Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 20 November 2015

By on November 20, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 305 kali

Market Review Hari Ini – Aksi profit taking pada Dollar AS meski data-data ekonomi AS dirilis lebih baik dari perkiraan, dampaknya emas mengalami penguatan tajam hingga level $ 1087. Jika dollar terus melemah, emas kemungkinan akan melanjutkan penguatan. The Fed yang bersikap hati – hati terhadap siklus kenaikan suku bunga telah membuat Dollar AS melemah dan mendorong investor untuk menutup posisi jual. Kenaikan suku bunga cenderung membebani emas, karena itu dapat menyebabkan naiknya biaya oportunitas dari dari kepemilikan emas yang merupakan aset non imbal hasil, di saat itu menguatkan dollar, dimana itu sedang dinilai pasar saat ini. Ekspektasi bahwa suku bunga akan naik telah mendorong harga emas turun sebanyak 9% pada tahun ini. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1060 dan test support selanjutnya $ 1050. Jika sentimen positif, kalau ada penguatan maka emas akan test resistance $ 1100.

Harga minyak sempat melemah hingga level $ 41.25 seiring data AS berupa jobless claims yang stabil mengindikasikan potensi kenaikan suku bunga The Fed semakin terbuka lebar, apalagi setelah dirilis minutes FOMC kemarin yang mengindikasikan kesiapan ekonomi jika suku bunga acuan The Fed dinaikkan di bulan Desember. Namun perlahan – lahan harga minyak mulai bangkit hingga sesi Asia pagi ini menyentuh level $ 41.90. Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group dalam sebuah catatannya mengatakan bahwa kagagalan di bulan Desember untuk menindaklanjuti lebih rendah setelah menguji ke bawah $40 dan ekspektasi bahwa operasional kilang dan permintaan akan naik, dapat membuat kemungkinan bahwa kita telah menyentuh level terbawah. Namun dalam jangka pendek minyak mungkin akan sulit untuk reli kencang dengan penguatan Dollar AS dan kelebihan suplai namun jika anda melihat keluar untuk mengatakan pasar di Desember 2016, anda mungkin dapatkan sejarah untuk harga paling murah. Sementara itu Goldman Sachs berpendapat harga minyak akan tetap bertahan di $ 45 sampai akhir tahun ini.  Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 40.00 dan $ 39.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 43.00.

Mata uang Dollar melemah terhadap berbagai mata uang utama di hari Kamis, dimana berbagai analis berargumen bahwa dibutuhkan langkah kebijakan moneter The Fed setelah kenaikan suku bunga pertama untuk memacu performa Dollar lebih lanjut. Pasar obligasi AS merespon sinyal kenaikan suku bunga The Fed di Desember yang mungkin sesuai untuk dilakukan berdasarkan hasil minutes rapat bank sentral. Namun penguatan Dollar terhenti, seiring aksi profit taking lembaga hedge fund karena kenaikan suku bunga pertama The Fed sudah terdiskon, sehingga dibutuhkan sinyal proyeksi suku bunga lanjutan setelah kenaikan suku bunga pertama dari The fed baru dapat menjadi katalis positif utama US Dollar.

Sedangkan Sterling menguat terhadap dollar meski data penjualan ritel Inggris menunjukkan penurunan di bulan Oktober. Office for National Statistic melaporkan penjualan ritel turun 0,6% di bulan Oktober, dari bulan September, dan lebih besar dari perkiraan penurunan 0,4%. Sementara jika dibandingkan dengan Oktober 2014, penjualan menunjukkan peningkatan 3,8%, namun masih di bawah perkiraan 4,2% dan jauh di bawah kenaikan bulan September sebesar 6,8%. Disisi lain, dollar masih tertekan akibat aksi profit taking para pelaku pasar setelah sebelumnya rally ke level tertinggi tujuh bulan.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up tipis dilevel 22517. Bursa saham AS ditutup hanya sedikit berubah pada hari Kamis, mempertahankan penguatan yang solid untuk pekan ini sejauh ini, seiring investor melihat beberapa laporan perusahaan dan mencari indikasi lebih lanjut terhadap dukungan untuk kenaikan suku bunga di bulan Desember dari data dan pidato anggota Fed. Indeks utama berakhir sedikit lebih rendah setelah berfluktuasi antara penguatan dan kerugian tipis di sepanjang hari ini. Indeks utama berada di jalur untuk penguatan lebih dari 2.5% untuk pekan ini. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 4.41 poin, atau 0.02%, di 17,732.75. Indeks S&P 500 ditutup turun 2.34 poin, atau 0.11%, di 2,081.24. Indeks Nasdaq ditutup turun 1.56 poin, atau 0.03%, menjadi 5,073.64. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22200. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22700.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart GBPUSD time frame 60 menit  terlihat Formasi Channel Up, Kemungkinan penurunan ke 1.52350

Klik gambar untuk memperbesar

GBPUSD.mH1

 

Pada Chart NZDUSD time frame 30 menit, terlihat Formasi Rising Wedge ,  Kemungkinan penurunan ke 0.65350

Klik gambar untuk memperbesar

NZDUSD.mM30