Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 19 November 2015

By on November 19, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 296 kali

Market Review Hari Ini – Sesi Asia pagi ini diwarnai dengan pergerakan emas yang menguat dari level $ 1070 sampai $ 1076, tampaknya pelaku pasar Asia melihat pertemuan pejabat The Fed memberikan sinyal yang beragam mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan desember. Sebelum perilisan hasil minutes, beberapa pejabat Fed masih berikan dukungan untuk langkah di bulan Desember sebagai waktu yang mungkin untuk suku bunga di naikan setelah selama tujuh tahun di dekat nol, dengan dua orang menunjukkan keyakinannya bahwa mereka akan mampu untuk menariknya keluar dengan lancar meskipun adanya ketakutan terhadap reaksi tiba-tiba di pasar. Pejabat Fed memberikan pernyataan yang solid dibalik kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan Desember pada pertemuan kebijakan terakhir bank sentral, namun para bankir bank sentral juga memperdebatkan bukti potensi ekonomi AS dalam jangka panjang yang mungkin akan secara permanen akan bergerak lebih rendah. Penguatan emas saat ini bisa berpotensi kembali terkoreksi jika ketakutan investor emas terhadap keputusan The Fed untuk menaikan suku bunga di bulan Desember. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan bisa mengirim emas test support $ 1060 dan test support selanjutnya $ 1050. Jika sentimen positif, kalau ada penguatan maka emas akan test resistance $1087.

EIA semalam meliris laporannya mengenai cadangan minyak mentah di Amerika yang mengalami kenaikan sebanyak 252.000 barel pada pekan lalu sedangkan data sebelumnya yang dirilis dari American Petroleum Institute ( API) bahwa cadangan minyak mentah di Amerika mengalami penurunan 482.000 barel. Fundamental minyak masih bearish berpeluang kembali menekan turun harga. Faktor oversupply masih menjadi fundamental bearish utama bagi minyak. Keputusan The Fed jika menaikan suku bunga akan membuat harga minyak melemah seiring penguatan Dollar AS. Kondisi tersebut membuat minyak berjangka, yang seperti komoditas lainnya yang berdenominasi dengan dollar yang biasanya bergerak berlawanan arah dengan mata uang. Sedangkan gejolak geopolitik, cadangan minyak mentah Amerika dan menjelang pertemuan para anggota OPEC bisa mendukung penguatan minyak. Namun prediksi para analis bahwa OPEC tidak akan membuat perubahan besar terkait kebijakan produksi OPEC. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 40.00 dan $ 39.00. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 43.00.

Dollar merosot dari level tertinggi 7-bulan terhadap berbagai mata uang utama hari Rabu seiring sikap wait & see para investor menjelang minutes rapat FOMC yang dapat memperkaut ekspektasi kenaikan suku bunga bulan depan. Namun seiring dengan kecemasan The Fed terhadap apresiasi nilai tukar, terdapat kewaspadaan para investor dalam melakukan posisi beli Dollar secara berlebihan. Indeks Dollar AS telah menguat 6.3 persen sepanjang bulan ini akibat spekulasi kenaikan suku bunga The Fed di bulan Desember dengan probabilitas yang meningkat dari 30 persen menjadi 66 persen. Indeks acuan perdagangan Dollar yang dipakai The Fed juga tampak terdongkrak naik.

Sterling melonjak signifikan terhadap Dollar ke level terkuatnya di minggu ini pada Rabu kemarin, setelah Deputi Gubernur Ben Broadbent menyatakan bahwa para pelaku pasar seharusnya lebih terfokus pada indikator pertumbuhan ekonomi yang lebih luas ketimbang proyeksi inflasi semata. Dalam pidato nya didepan event yang diadakan Reuters, Broadbent memperingatkan para investor untuk tidak terlalu fokus secara berlebihan pada proyeksi inflasi bank sentral, yang sempat dipublikasikan di awal bulan ini, merubah ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi lebih lama dibanding estimasi semula. Namun Poundsterling berhasil pulih diatas level 1.5205 beberapa menit setelah detail pidato Broadbent terkait laporan inflasi dan kapasitas ekonomi yang secara keseluruhan cenderung hawkish.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap UP dilevel 22442. Bursa saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Rabu seiring investor mencerna hasil perilisan minutes pertemuan Federal Reserve AS di bulan Oktober lalu. Minutes menunjukkan bahwa banyak anggota Federal Open Market Committee yakin bahwa kenaikan suku bunga pada bulan depan akan tepat. Tiga indeks utama menyentuh level tertinggi sesi setelah perilisan minutes, dengan indeks Nasdaq Composite berkinerja luar biasa. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 247.66 poin, atau 1.42%, di 17,737.1, dipimpin oleh Apple. Indeks S&P 500 berakhir 33.14 poin lebih tinggi, atau 1.62%, di 2,083.58. Indeks Nasdaq naik 89.19 poin, atau 1.79%, menjadi 5,075.2. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 22200. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 22650.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart CLS10 time frame 60 menit  terlihat Formasi Falling Wedge, Kemungkinan kenaikan ke 44.50

Klik gambar untuk memperbesar

CLS10H1