Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 24 November 2015

By on November 24, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 260 kali
1-crude oil

Market Review Hari Ini – Emas bergerak di area $ 1070 pada sesi perdagangan Asia pagi ini, pergerakan range pada perdagangan kemarin antara $ 1077 dan $ 1066. Spekulasi bahwa The Fed akan menaikan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir sedekade pada tahun ini telah meningkat sejak perilisan data kerja yang kuat pada awal bulan ini, yang telah memicu penurunan tajam di harga emas. Dollar AS menguat terhadap enam mata uang utama pada hari Senin setelah Presiden The Fed San Fransisco, John Williams, mengatakan besar kemungkinan suku bunga akan naik di bulan Desember selama data AS tidak mengecewakan. Penguatan Dollar AS membuat emas yang berdenominasi mata uang AS tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, selain itu kenaikan suku bunga AS juga akan menambah biaya opportunity jika memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1064 dan test support selanjutnya $ 1055. Jika sentimen positif, kalau ada penguatan maka emas akan test resistance $ 1086.

Secara mengejutkan Arab Saudi akhirnya bersedia untuk bersama-sama mengusahakan kestabilan pasar dan harga minyak. Arab Saudi, eksportir minyak mentah terbesar di dunia, sebelumnya bersikeras mempertahankan produksinya demi menjaga pangsa pasar, kebijakan yang membebani pasar minyak karena tingkat suplai yang jauh lebih banyak dibandingkan permintaan. Harga minyak mentah meroket lebih dari $2 per barel hingga area $ 42.74. Minyak mengalami perdagangan yang fluktuatif pada hari Senin, para trader bereaksi terhadap Arab Saudi yang mengatakan akan bekerja sama dengan dengan produsen minyak global untuk menstabilkan harga. Komentar Arab Saudi tersebut dilontarkan jelang pertemuan Organization of the Petroleum Exporting Countries pada 4 Desember mendatang. Namun belum ada indikasi OPEC akan menurunkan jumlah produksi mereka membuat fundamental minyak masih bearish, terkait dengan ketidakseimbangan antara supply dan demand. Selain faktor berlebihnya persediaan global, minyak juga mendapat tekanan dari penguatan Dollar AS. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 40.00 dan $ 39.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 43.00 dan resistance selanjutnya $ 44.00

Euro kesulitan mempertahankan penguatannya di dalam pasar yang didominasi Dollar AS usai laporan PMI bulan November yang memuaskan. PMI Manufaktur dan Jasa Perancis, Jerman, dan zona Euro secara umum dilaporkan lebih tinggi pada bulan November dibandingkan bulan sebelumnya, mengindikasikan sentimen yang lebih optimis dari para pebisnis terkait. Hasil survei positif dari zona Euro ini menopang perdagangan Euro, namun pelaku pasar tetap waspada dalam mengambil posisi sebelum pertemuan European Central Bank (ECB) pekan depan yag diprediksi akan meluncurkan stimulus tambahan.

Sementara itu Sterling melemah terhadap dollar dan euro pada hari Senin, dengan fokus investor tertuju pada pidato dari menteri keuangan Inggris dan gubernur Bank of England (BoE) pekan ini. Menurut strategis pelemahan sterling terutama disebabkan penguatan dollar, dan outlook masih bullish dalam jangka menengah. Pelaku pasar mengatakan bahwa pasar masih belum mulai mengantisipasi peluang bahwa Inggris mungkin akan memilih untuk meninggalkan Uni Eropa tahun depan, menambah resiko meningkatnya volatilitas menjelang referendum. Referendum tersebut juga dikatakan mungkin dapat mempengaruhi waktu kenaikan suku bunga.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down tipis dilevel 22698. Bursa saham AS melemah tipis pada hari Senin, para investor mengamati pergerakan fluktuatif minyak dan menanti rilis beberapa data ekonomi pekan ini. Data ekonomi utama pekan ini diantaranya produk domestik bruto kuartal kedua pada hari Selasa, dan data inflasi dengan metode pengukuran belanja konsumsi personal, yang dikatakan sebagai acuan inflasi The Fed pada hari Rabu. Indeks Dow Jones turun 0,2% menjadi 17.792,68. Indeks S&P 500 melemah 0,1% menjadi 2.086,59. Indeks Nasdaq kehilangan 2 poin atau kurang dari 0,1% menjadi 5.102,48. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22400. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22900.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart NZDUSD time frame 30 menit  terlihat Formasi Inverse Head and Shoulders,  Kemungkinan kenaikan ke 0.65380

Klik gambar untuk memperbesar

NZDUSD.mM30

 

Pada Chart USDJPY time frame 60 menit, terlihat Formasi Triangle ,  Kemungkinan penurunan ke 122.500

Klik gambar untuk memperbesar

USDJPY.mH1