Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 25 Juni 2015

By on June 25, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 387 kali

Market Review Hari Ini – Emas terus tenggelam perlahan dan membentuk low baru dari perdagangan sebelumnya. Dengan ditolaknya proposal terbaru dari Yunani, harusnya membuat emas kembali naik, akan tetapi sikap optimisme investor akan kembali disetujuinya proposal Yunani setelah pihak Yunani dijadualkan akan bertemu dengan Presiden ECB Mario Draghi, Managing Director IMF Christine Lagarde dan Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker dalam upayanya menjembatani perbedaan yang terjadi antara pihak Yunani dan pihak Kreditur. Logam mulia yang biasanya dilihat sebagai aset alternatif selama masa ketidakpastian pada ekonomi dan keuangan, telah berada di bawah tekanan setelah partai pemerintah Yunani dari sayap kiri menunjukkan kepercayaan bahwa parlemen akan menyetujui sebuah kesepakatan hutang dengan para krediturnya. Disisi lain emas juga mendapatkan tekanan dari prospek kenaikan suku bunga US pada bulan September dan kenaikan ke dua pada bulan desember. Secara teknikal, Jika sentiment kembali negative, emas akan mencoba melewati low kemarin $ 1170 dan kemungkinan akan mencoba test support $ 1162. Jika sentiment positif, Emas akan mencoba melewati resistance $ 1185 dan $ 1190 tentu saja tidak akan mudah karena trend jangka pendek masih bearish dan akan banyak menemui hambatan dari para seller di level resistance.

Laporan dari EIA ( Energy Information Administration ) menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah di amerika yang melampaui perkiraan, namun persediaan bensin di amerika secara tak terduga menunjukkan kenaikan. Persediaan minyak mentah di Amerika dilaporkan turun 4,9 juta barrel dalam pekan yang lalu, dibandingkan estimasi penurunan 2,1 juta barrel. Stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman kontrak minyak AS, juga turun 1,87 juta barel. Sedangkan persediaan bensin mengalami kenaikan sekitar 680.000 barel sedangkan estimasinya 304.000 barel. Harga crude oil sempat naik dan bertahan diatas level $ 61 namun akhirnya harga crude oil jatuh sempat dibawah level $ 60 oleh data total produksi minyak amerika yang mengalami kenaikan sebesar 9.19 juta barel perhari. Dengan peningkatan produksi minyak mentah, harga cendrung bearish dan menjadi kendala bagi crude oil untuk naik. Sementara itu investor minyak juga memperhatikan perkembangan negosiasi antara pihak Iran dan 6 negara kekuatan utama dunia untuk mencari kesepakatan soal nuklir Iran. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan crude oil akan mencoba melewati support $ 59.44 dan jika sentiment kembali positif, crude oil akan berusaha untuk bertahan dilevel $ 61

Pihak Yunani mencoba mencari solusi agar prosposalnya disetujui oleh pohak kreditur. Hari ini dijadualkan PM Yunani Alexis Tsipras akan bertemu dengan Presiden ECB Mario Draghi, Managing Director IMF Christine Lagarde dan Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker dalam upayanya menjembatani perbedaan yang terjadi antara pihak Yunani dan pihak Kreditur. Diskusi anatar pihak Yunani dan pihak Kreditur akan dilanjutkan hari ini mengingat deadline pembayaran €1,6 milyar kepada IMF pada 30 Juni mendatang. Kegagalan pembayaran akan beresiko memicu default, yang bisa memaksa Yunani keluar dari blok Euro. Pergerakan mata uang Euro cenderung fluktuatif dan mengalami penguatan dibandingan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu spekulasi atas kenaikan suku bunga Bank of England di tahun ini kembali mendominasi sentimen pasar uang Inggris, memacu Poundsterling ke level terkuatnya terhadap berbagai mata uang utama sejak krisis keuangan tahun 2008. Pemicu nya adalah komentar Martin Weale, yang merupakan anggota dewan MPC ter-hawkish, menyatakan bahwa bank sentral seharusnya sudah siap menaikkan suku bunga acuan di bulan Agustus akibat melonjak laju upah Inggris yang dilaporkan minggu lalu. Namun masih ada kecemasan lainnya terkait kampanye referendum keanggotaan Inggris di Uni Eropa yang akan diimplementasikan dalam 2 tahun kedepan. Secara teknikal, support sterling berada diarea 1.5646 dan 1.5588 jika kembali melemah level tersebut akan coba diraihnya. Sinyal bearish jangka pendek sterling akan semakin kuat jika harga melewati 1.5600.

Sedangkan Yen sempat menembus ke atas level 124 perdollar, yen berbalik menguat dan kembali ke bawah level tersebut akibat kembali buntunya diskusi masalah krisisYunani. Yen yang dianggap sebagai safe haven kembali diburu para pelaku pasar. Sementara itu aussie sesi asia pagi ini kembali mengalami penguatan tipis dan mencoba bertahan diatas level 0.7700 setelah kemarin pergerakan aussie melemah oleh revisi data pertumbihan ekonomi amerika pada kuartal pertama dan membuat dollar US kembali menguat pada perdagangan kemarin. Sinyal bearish jangka pendek akan terlihat jika aussie kembali dibawah 0.7700 akan memicu harga ke 0.7650. sedangkan resistance pada level 0.7800

Pejabat yang akan memberikan komentar pada hari ini adalah dari Gubernur SNB Thomas Jordan nanti jam 15.00 wib, anggota The Fed Daniel Tarullo nanti jam 19.00 wib, anggota The Fed Jerome Powell nanti jam 20.45 wib dan Deputy Governor BOC Lawrence Schembri nanti jam 23.10 wib

news

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart CLS10C time frame 15 menit, terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan penurunan ke 59.87

Klik gambar untuk memperbesar

CLS10CM15

 

Pada Chart EURUSD time frame 60 menit, terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan kenaikan ke 1.1290

Klik gambar untuk memperbesar

EURUSDH1

 

Pada Chart USDJPY  time frame 60 menit  terlihat Rising Wedge, Kemungkinan penurunan ke 123.45

Klik gambar untuk memperbesar

USDJPYH1