Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 2 Desember 2015

By on December 2, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 312 kali

Market Review Hari Ini – Emas berhasil menguat hingga level $ 1074 pada sesi perdagangan Asia kemarin. Saat ini running $ 1069. Dollar AS yang melemah setelah mencapai harga tinggi delapan bulan. Analis dari HSBC mengatakan bahwa emas berpotensi untuk short covering lebih lanjut untuk mendapat harga yang lebih tinggi, terutama jika permintaan fisik di pasar berkembang masih kuat. Namun pengaruh utama dari pergerakan emas pada pekan ini adalah pertemuan European Central Bank pada hari Kamis dan laporan non farm payroll pada hari Jumat, tambahnya. Jika harga dapat bertahan di atas level resisten $1,070, kenaikan lebih lanjut dapat mungkin terjadi, ucap James Gardnier, trader di MKS Group. Dollar melemah pada hari Selasa setelah data menunjukkan aktivitas manufaktur AS berkontraksi di bulan November, dengan angka indeks diirlis 48,6, dan merupakan level terendah sejak Juni 2009. Kontraksi tersebut terbilang mengejutkan karena para ekonom memperkirakan kenaikan ekspansi, menjadi 50,6 dari bulan Oktober sebesar 50,1. Kali terakhir aktivitas manufaktur AS berkontraksi terjadi di bulan Mei 2013. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1057 dan test support selanjutnya $ 1051. Jika sentimen positif, kalau ada penguatan maka emas akan test resistance $ 1080.

Data versi API ( American Petroleum Institute ) menunjukan persediaan minyak mentah di Amerika mengalami kenaikan sebesar 1.6 juta barel. Sedangkan laporan persediaan minyak versi EIA akan dirilis nanti malam jam 22.30 wib. Pelaku minyak akan berhati hati dalam transaksi minyak menjelang keputusan OPEC besok jumat, apakah mempertahankan output produksi, menambah output produksi atau mengurangi output produksi ? Namun pasar meyakini OPEC tidak akan mengubah kebijakan produksi meski terjadi kelebihan supply global. Sentimen negatif untuk minyak juga datang dari buruknya data aktivitas manufaktur AS dan China, yang membuat outlook permintaan minyak menjadi suram. Aktivitas manufaktur AS berkontraksi 48,6 di bulan November. Kali terakhir aktivitas manufaktur AS berkontraksi terjadi di bulan Mei 2013. Angka indeks bulan November juga merupakan yang terendah sejak Juni 2009. Sama dengan AS, China juga melaporkan kontraksi aktivitas manufaktur, meski telah diprediksi, namun kontraksi tersebut lebih dalam, dengan angka indeks sebesar 49,6 dibandingkan dengan prediksi 49,9. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 41.00 dan $ 40.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 42.70 dan resistance selanjutnya $ 43.20.

Sterling melemah terhadap Euro dan hanya mampu menguat tipis terhadap Dollar AS, terluka dengan hasil survei sektor manufaktur Inggris yang lebih rendah dari prediksi. Ekspansi manufaktur Inggris jauh lebih rendah pada bulan Oktober terdampak rendahnya permintaan internasional dan valuasi Sterling yang tinggi jadi beban tambahan bagi eksportir. Sejumlah bank besar memprediksi pelemahan signifikan Sterling untuk beberapa tahun mendatang, mengingat kebijakan fiskal yang lebih ketat dan keputusan Inggris terkait keanggotaannya dalam Uni Eropa berisiko menghambat pertumbuhan dan investasi Inggris.

Euro bangkit dari dekat level rendah 7-1/2- bulan pada hari Selasa, seiring munculnya keraguan mengenai apakah langkah European Central Bank pada pertemuan hari Kamis nanti akan cukup untuk mendorong euro melemah lebih jauh, dan setelah data ekonomi Eropa yang dirilis berada di atas estimasi. Mata uang tunggal zona euro tersebut telah melemah hampir sebesar 8% terhadap dollar dalam 6 pekan terakhir seiring menguatnya ekspektasi stimulus tambahan dari ECB pada pertemuan pekan ini. Namun data yang menunjukkan tingkat pengangguran di Jerman yang menyentuh rekor rendah, dan tingkat pertumbuhan sektor manufaktur zona euro yang berada pada level tinggi 19-bulan melambungkan euro pada hari Selasa.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap up dilevel 22499. Bursa saham AS berjangka berhasil rebound hari Selasa menantikan data ekonomi kunci dan prospek penambahan stimulus ECB. Rebound ini menyusul koreksi tipis hari Senin kemarin, secara keseluruhan indeks saham AS masih terjebak dalam range trading yang sempit dalam beberapa minggu terakhir menantikan rapat ECB dan The Fed di bulan Desember. Namun penguatan masih terbatas setelah data manufaktur kunci AS menunjukkan aktivitas di sektor tersebut jatuh dibawah perkiraan ke teritori kontraksi untuk kali pertama dalam 3 tahun terakhir. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22200. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22750.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart XAUUSD time frame H4 menit  terlihat Formasi Channel Down,  Kemungkinan kenaikan ke 1079.00

Klik gambar untuk memperbesar

XAUUSD.mH4

 

Pada Chart NZDUSD time frame 60 menit, terlihat Formasi Rising Wedge,  Kemungkinan penurunan ke 0.66400

Klik gambar untuk memperbesar

NZDUSD.mH1

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty