Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 26 Mei 2016

By on May 26, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 285 kali

Market Review Hari Ini – Ekspektasi kenaikan suku bunga AS, telah membuat harga emas kembali tenggelam pada perdagangan kemarin, menyentuh remdah 1217. Berdasarkan data dari pasar perdagangan berjangka, tingkat keyakinan untuk kenaikan suku bunga AS berada di level 40% pada hari Rabu, naik dari 30% dari hari selasa dan jauh lebih tinggi dari level 4% pada sepekan yang lalu. Sementara itu tingkat keyakinan untuk kenaikan di bulan Juli sekitar 60%. Pergerakan emas sangat sensitif dengan kenaikan suku bunga yang mengakibatkan peningkatan opportunity costdari aset tanpa imbal hasil. Emas turun ke level terendah tujuh pekan pada hari Rabu akibat data penjualan rumah yang bagus di hari sebelumnya meningkatkan ekspektasi Federal Reserve AS akan segera menaikkan suku bunga. Secara teknikal, jika sentiment negative kemungkinan emas akan kembali test support 1211 dan 1205. Jika sentiment positif, emas kemungkinan akan test resistance 1236 dan 1242.

Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak AS turun sebanyak 4,2 juta barel menjadi 537,1 juta barel dalam sepekan yang berakhir. Sebelumnya American Petroleum Institute (API) melaporkan penurunan sebanyak 5,1 juta barel, sementara analis yang disurvei S&P Global Platts memperkirakan penurunan sebanyak 3,3 juta barel. Berdasarkan laporkan EIA Persediaan bensin naik sebanyak 2 juta barel, sementara minyak distilasi turun 1,3 juta barel. Minyak WTI kali terakhir diperdagangkan di atas $50 per barel pada pertengahan Oktober lalu. Harga minyak masih menunjukan penguatan, hal ini ditopang beberapa fundamental yang mendukung penguatan. Terus menyusutnya persediaan minyak mentah, kekurangan pasokan dan pemogokan pekerja minyak yang terjadi di seluruh dunia berdampak positif pada harga minyak di tahun ini, demikian pernyataan kepala riset energi Eropa di Citigroup, Rabu. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak akan menguji support 48.00 dan support berikutnya 47.00 Jika sentiment positif, kemungkinan harga minyak akan menguji resistance 50.00 dan resistance berikutnya 51.00.

Dollar AS menyentuh level tinggi 2-bulan terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Rabu dalam ekspektasi Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, namun dollar AS harus memangkas gainnya terhadap euro seiring adanya kemajuan pada diskusi bailout Yunani. Meneri keuangan zona euro hari Rabu pagi menyetujui pengucuran dana bantuan senilai 10.3 milyar euro untuk Yunani sebagai ganti reformasi fiskal yang dilakukan oleh koalisi sayar kiri pimpinan Perdana Menteri Alexis Tsipras. Euro menguat terhadap yen seiring rally pada harga obligasi pemerintah Eropa pasca berita Yunani dirilis. Euro juga menguat tipis terhadap Dollar AS yang sebelumnya sempat jatuh ke level 1.11320 dikarenakan penguatan Dollar AS dan beberapa data Eropa yang kurang memuaskan.

Sterling memperoleh kekuatannya untuk kembali melesat ke level tinggi 3-1/2-bulan terhadap euro pada hari Rabu setelah sejumlah pasar taruhan mengecilkan peluang Inggris akan memilih untuk bertahan di dalam Uni Eropa menjadi 1/7, mengindikasikan peluang sekitar 85% atas hasil tersebut. Sebagian besar ekonom dan strategis mengatakan hasil Brexit pada referendum tanggal 23 Juni akan memukul perekonomian Inggris dan membuat sterling anjlok. Agensi rating S&P pada hari Rabu memperingatkan bahwa Brexit dapat mengancam posisi sterling sebagai mata uang caadangan dunia dan kaitannya dengan rating kredit AAA. Sterling juga menguat terhadap Dollar AS menyentuh level 1.47290.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 20369. Indeks Saham AS menguat pada hari Rabu, dipimpin sektor energi terpicu penguatan minyak mentah AS ke atas $49 per barel dan menyentuh level tertinggi baru di tahun ini. Data mingguan dari EIA menunjukkan penurunan stok minyak AS sebanyak 4,23 juta barel. Laporan tersebut menyusul rilis dari API yang menunjukkan penurunan stok sebanyak 5,1 juta barel. Minyak WTI kali terakhir diperdagangkan di atas $50 per barel pada pertengahan Oktober lalu. Indeks-indeks utama kini menuju penguatan sekitar sekitar 2% atau lebih setelah membukukan kinerja harian terbaik sejak Maret pada hari Selasa. Indeks Dow Jones menguat 145,46 poin atau 0,8% menjadi 17.851,51. S&P 500 naik 14,48 poin atau 0,7% dan berkhir di level 2.090,54, sektor energi dan material memimpin kenaikan. Nasdaq menambah 33,84 poin atau 0,7% menjadi 4.894,89.

Indeks saham Jepang naik untuk hari kedua karena pelemahan yen meningkatkan outlook earnings untuk perusahaan eksportir dan meningkatnya opitimisme bahwa ekonomi AS dapat menghadapi suku bunga yang lebih tinggi. Indeks Nikkeinaik sekitar 0.5% di level 16,860 pada pukul 07:54 WIB. Yen saat ini diperdagangkan di 109.55 setelah melemah untuk dua hari terakhir. Selain yen, yang mendukung kenaikan indeks Nikkei adalah kenaikan harga minyak mentah yang berada di dekat level $50 /barel.

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart GBPJPY timeframe 1 Jam terlihat formasi Channel Up, kemungkinan penurunan ke 160.600

Klik gambar untuk memperbesar

GBPJPY.mH1

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty