Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 23 September 2015

By on September 23, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 326 kali

Market Review Hari Ini – Pelaku pasar emas masih mencerna komentar yang dilontarkan oleh beberapa pejabat The Fed, emas tertekan dalam 2 hari sesi perdagangan setelah sempat menguat ke level $ 1141. Investor cenderung memilih ekuitas dan Dollar AS ketika pejabat The Fed memberikan sinyal bahwa The Fed akan menaikan suku bunga acuan pada akhir tahun ini. Tadi pagi pejabat The Fed, Dennis Lockhart kembali menegaskan Federal Reserve akan menaikan suku bunga pada tahun ini, tujuan inflasi The Fed 2 %, fokus pada ekonomi domestic termasuk ekspor dan traksaksi perdagangan yang signifikan akan menjadi positif bagi perekonomian Amerika. Saat ini, emas diperdagangkan dilevel $ 1124 sesi asia market. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan test support $ 1118 dan support berikutnya $ 1112. Jika sentimen positif, kemungkinan emas melanjutkan penguatannya dan test resistance $ 1134 dan $ 1141.

Hari Rabu ini, investor minyak akan menantikan laporan persediaan minyak mentah di Amerika oleh API dan EIA. Tadi pagi, American Petroleum Institute ( API ) melaporkan persediaan minyak mentah di Amerika mengalami penurunan sebesar 3,7 juta barel selama pekan lalu. Sedangkan laporan versi EIA ( Energy Information Administration ) akan dirilis nanti malam jam 21.30 wib. Minyak mempertahankan pergerakannya setelah API merilis laporan stok minyak di Amerika dengan berada di level $ 46.55 pada sesi asia market pagi ini. Sementara itu, pasar saham melemah bersama dengan harga komoditas seiring penguatan Dollar AS, dipimpin penurunan harga minyak. Ketidakpastian tingkat permintaan juga mengental setelah Asian Development Bank menurunkan proyeksi pertumbuhan untuk China, konsumen minyak terbesar kedua dunia. Pasar minyak kini lebih sering mengiringi pergerakan pasar saham seiring kecemasan pertumbuhan ekonomi global membuat investor memburu aset-aset yang lebih aman seperti Yen Jepang atau obligasi. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 45.00 dan $ 44.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 47.00 dan $ 47.50.

Tadi pagi, pejabat The Fed, Dennis Lockhart memberikan komentar mengenai target inflasi The Fed 2 %, The Fed fokus pada ekonomi domestic termasuk ekspor, transaksi perdagangan yang tumbuh kearah positif dan menegaskan kembali The Fed akan menaikan suku bunga pada tahun ini. Setelah komentar dari pejabat The Fed, pergerakan Dollar AS langsung menguat terhadap mata uang rivalnya. Sementara itu Euro mlemah ke posisi terendah 2-minggu versus Dollar AS pada hari Selasa pasca komentar beberapa pejabat Federal Reserve mensinyalkan kemungkinan kenaikan suku bunga di tahun ini. Sedangkan Poundsterling juga melemah di perdagangan hari Selasa, melemah dari level tertinggi 1-bulan terhadap Euro akibat data ekonomi yang lemah serta arus sentimen pengalihan resiko yang menimpa bursa saham global sehingga memicu peralihan arus modal ke valuta dan aset safe haven. Sterling juga melemah terhadap Dollar AS, hingga level 1.53400 bahkan sesi asia pagi ini sterling bergerak mendekati low kemarin.

Investor juga akan menantikan pidato Ketua Fed Janet Yellen pekan ini untuk mencari kejelasan lebih lanjut tentang keputusan bank sentral mempertahankan suku bunga pekan lalu. Sementara mata uang tunggal terus berada di bawah tekanan seiring kekhawatiran bahwa European Central Bank akan memperluas program stimulus moneter senilai trilyunan Euro.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up dari penutupan kemarin, pembukaan dilevel 21472. Sedangkan Shanghai Composite turun 1,5 %. Sementara itu Bursa Wall Street ditutup melemah lebih dari 1% pada hari Selasa seiring penurunan harga minyak, kecemasan laju pertumbuhan global, dan dampak dari keputusan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Indeks saham utama memangkas pelemahan menjelang penutupan, dengan Dow Jones diperdagangkan melemah kurang dari 200 poin setelah sempat anjlok sebanyak 288.46 poin. Nasdaq mencetak performa yang buruk untuk ditutup melemah sekitar 1.5%. sementara itu data tadi pagi yang dirilis, Flash Manufacturing PMI China, 47.0 sedangkan prediksinya 47.6. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 21300. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 21900 serta test psikologis 22000.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart USDJPY time frame 60 menit, terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan penurunan ke 119.500

Klik gambar untuk memperbesar

USDJPY.mH1

Pada Chart USDCAD time frame 15 menit  terlihat Formasi Inverse Head and Shoulders,  Kemungkinan kenaikan ke 1.33000

Klik gambar untuk memperbesar

USDCAD.mM15

 

Pada Chart EURUSD time frame 15 menit, terlihat Formasi Falling Wedge, Kemungkinan kenaikan ke 1.11500

Klik gambar untuk memperbesar

EURUSD.mM15

 

Pada Chart CLS10 time frame 60 menit, terlihat Formasi Triangle , Kemungkinan kenaikan ke 47.40

Klik gambar untuk memperbesar

CLS10H1