Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 22 September 2015

By on September 22, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 329 kali

Market Review Hari Ini – Komentar pejabat The Fed, Dennis Lockhart dan Presiden Fed St. Lois James Bullard telah memicu ekspektasi bahwa The Fed akan mulai kebijakan pengetatan moneter di tahun ini. Kedua petinggi bank sentral Amerika ini menegaskan dukungannya untuk menaikkan suku bunga acuan Fed sebelum akhir tahun. Hal ini membawa angin segar bagi pergerakan Dollar US dan pergerakan emas kembali tertekan pada awal pekan ini. The Fed masih berada dijalur menaikan suku bunga acuan pada tahun ini. Ketidakstabilan pasar financial dan melambatnya perekonomian China telah membuat The Fed menahan diri untuk menaikan suku bunga pada pertemuan minggu lalu. Sebagian besar para analis top di Wall Street saat ini memperkirakan bahwa The Fed akan mulai untuk naikan suku bunga di bulan Desember, menurut hasil survei Reuters setelah keputusan Fed pada minggu lalu. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan test support $ 1123dan support berikutnya $ 1118. Jika sentimen positif, kemungkinan emas melanjutkan penguatannya dan test resistance $ 1141 dan $ 1147.

Investor minyak mulai merespon berkurangnya jumlah rig aktif pada aktivitas pengeboran minyak di Amerika sehingga membuat harga minyak menguat pada awal pekan ini. Produsen minyak menonaktifkan delapan rig yang berakhir tanggal 18 September, sehingga total jumlah rig menjadi 644 rig, setelah memangkas 23 rig pada 2-pekan sebelum itu, berdasarkan data terbaru Baker Hughes. Pengurangan jumlah rig mengindikasikan terdapat pengurangan produksi minyak mentah di Amerika lebih dari 250.000 barel per hari antara kuartal kedua dan keempat tahun ini, menurut Goldman Sachs. Disisi lain persediaan minyak global sebesar 96,31 juta barel per hari di kuartal kedua tahun ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan permintaan minyak global sebesar 93,74 juta barel per hari untuk periode yang sama. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 45.00 dan $ 44.30. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 47.50 dan $ 48.30.

Dollar AS melambung terhadap Yen Jepang dan mata uang Euro di hari Senin akibat sentimen didominasi oleh potensi pelonggaran moneter ECB dan BoJ lebih lanjut setelah The Fed menunda kenaikan suku bunga acuan. Komentar kepala ekonom ECB Peter Praet yang menegaskan kesiapan bank sentral untuk memodifikasi program pembelian oblgiasi trilyunan Euro nya jika terjadi kekacauan ekonomi yang membutuhkan langkah tambahan dan hal tersebut turut melemahkan Euro pada perdagangan senin kemarin. Sedangkan pergerakan Poundsterling bergerak nyaris datar terhadap Dollar di hari Senin lalu setelah membukukan penguatan dua mingguan terbaiknya sejak bulan Juni terhadap Dollar seiring perubahan ekspektasi para investor pada potensi kenaikan suku bunga The Fed. Poundsterling sentuh level tertinggi 3-minggu di level 1.5659 pada hari Jumat seiring pelemahan Dollar akibat kekecewaan market pada The Fed.

Sedangkan pergerakan Aussie Dollar pada perdagangan kemarin berakhir melemah, minimnya data ekonomi dari Australia serta komentar dari pejabat The Fed yang semakin membuat aussie kembali melemah hingga level 0.71210. Selain itu libur nasional di Jepang juga turut menekan volume perdagangan, sehingga memacu pelemahan Aussie Dollar ketika bank sentral China mengumumkan nilai patok harian Yuan ditambah sentimen negatif dari bursa Hong Kong dan Korsel yang ditutup melemah. Untuk sesi asia pagi ini dirilis data dari Australia berupa Indek Harga Rumah naik 4.7% sedangkan estimasinya 2.5%. Aussie Dollar naik tipis dilevel 0.71419

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down tipis dari penutupan kemarin, pembukaan dilevel 21789. Sementara itu Bursa Wall Street ditutup menguat pada hari Senin seiring investor mempertimbangkan pelemahan pada saham sektor bioteknologi dan fokus pada komentar dari petinggi Federal Reserve. Dow Jones dan S&P 500 ditutup menguat, memulihkan sebagian penurunan pada Jumat lalu. Nasdaq berhasil meraih penguatan sebesar 1.7 poin, tertekan oleh penurunan saham bioteknologi. Bursa saham mencoba mempertahankan gain menjelang penutupan. Dow ditutup menguat sekitar 125 poin setelah sempat naik sebanyak 194 poin. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 21500. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 21900 serta test psikologis 22000.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart AUDUSD time frame 30 menit, terlihat Formasi Falling Wedge, Kemungkinan kenaikan ke 0.71750

Klik gambar untuk memperbesar

AUDUSD.mM30

 

Pada Chart USDCAD time frame 60 menit  terlihat Formasi Rising Wedge,  Kemungkinan penurunan ke 1.31850

Klik gambar untuk memperbesar

USDCAD.mH1

 

Pada Chart USDJPY time frame 60 menit, terlihat Formasi Channel Up, Kemungkinan penurunan ke 120.050

Klik gambar untuk memperbesar

USDJPY.mH1

 

Pada Chart EURCAD time frame 30 menit, terlihat Formasi Falling Wedge, Kemungkinan kenaikan ke 1.48700

Klik gambar untuk memperbesar

EURCAD.mM30