Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 21 Januari 2016

By on January 21, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 219 kali

Market Review Hari Ini – Safe haven sering dianggap sebagai salah satu pilihan investasi ketika pasar finansial diguncang ketidakstabilan, emas serta aset safe haven lain seperti Yen Jepang akan diuntungkan sentimen risk aversion pasar. Pada perdagangan kemarin, pamor emas kembali bersinar terang, melejit hingga level $ 1109. Namun pada sesi market Amerika emas terpaksa mengurangi keuntungannya di penghujung perdagangan setelah indeks-indeks utama AS rally meski tetap berakhir melemah tajam. Pada sesi perdagangan Asia pagi ini, emas bergerak dikisaran $ 1100. Hari ini pergerakan emas akan diuji oleh data klaim pengangguran AS dan keputusan moneter European Central Bank (ECB) yang akan berpotensi menggerakkan Dollar AS. Emas berpeluang menambahkan penguatannya jika Dollar AS melemah karena akan membuat investor pemegang mata uang selain Dollar AS menilai harganya akan menjadi lebih murah. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1088 dan support berikutnya $ 1076. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1109 dan resistance berikutnya $ 1115.

American Petroleum Institute (API) menunjukkkan suplai minyak mentah mingguan AS naik 4,6 juta barel dari laporan sebelumnya yang menunjukkan penurunan 3,9 juta barel. Sedangkan data persedian minyak AS versi EIA akan dirilis nanti malam jam 23.00 wib yang sebelumnya dirlis rabu malam namun diganti hari ini seiring pada hari senin kemarin, market AS libur. Lesunya permintaan memperburuk sentimen pasar energi yang sudah buruk. Pengamat pasar energi memperkirakan kelesuan pasar minyak akan bertahan sampai akhir tahun ini dan suplai di beberapa tempat tengah menguji ambang batas tangki penyimpanan. Pada perdagangan kemarin, harga minyak kembali melemah hingga level $ 27.54. Kepala ekonom International Monetary Fund (IMF) memperingatkan adanya reaksi berlebihan pasar finansial global pada penurunan harga minyak dan risiko perlambatan ekonomi China. Harga minyak yang lebih rendah dan ancaman deflasi telah mendatangkan tantangan bagi para pembuat kebijakan. Pembicaraan tentang risiko resesi di AS bahkan kian santer terdengar menyusul kejatuhan harga minyak, kenaikan volatilitas pasar dan melambatnya aktivitas domestic. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 27.54 dan support berikutnya $ 26.30. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 29.50 dan resistance selanjutnya 30.70.

Yen melonjak ke level puncak setahun versus Dollar AS pada hari Rabu seiring kejatuhan harga minyak ke dekat titik terendah 13-tahun melukai risk appetite, memaksa investor mengurangi harapan kenaikan suku bunga Federal Reserve. Minyak mentah kembali merosot tajam, setelah sempat rebound di hari Selasa, sehingga melukai sentimen di pasar saham dan mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti Yen, Franc Swiss, Bund Jerman dan Treasury AS.

Sterling bangkit dari level terendah 7-tahun terhadap Dollar AS pada hari Rabu setelah tingkat pengangguran Inggris secara tak terduga turun ke posisi terendah dalam sedekade, bahkan di saat pertumbuhan upah melambat. Data resmi menunjukkan tingkat pengangguran turun ke level terendah sejak awal 2006 menjadi 5,1%, sementara pertumbuhan upah dalam 3 bulan hingga November menjadi yang paling lambat sejak Februari. Sebelumnya, Cable sempat bertengger di dekat level terendah 7-tahun menyusul komentar dovish Gubernur Bank of England Mark Carney pada hari Selasa.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up lebi dari 400 point dari penutupan perdagangan kemarin, hari ini dibuka dilevel 19034. Bursa Wall Street ditutup melemah namun berhasil terlepas dari level rendah sesi seiring S&P 500 terpantul dari level teknikal dan saham sektor bioteknologi pulih dan berbalik menguat. Trader mengatakan bahwa saat S&P 500 menguji level 1,800 pada sesi tengah hari, aksi beli mulai berdatangan. S&P 500 ditutup melemah 1.17%, dekat level 1,859. Dow Jones ditutup turun sekitar 25 poin setelah anjlok hampir 566 poin. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 18800. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 19600.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart XAUUSD time frame H4 terlihat Formasi Inverse Head and Shoulders, Kemungkinan kenaikan ke 1112

Klik gambar untuk memperbesar

XAUUSD.mH4

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty