Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 23 Desember 2015

By on December 23, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 266 kali

Market Review Hari Ini – Volume transaksi yang mulai berkurang menjelang liburan natal dan tahun baru 2016. Namun membuat emas kembali melemah tipis dalam range $ 1080 – $ 1071. Ekonomi Amerika berekspansi pada laju yang direvisi 2% pada tingkat tahunan, ditunjukkan dalam laporan pemerintah pada hari Selasa. Estimasi median dalam survei menyerukan untuk kenaikan 1.9%, dibandingkan dengan laporan sebelumnya yang menunjukkan kenaikan 2.1%. Harga-harga yang terkait dengan belanja konsumen diluar makanan dan bahan bakar naik pada laju tercepat di kuartal ketiga daripada estimasi. Analis pasar senior di RJO Futurus di Chicago mengatakan bahwa angka pertumbuhan domestik bruto sedikit lebih tinggi, dan itu menyebabkan beberapa aksi ambil untung di pasar emas. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1066 dan support berikutnya $ 1060. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1082 dan resistance berikutnya $ 1087.

API (American Petroleum Institute ) memberikan laporan mengenai persediaan minyak mentah di Amerika yang mengalami penurunan sebesar 3,6 juta barel. Pelaku minyak juga menantikan laporan versi EIA akan dirilis nanti malam jam 22.30 wib. Sementara itu Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, mengatakan bahwa mereka telah menembak jatuh rudal balistik yang menuju kotanya Jizan, dimana kilang baru dan terminal minyak sedang di rekonstruksi. Saudi Aramco mengatakan bahwa semua fasilitas di area tersebut aman dan beroperasi normal. Pada perdagangan kemarin, harga minyak menyentuh level tinggi $ 36.53, namun para analis mengatakan bahwa harga kemungkinan tidak akan naik terlalu jauh. Morgan Stanley nampak ragu terhadap keberlanjutan rebound harga minyak, kenaikan output sebanyak 400-600 ribu barel per hari ditambah tambahan suplai dari Iran mungkin akan membuat pasar minyak terus bergejolak hingga tahun 2017. Sedangkan Goldman Sachs dalam laporannya pada hari Selasa mengatakan bahwa pandangan kami terhadap kelebihan suplai masih berlangsung cukup baik sampai tahun depan sebelum seimbang kembali di kuartal keempat 2016. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 35.50 dan support berikutnya $ 35.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 37.00 dan resistance selanjutnya 37.50

Aussie menguat tiga hari beruntun terhadap dollar pada hari Selasa, ditopang oleh berlanjutnya rebound harga bijih besi. Berdasarkan data dari Metal Bulletin harga spot bijih besi pada Senin malam naik 36 sen atau 0,9% menjadi $40,46 per ton, dan merupakan level tertinggi sejak 3 Desember lalu. Meski terus menjauhi level terendah $38,30 per ton yang disentuh pada 11 Desember lalu, namun harga komoditas ekspor utama Australia ini diperkirakan masih akan tertekan pada tahun depan.

Euro kembali menguat, mengabaikan hasil pemilu Spanyol yang berpotensi menghambat reformasi ekonomi negara dengan perekonomian terbesar ke-empat di zona Euro tersebut. Pada hari Selasa, Gfk melaporkan sentimen konsumen Jerman akan naik di awal tahun depan didorong oleh outlook ekonomi yang dan prospek pasar tenaga kerja yang baik, dan tanda-tanda peningkatan permintaan domestik.

Sterling melemah tujuh hari beruntun hingga hari Selasa setelah defisit anggaran Inggris melebar di bulan November, semakin memperberat tugas Menteri Keuangan George Osborne untuk menjaga target defisit di tahun fiskal saat ini. Office for National Statistic melaporkan jumlah pinjaman pemerintah Inggris naik menjadi £14,2 milyar di bulan November untuk menutupi pengeluaran. Jumlah tersebut naik 10% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up dilevel 21870.  Bursa saham AS rally naik pada perdagangan kemarin, ditopang oleh stabilisasi harga minyak dan pemulihan sektor yang dihantam tekanan kuat tahun ini. Sentimen pasar juga terbantu oleh data yang menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada kecepatan yang cukup sehat di kuartal ke-3. Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,96%. S&P 500 berakhir 0,88% lebih tinggi, dengan sektor bahan baku, energi dan industri memimpin kenaikan. Nasdaq Composite mencatat gain terkecil di antara indeks utama lainnya, beranjak 0,65% lebih tinggi ke level psikologis 5000. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 21600. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22000.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart USDCAD time frame 30 Menit  terlihat Formasi  Head and Shoulders,  Kemungkinan penurunan ke 1.39000

Klik gambar untuk memperbesar

USDCAD.mM30

 

Pada Chart CLS10 time frame 30 menit, terlihat Formasi Triangle,  Kemungkinan kenaikan ke 36.70

Klik gambar untuk memperbesar

CLS10H1