Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 21 Desember 2015

By on December 21, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 293 kali

Market Review Hari Ini – Harga emas masih berada di dekat level terendah beberapa bulan sebagai dampak dari kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertengahan pekan, langkah pengetatan yang pertama kalinya sejak bulan Juni 2006. Dollar terpukul dengan penguatan tajam Yen, sementara pasar ekuitas terseret kejatuhan saham energi sebagai dampak penurunan harga minyak. Analis tetap mengingatkan investor masih terbukanya peluang pelemahan emas di masa mendatang jika Dollar terus menguat. Analis mengestimasi akan ada setidaknya empat kenaikan suku bunga tambahan di tahun 2016, berdasarkan “dot-plot” Fed atau kompilasi estimasi suku bunga oleh para pejabat Fed, sehingga Dollar dapat terus menanjak dan memberikan tambahan tekanan pada aset terkait Dollar seperti emas. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1054 dan support berikutnya $ 1042. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1075 dan resistance berikutnya $ 1083.

Dalam laporan terbaru yang dikeluarkan perusahaan oil service Baker Hughes, perusahaan energi AS menambahkan 17 rig minyak dalam sepekan yang berakhir tanggal 18 Desember dan total jumlah rig minyak yang aktif menjadi 541 rig. Harga bertahan di dekat level terendah lebih dari 6-tahun dan membukukan kerugian mingguan di tengah kecemasan investor akan tingginya suplai minyak AS serta potensi berkurangnya permintaan produk energi dalam musim dingin yang lebih hangat. Rusia, produsen minyak terbesar kedua dunia setelah AS, pada hari Jumat mengatakan tidak mempertimbangkan untuk berkoordinasi dengan anggota OPEC terkait kebijakan produksi, lapor Reuters. Pernyataan ini berbeda dari sinyal yang dikeluarkannya sebelumnya terkait kesediaannya untuk memangkas produksi minyaknya untuk membantu menaikkan harga. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 35.00 dan support berikutnya $ 34.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 36.60 dan resistance selanjutnya 37.50

Dollar melemah signifikan terhadap berbagai mata uang utama di hari Jumat, terlukai oleh penguatan Yen Jepang paska keputusan moneter Bank of Japan (BoJ) untuk melakukan perubahan teknis ketimbang melakukan ekspansi atas program pembelian aset bulannya. Para pelaku pasar juga menilai faktor penurunan likuiditas yang menjadi penyebab koreksi Dollar setelah menguat tajam hingga 1 persen merespon keputusan kenaikan suku bunga The Fed beberapa waktu lalu.

Federal Reserve AS akan kembali menaikkan suku bunga dalam 3 bulan ke depan, menurut dua pertiga ekonom yang disurvei oleh Reuters, meskipun pembuat kebijakan telah mensinyalkan jika suku bunga tidak akan meningkat cepat pada tahun depan. Sebanyak 77 dari 120 ekonom dalam jajak pendapat yang digelar beberapa hari pasca pengumuman kebijakan Fed mengatakan kenaikan suku bunga berikutnya akan terjadi pada bulan Maret, sedangkan sisanya memprediksi kenaikan pada kuartal ke-2. Pada 17 Desember lalu Fed telah menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade. Namun Janet Yellen, yang memimpin penentuan suku bunga FOMC, menegaskan jika kenaikan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap. Mengingat prospek inflasi dan harga minyak yang lemah, penguatan Greenback yang melukai produsen AS, dan kerapuhan ekonomi global, Fed mungkin harus berhati-hati dalam menaikkan suku bunga di masa mendatang.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 21615.  Bursa saham AS turun tajam pada hari Jumat seiring investor mempertimbangkan penurunan harga minyak dan data ekonomi pasca kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Berakhirnya kontrak options juga turut menambah volatilitas pada bursa saham. Dengan penurunan pada hari Jumat, indeks saham utama AS menghapus penguatan pekan ini. Dow Jones ditutup melemah sekitar 370 poim seiring aksi jual yang bertambah deras menjelang penutupan. S&P 500 melemah lebih dari 1.5%. Nasdaq melemah sekitar 1.6% untuk ditutup di bawah level psikologis 5,000. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 21500. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 21900.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart GBPJPY time frame 30 menit  terlihat Formasi Descending Triangle,  Kemungkinan penurunan ke 179.75

Klik gambar untuk memperbesar

GBPJPY.mM30

 

Pada Chart GBPUSD time frame 30 menit, terlihat Formasi Triangle,  Kemungkinan kenaikan ke 1.49450

Klik gambar untuk memperbesar

GBPUSD.mM30