Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 23 Juni 2015

By on June 23, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 369 kali

Market Review Hari Ini – Emas kembali melemah seiring kejelasan nasib Yunani yang mendekati kata sepakat sekaligus akhir bulan ini Yunani diharuskan membayar cicilan pinjaman ke IMF. Daya tarik emas sebagai asset safe haven menjadi berkurang. Disisi lain Dollar US kembali menguat setelah data ekonomi US, penjualan rumah di Amerika pada bulan mei mengalami peningkatan dibandingkan ekspektasinya.karena kedua hal tersebut pergerakan emas kembali diarea $1180-an. Karena data ekonomi US yang mengesankan dan nasib Yunani kian jelas, Investor menjauhi emas yang tidak memberikan imbal hasil berupa bunga dan lebih memilih asset keuangan yang memberikan bunga. Nanti malam Jerome Powell akan memberikan komentarnya jam 19.00 wib. Jerome Powell adalah salah satu pejabat The Fed yang memiliki hak suara pada FOMC. Secara teknikal, Jika sentiment kembali negative, pergerakan emas akan kembali test support $1178 dan $ 1170. Jika sentiment positif, Emas akan mencoba merangkak naik untuk kembali test harga  $ 1200.

Meskipun Dollar US kembali rebound oleh data ekonomi US yang mengesankan, pergerakan harga Crude Oil masih dikisaran $ 60-an. Kejelasan nasib Yunani kian mendekati kata sepakat setelah proposal Yunani yang terbaru dinilai lebih komprehensif. Investor beralih untuk berinvestasi pada asset beresiko seperti minyak mentah dan saham. Analis memprediksi harga akan volatile tergantung dari apa yang akan terjadi dengan perkembangan Yunani. Investor juga menantikan data persediaan minyak di Amerika dan pembicaraan Iran dan enam Negara kekuatan dunia sebelum tenggat waktu 30  mengenai kesepakatan program nuklir Iran. Secara teknikal, jika sentiment negative pergerakan Crude Oil akan mencoba test support $ 59 dan jika sentimen positif, kemungkinan harga Crude Oil mencoba ke level resistence $ 61.60 dan 62.00. Sudah hampir 2 bulan ini, harga Crude Oil bergerak dikisaran $ 62 – $ 56

Proposal terbaru Yunani yang disodorkan pihak Yunani dinilai lebih komprehensif dan Yunani kian mendekati kesepakatan dengan kreditur. Euro sempat menguat terhadap Dolar US ke level 1.1404 seiring proposal Yunani terbaru namun Dollar US kembali rebound saat market amerika tadi malam. Proposal terbaru Yunani ini untuk mendapatkan kesepakatan dana bailout yang digunakan untuk membayar cicilan pinjaman ke IMF. Sementara itu sterling melemah setelah beberapa hari lalu sempat menyentuh 1.5900, dollar US yang kembali rebound pasca data ekonomi US yang membaik. Support sterling berada diarea 1.5781 dan 1.5740 jika sentiment negative, kemungkinan sterling akan mencob test area support. Namun jika kembali menguat, sterling akan mencoba kembali diarea 1.5900 dan akan mencoba bertahan diatasnya.

Sementara itu Yen kembali melemah pada sesi asia pagi ini, seiring menguatnya indeks saham Nikkei menyusul menguatnya saham global karena sentiment investor yang beralih ke saham karena nasib Yunani yang mendekati kesepakatan terkait proposal Yunani terbaru.  Resistance Yen berada area 124.00 kemungkinan akan kembali di test jika yen kembali melemah. Sedangkan aussie sesi asia pagi ini melemah tipis seiring dirilisnya data HSBC Flash Manufacturing PMI yang lebih baik dari estimasinya. Support aussie berada dilevel 0.7700 sedangkan resistance dikisaran 0.7776.

Indeks Saham Hangseng menguat seiring penguatan saham global oleh status Yunani yang menyodorkan proposal terbaru yang dianggap semakin mendekati kata sepakat untuk mendapatkan dana bailout. Indeks hangseng bergerak melewati 27000 jika sentiment positif dipertahankan kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test resistance 27117. Data HSBC Flash Manufacturing PMI yang dirilis pagi ini, memberikan kekuatan Indeks Saham Hangseng untuk naik dan mencoba bertahan diatas level 27000.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart USDCAD time frame 240 menit, terlihat Formasi Falling Wedge, Kemungkinan kenaikan ke 1.2440

Klik gambar untuk memperbesar

USDCADH4