Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 2 Juli 2015

By on July 2, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 448 kali

Market Review Hari Ini – Meskipun Yunani dinyatakan default karena tidak mampu membayar hutang kepada IMF, namun pergerakan emas justru malah melemah karena investor emas khawatir kenaikan suku bunga US yang bisa semakin menggerus emas dan investor juga terfokuskan pada data ekonomi US hari ini adalah nonfarm payrolls US yang sangat dinantikan oleh seluruh pelaku pasar dunia. Emas gagal menjadikan safe haven ketika krisis Yunani, dollar US kembali rally naik seiring berembusnya kembali kenaikan suku bunga US. Yunani akan menjadi Negara pertama yang keluar dari zona Eropa, bantuan keuangan terhadap bank –bank Yunani tidak mampu menyelamatkan Yunani dari jalur keluar zona Eropa. Kanselir Jerman, Angela Markel mempunyai peranan sangat penting dalam negosiasi dengan pihak Yunani. Sementara itu data US yang tadi malam dirilis begitu mengesankan, hal ini semakin menimbulkan harapan kuat akan kenaikan suku bunga US yang lebih cepat. Secara teknikal, Jika sentiment kembali negative, emas akan koreksi diarea support $ 1162 dan test support berikutnya $ 1158. Jika sentiment kembali positif, emas akan mencoba meraih resistance $ 1180.

Setelah laporan  dari API (American Petroleum Institute ) pada selasa kemarin, stok minyak mentah US naik 1,9 juta, stok bensin naik sebanyak 334.000 barel, stok minyak mentah di Cushing turun 19.000 barel. Sedangkan laporan dari EIA ( Energy information Administration) tadi malam yang melaporkan persediaan minyak US bertambah 2,4 juta barel, hal ini jauh dari prediksinya penurunan 1,3 juta barel. Harga Crude Oil melemah sepanjang sesi amerika tadi malam hingga menyentuh $ 56.67. Saat ini sesi asia, harga Crude Oil mencoba kembali ke level $ 57. Sementara itu negosisasi Iran dan enam Negara dunia diperpanjang sepekan lagi, dari segi persediaan minyak global masih tinggi dibandingkan permintaan, harga Crude Oil masih cenderung bearish. Sedangkan dollar US kembali rebound oleh data ekonomi US yang mengesankan, ekspektasi kenaikan suku bunga US kembali dihembuskan. Hal ini bisa menekan harga Crude Oil. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga Crude Oil akan mencoba test support $ 56.00 dan jika sentiment kembali positif,kemungkinan harga Crude Oil akan kembali bergerak  area resistance level $ 58.00.

Fokus pelaku pasar hari ini adalah rilis data nonfarm payrolls yang akan diumumkan nanti jam 19.30 wib. Sementara itu Dollar US kembali rebound setelah data ADP dan ISM manufacturing melampui ekspektasinya sehingga menimbulkan spekulasi dipercepatnya kenaikan suku bunga US. Euro terhadap Dollar US melemah oleh krisis Yunani dan ditambah lagi hasil data ekonomi US yang mengesankan. Proposal baru kembali diajukan Yunani kepada para kreditur yang terdiri dari Uni Eropa, Dana Moneter internasional (IMF) dan Bank Sentral Eropa. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras mengajukan negosiasi baru mengenai syarat pemangkasan anggaran demi mendapatkan dana talangan menjelang referendum pada 5 Juli 2015. Namun, negosiasi tersebut ditampik oleh Jerman. Namun Kanselir Jerman menyatakan tidak akan negosiasi mengenai apapun sebelum referendum Yunani diselenggarakan.

Sementara itu sterling kembali melemah seiring data domestic inggris, Indeks Manufacturing PMI inggris dilaporkan jatuh dan dibawah perkiraan. Namun secara keseluruhan masih menunjukan ekspansi diatas level 50.0. Gubernur BoE, Mark Carney memberikan presentasi pada laporan stabilitas keuangan tahunan di hari Rabu, turut berkomentar atas prospek suku bunga rendah yang mungkin masih akan dipertahankan untuk jangka pendek. Selain itu Carney menyatakan bahwa BoE siap mengambil tindakan yang akan diperlukan terhadap krisis utang Yunani yang semakin memburuk dan berpotensi memberikan dampak sistemik. Sedangkan aussie kembali melemah setelah rilis data trade balance yang melemah dibawah ekspektasinya. Aussie masih bergerak dikisaran 0.7635 ( MonexTrader Platform jam 08.53 wib ) support aussie berada dikisaran 0.7575 sedangkan resistance berada diarea 0.7710

Indeks Saham Hangseng kembali menguat dan open market dengan gap up seiring menguatnya Bursa Saham Wall Street. Bursa saham tetap menguat kendati pernyataan dari Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras bahwa Yunani akan tetap menggelar referendum pada hari Minggu dan hal tersebut tidak menentukan status Yunani di zona euro, menurut laporan Reuters. Secara teknikal, jika sentiment negative dan aksi taking profit karena open market dengan gap up, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan mencoba menutup gap yang ditinggalkan di area 26100. Jika sentiment positif karena mengikuti menguatnya Bursa Saham Wall Street, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan mencoba test resisitance 26400 yang bisa memicu harga ke 26550.

news

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart GBPUSD time frame Daily, terlihat Formasi Rising Wedge, Kemungkinan penurunan ke 1.5200

Klik gambar untuk memperbesar

GBPUSDDaily

 

Pada Chart CLS10C time frame 15 menit  terlihat Pennant,  Kemungkinan kenaikan ke 57.25

Klik gambar untuk memperbesar

CLS10CM15

 

Pada Chart EURGBP time frame 60 menit, terlihat Formasi Triangle, Kemungkinan penurunan ke 0.7030

Klik gambar untuk memperbesar

EURGBPH1