian terbesar euro sejak Januari pada hari Kamis dan dengan pemangkasan suku bunga sebanyak 25 basis poin oleh People’s Bank of China. PelemahanYen terhadap Dollar AS berlanjut untuk 7 sesi beruntun setelah stimulus bank sentral menghapuskan dampak komentar tokoh berpengaruh dalam ekonomi Jepang terkait spekulasi pelonggaran moneter Bank of Japan (BoJ). Indeks Dollar memperpanjang rally-nya setelah bank sentral China pangkas dua suku bunga utamanya. Strategi pelonggaran China menghapuskan keuntungan Yen yang didapatkan ketika Menteri Keuangan Jepang Taro Aso menyampaikan keraguannya pada pengaruh penambahan stimulus dalam mencapai target inflasi yang stabil. Etsuro Honda, penasihat khusus PM Shinzo Abe dan arsitek kebijakan ekonomi Abenomics, mendukung sentimen dan mengatakan BoJ tidak perlu melakukan meningkatkan stimulus dalam waktu dekat. Kedua pernyataan ini meredam spekulasi BoJ akan menambahkan stimulus pada pertemuan pekan depan.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 22409, Bursa saham AS menguat tajam di hari Jumat setelah bank sentral China kembali menurunkan suku bunga dan tiga raksasa teknologi melaporkan laba yang bagus. Wall Street dibuka menguat tajam, dan melanjutkan penguatan di perdagangan siang, hingga Indeks Nasdaq berakhir di level tertinggi sejak 19 Agustus. Bank sentral China menurunkan suku bunga sebanyak enam kali sejak november tahun lalu, tingkat suku bunga acuan kembali diturunkan sebesar 25 basis poin dan saat ini menjadi 4,35%. Indeks S&P 500 menguat 1,1% menjadi 2.075,16. Dow Jones naik 0,9% menjadi 17.646,97, dan Nasdaq memimpin sebesar 2,3% menjadi 5.031,86. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 23180. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 23650.

news

Analisa Teknikal

Pada Chart EURUSD time frame 60 menit  terlihat Formasi Falling Wedge  Kemungkinan kenaikan ke 1.10750

Klik gambar untuk memperbesar

EURUSD.mH1

 

Pada Chart GBPJPY time frame 60 menit, terlihat Formasi Rising Wedge,  Kemungkinan penurunan ke 185.000

Klik gambar untuk memperbesar

GBPJPY.mH1