Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 2 November 2015

By on November 2, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 346 kali

Market Review Hari Ini – Jumat lalu pergerakan emas kembali melemah dan melanjutkan pelemahan 3 pekan. Indikator ekonomi AS yang dirilis hari Jumat dengan hasil kontradiktif tidak mampu menghambat penurunan emas. Data manufaktur area Chicago yang memuaskan membebani emas, namun data pengeluaran konsumen dan indeks PCE bulan September yang lebih rendah dari ekspektasi merujuk pada pertumbuhan ekonomi yang melambat. The Fed berulang kali mengatakan akan peralihan pada kebijakan pengetatan moneter akan bergantung pada data ekonomi yang positif. Ekspektasi pengetatan moneter Amerika telah membuat aksi jual oleh investor emas. The Fed mengatakan bahwa kenaikan suku bunga AS pada pertemuan selanjutnya akan tergantung pada kemajuan yang dibuat oleh  sektor kerja dan inflasi dan mereka mengabaikan setiap pandangan terhadap perkembangan ekonomi global yang berdampak pada aktivitas ekonomi AS. Emas merupakan aset non-bunga sehingga tidak akan diuntungkan jika suku bunga yang lebih tinggi. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1130 dan test support selanjutnya $ 1125. Jika sentimen positif, kemungkinan emas melanjutkan penguatannya test resistance $ 1148 dan resistance selanjutnya $ 1154.

Data dari Baker Hughes, pengebor minyak di AS menghentikan 16 rignya pada pekan yang berakhir tanggal 30 Oktober, sehingga total rig merosot menjadi level terendah sejak bulan Juni 2010 yaitu 578 rig. Penurunan jumlah rig ini merupakan sinyal rendahnya produksi dalam beberapa bulan mendatang. Pelemahan Dollar juga memberikan sentimen positif dalam pasar. Tingginya jumlah suplai global masih menjadi faktor utama yang menekan perdagangan minyak mentah. Hasil survei Reuters yang dipublikasikan pada hari Jumat lalu memberikan sentimen positif pada pasar. Menurut Reuters, Arab Saudi dan Irak memompa minyak dengan laju yang lebih rendah dibandingkan negara-negara Afrika yang menjadi anggota OPEC. Hal ini menjadikan produksi OPEC turun dari rekor tertingginya. Data pemerintah China juga menunjukkan kuota impor minyaknya yang meningkat dua kali lipat untuk tahun 2016. Saat ini minyak diperdagangan dilevel $ 46.20 pada sesi Asia pagi ini. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 45.50 dan $ 45.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 47.00 dan $ 47.50.

Yen menguat terhadap Dollar AS pada hari Jumat setelah Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneter tidak berubah, mengecewakan spekulan yang sebelumnya bertaruh bank sentral akan memperluas program stimulus. Bank sentral Jepang nampaknya masih cukup yakin jika pasar tenaga kerja yang ketat akan mendongkrak upah dan konsumsi. Dalam konferensi pers yang digelar pasca pengumuman keputusan kebijakan, Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda menyatakan optimisme bahwa inflasi akan kembali bangkit setelah efek kejatuhan harga minyak berkurang. Pencapaian target inflasi 2% dalam 2-tahun masih memungkinkan. Sementara itu Sterling menguat ke level puncak 5-hari terhadap Dollar AS pada hari Jumat, dipicu oleh ekspektasi bahwa suku bunga di Inggris akan naik lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Harapan itu meningkat setelah Federal Reserve di awal pekan lalu mengisyaratkan kemungkinan menaikkan suku bunga pada bulan Desember, membuat investor memajukan ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga Bank of England menjadi pada kuartal ke-3 tahun 2016, dari sebelumnya pada kuartal ke-4.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up dilevel 22420, Bursa saham AS ditutup melemah pada hari Jumat namun meraih performa bulanan terbaik dalam 4 tahun, terbantu oleh pemulihan pada harga minyak dan harapan kebijakan moneter longgar. Indeks bursa saham memperdalam penurunan menjelang penutupan, Dow Jones ditutup melemah sekitar 90 poin. Nasdaq ditutup melemah 20 poin atau sebesar 0.4% pada kisaran level 5,053. Saham sektor energi ditutup naik sekitar 0.7%, setelah sempat menguat lebih dari 1%. Sektor energi memimpin kenaikan pada S&P 500, sementara sektor keuangan melemah. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22000. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22600.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart GBPUSD time frame 15 menit  terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan penurunan ke 1.54000

Klik gambar untuk memperbesar

GBPUSD.mM15

 

Pada Chart GBPJPY time frame 60 menit, terlihat Formasi Inverse Head and Shoulders,  Kemungkinan kenaikan ke 187.000

Klik gambar untuk memperbesar

GBPJPY.mH1