Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 23 Juli 2015

By on July 23, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 276 kali

Market Review Hari Ini – Emas masih bergerak stabil dibawah area $ 1100 setelah terjun bebas pada awal pekan ini. Meskipun diharga emas di bawah level $ 1100, investor emas masih belum menambah posisi buy karena prospek kenaikan suku bunga Amerika masih menjadikan sentiment negative bagi pergerakan emas. Investor lebih banyak menjual emas setelah emas terjun bebas pada hari senin kemarin hanya dalam beberapa menit. Kepemilikan aset di SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas terbesar di dunia, turun dalam empat hari beruntun di hari Selasa sebanyak 4,8 juta ton, dan menyentuh level terendah sejak tahun 2008. Sejak puncak tertinggi pada tahun 2012, aset di SPDR telah turun nyaris 50%. Kepala riset komoditas Goldman Sachs bahkan memperkirakan emas akan turun ke bawah level $1.000 per troy ons. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1084 dan jika berhasil ditembus akan memicu test support berikutnya $ 1069. Jika sentiment positif, kemungkinan emas akan mencoba bertahan diatas level $ 1100 dan akan test $ 1105

Laporan EIA( Energy Information Aministration ) akan merilis laporan persediaan minyak mentah di Amerika tadi malam menyebutkan adanya penambahan minyak di Amerika sebesar 2,5 juta barel, hal ini membalikan prediksi analis yang menyebutkan penurunan sebesar 1,7 juta barel. Sementara itu rabu pagi kemarin laporan dari API ( American Petroleum Institute ) menyebutkan adanya kenaikan cadangan minyak mentah di Amerika sebesar 2,3 juta barel. Harga Crude Oil terkoreksi hingga di bawah level $ 50. Saat ini pergerakan Crude Oil pada sesi asia pagi ini dikisaran $ 49.20 ( Monex Trader Platform jam 08.37 WIB ).  Fundamental lainnya, Iran tengah bersiap mengekspor minyak mentah, hal ini akan membuat persediaan minyak global akan semakin berlimpah. Delegasi OPEC menyebutkan bahwa penurunan harga minyak mentah tidak akan berlangsung lama karena kartel minyak tidak akan menurunkan jumlah produksinya untuk mempertahankan pangsa pasar. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga Crude Oil akan mencoba test psikologis price $ 49.00 dan support berikutnya $ 48.57. Jika sentiment kembali positif, kemungkinan harga Crude Oil akan kembali bergerak  naik untuk test resistance $ 50.22 dan akan mencoba bertahan diatas level $ 50.00-an

Pagi tadi Bank sentral Selandia Baru (RBNZ) kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,0% pada rapat kebijakan moneter yang berakhir beberapa saat lalu. Namun dollar Selandia Baru, kiwi, malah melambung merespon keputusan tersebut. Langkah tersebut telah diprediksi banyak pihak, bahkan ada yang memberikan perkiraan penurunan sebesar 50 basis poin, sehingga keputusan yang “hanya” 25 basis poin direspon menguat oleh kiwi. Dalam konfrensi pers hari ini Gubernur RBNZ, Graeme Wheeler, mengatakan menurunnya outlook ekonomi dan rendahnya inflasi menjadi dasar keputusan tersebut, dan penurunan suku bunga kembali masih mungkin dilakukan. Wheeler menambakan inflasi akan mendekati target 2% pada awal tahun depan, tergantung seberapa cepat pelemahan nilai tukar kiwi memberikan dampak bagi impor.

Sementara itu penguatan dollar US diantara mata uang rivalnya hanya Sterling menjadi satu-satunya mata uang utama yang menguat terhadap Dollar AS berkat notula rapat Bank of England bulan Juli yang mengindikasikan lebih banyak anggota yang mulai mempertimbangkan kenaikan suku bunga dari rekor terendah 0,5%. Berdasarkan minutes, para penentu kebijakan moneter Inggris mencemaskan beban dari kenaikan inflasi. Hal ini mengindikasikan adanya pertimbangan untuk menaikkan suku bunga. Anggota komite juga puas dengan perkembangan ekonomi domestik. Menurut MPC, krisis Yunani menjadi dasar penting untuk mempertahankan suku bunga. Tanpa ketidakpastian Yunani keputusan mempertahankan suku bunga dibandingkan kenaikan tipis akan lebih berimbang. Sedangkan Dollar Australia terkoreksi terhadap pasangan mata uang utamanya menyusul komentar Gubernur Reserve bank of Australia (RBA), Glenn Steven, yang mensinyalkan kemungkinan adanya pemangkasan suku bunga di tahun ini. Stevens juga menginginkan valuasi Aussie yang rendah untuk memacu perekonomian. Beberapa data domestic Australia yang berakhir dengan hasil mengecewakan menjadikan beban berat aussie untuk menguat.

Indeks Saham Hangseng hari ini dibuka dengan open gap up dengan mengesampingkan laporan keuangan Apple dan Microsoft yang menjadi beban bagi saham Wallstreet. Kenaikan suku bunga Amerika pada bulan September akan menjadikan perhatian pelaku saham hongkong Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan mencoba menutup gap yang ditinggalkan open market tadi pagi area 25181. Jika sentiment positif dengan mengabaikan laporan keuangan Apple dan Microsoft, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test resistance 25500.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart EURJPY time frame 60 menit, terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan kenaikan ke 136.20

Klik gambar untuk memperbesar

EURJPYH1

 

Pada Chart XAUUSD time frame 30 menit  terlihat Formasi Inverse Head and Shoulder,  Kemungkinan kenaikan ke 1100.80

Klik gambar untuk memperbesar

XAUUSDM30