Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 21 September 2015

By on September 21, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 311 kali

Market Review Hari Ini – Emas bergerak di level $ 1138 sesi asia pagi ini, setelah jumat lalu menguat dilevel $ 1141. Gubernur The Fed, Janet Yellen juga menyatakan kecemasannya terkait perlambatan di China dan guncangan di pasar global sehingga mempertahankan suku bunga dekat nol dianggap keputusan yang layak. Hal ini berita baik untuk emas yang telah tertekan di level terendah 5-tahun. Namun The Fed masih mempertahankan peluang untuk kenaikan di tahun ini, di saat mereka juga menurunkan prospek jangka panjang untuk ekonomi, meskipun inflasi masih di bawah target The Fed. Survey Reuters menunjukkan mayoritas petinggi bank Wall Street berspekulasi the Fed akan menaikkan suku bunga di bulan Desember. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan test support $ 1127. Jika sentimen positif, kemungkinan emas melanjutkan penguatannya dan test resistance $ 1141 dan $ 1147.

Produsen minyak menonaktifkan delapan rig yang berakhir tanggal 18 September, sehingga total jumlah rig menjadi 644 rig, setelah memangkas 23 rig pada 2-pekan sebelum itu, berdasarkan data terbaru Baker Hughes. Investor minyak tidak banyak bereaksi pada berita yang biasanya dianggap sebagai berita baik. Keputusan The Fed minggu lalu yang lebih mendominasi dan mempengaruhi pendapat para investor minyak, yang membawa dampak negative terhadap situasi ekonomi dan pasar global, yang berpotensi berkurangnya permintaan minyak dan tidak ada inflasi. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 44.00 dan $ 43.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 46.00 dan $ 47.70

The Fed yang mempertahankan suku bunga dengan alasan pelambatan ekonomi global memberikan kecemasan di pasar. Ekonomi AS dikhawatirkan akan turut melambat dan semakin memperburuk kondisi ekonomi global. Mata uang jepang, Yen kembali melanjutkan pengguatan di awal pekan ini setelah pekan lalu berhasil mencatat penguatan mingguan terhadap dollar. Penguatan yen yang dipandang sebagai safe haven bisa menjadi gambaran kecemasan pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi global. Sementara itu laporan CFTC Forex Commitments of Trader Report, yang melaporkan posisi short Yen bertambah 27 k dibandingkan minggu lalu yang hanya 7 k. sedangkan berita dari pemilu Yunani, dalam jajak pendapat partai Syriza meraih suara 35,5 % sedangkan pertai Demokrasi Baru meraih 28 %. Alexis Tripas kembali memenangkan pemilu Yunani tahun ini. Pergerakan Euro lawan Dollar US pada jumat lalu, melemah hingga level 1.12690.

Sedangkan Sterling lawan Dollar US, berbalik turun dengan tajam pada hari Jumat hingga level 1.55140 seiring pasar keuangan Inggris mendorong mundur ekspektasi waktu pengetatan kebijakan moneter oleh Bank of England pasca Federal Reserve menahan diri untuk tidak menaikkan suku bunga, mendorong naik harga obligasi dan menekan yield obligasi jangka pendek.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dari penutupan kemarin, pembukaan dilevel 21622 sedangkan Shanghai Comp dibuka turun 0,8 %. Sementara itu Bursa Wall Street ditutup melemah tajam pada hari Jumat setelah investor mempertimbangkan kecemasan mengenai dampak dari keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga. Analis juga mengatakan bahwa akan ada volatilitas lebih pada sesi hari Jumat, akibat quadruple witching, berakhirnya kontrak 3 kelas aset, yaitu option, berjangka, dan option berjangka saham individu. Dow Jones dan S&P 500 ditutup turun lebih dari 1.5%, melemah tipis untuk tingkat mingguan. Nasdaq ditutup melemah 1.4%. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 21300. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 21800.

EURJPY.mH1

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart AUDUSD time frame 15 menit, terlihat Formasi Falling Wedge, Kemungkinan kenaikan ke 0.72150

Klik gambar untuk memperbesar

AUDUSD.mM15