Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 19 Juni 2015

By on June 19, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 394 kali

Market Review Hari Ini – Kemarin pergerakan emas menguat diatas level $ 1200 setelah pernyataan Gubernur The Fed masih menunda waktu kenaikan suku bunga US. Emas yang selama beberapa pekan cenderung stagnan dan diombang ambingkan oleh data ekonomi amerika yang kadang menguat dan kadang melemah serta ketidakpastian waktu kenaikan suku bunga US, akhirnya mendapatkan kepastian suku bunga ditunda sambil melihat data ekonomi US membaik. Data yang mendapatkan perhatian adalah sector pasar kerja dan keyakinan yang kuat bahwa inflasi akan naik. The Fed akan mempertahankan jalur kebijakan moneternya dan membawa pertumbuhan ekonomi tumbuh 2 % tahun ini supaya bisa menaikan suku bunga satu atau dua kali dalam tahun ini. Pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen kemarin kamis membuat pelaku pasar kecewa karena mengharapkan kejelasan mengenai waktu kenaikan suku bunga US. Pergerakan emas sepanjang hari kemarin mengalami penguatan hingga $ 1205 karena berkurangnya kekhawatiran kenaikan suku bunga US mereda. Situasi Yunani juga belum jelas titik temunya, hal ini bisa memicu safe haven bagi emas. Menurut Kanselir Jerman, Anglea Markel, kemungkinan Yunani dan para kreditur akan mencapai kesepakatan.  Perkembangan data ekonomi US selanjutnya akan menjadi perhatian investor emas karena akan menentukan arah waktu kenaikan suku bunga US. Secara teknikal, Jika sentiment kembali negative, kemungkinan emas akan mencoba test support $ 1188 dan $ 1183. Jika sentiment positif, emas kemungkinan akan berusaha meraih resistance $ 1210 dan 1215

Pernyataan yang Dovish oleh Janet Yellen, Chairwomen The Fed telah membuat dollar US melemah hingga terendah sebulan dan membuat harga Crude Oil melambung kembali diatas level $ 60. Sementara itu penurunan persediaan minyak mentah di amerika juga mengalami penurunan dalam tujuh pekan beruntun. Sementara itu permintaan bensin di belahan bumi bagian utara kembali menguat dalam beberapa bulan ini. Analis mengatakan hal ini merupakan salah satu alasan mengapa pasar minyak cukup kuat kendati surplus yang besar pada minyak mentah di hampir seluruh wilayah di dunia dan kelebihan tingkat produksi oleh negara produsen minyak OPEC. Harga minyak juga mendapat dukungan dari kecemasan bahwa konflik di Timur Tengah dapat mempengaruhi pasokan minyak mentah dari wilayah tersebut. Disisi lain kelebihan pasokan minyak secara global masih tinggi, ada kemungkinan peluang harga Crude Oil terkoreksi.  Secara teknikal, jika sentiment negative, harga Crude akan kembali diarea $ 59.00 – $ 58.50. jika sentiment positif, kemungkinan harga Crude Oil mencoba ke level resistence $ 61.37 dan 62.00.

Sterling benar-benar memanfaatkan pernyataan Dovish dari The Fed disamping itu data ekonomi inggris yang memuaskan membuat sterling naik tinggi hingga 1.5929 dan merupakan level tertinggi tahun ini. Inggris sempat dilanda deflasi namun bulan mei kembali inflasi. Serangkaian data inggris dengan hasil bagus mempertahankan rally naik sterling jika hal ini masih berlanjut, tidak menutup kemungkinan sterling akan mencoba test psikologis price 1.6000, tentu saja faktor koreksi jelas terbuka. Sementara itu Euro juga kembali menguat oleh dollar US yang melemah kemarin kamis, sempat terkatung katung oleh masalah Yunani, akhirnya konselir jerman mengatakan bahwa Yunani dan para kreditur akan segera mencapai kesepakatan dalam negosisasi yang panjang. Yunani harus membayarkan cicilan pinjaman ke IMF supaya mendapatkan bailout dari Eropa.

Sedangkan Yen juga menguat terhadap dollar kemarin kamis oleh pernyataan The Fed, fokus hari ini adalah menantikan hasil pernyataan kebijakan moneter dan koferensi pers oleh Gubenur Bank of Japan Haruhiko Kuroda. Pernyataan Kuroda pekan lalu membuat Yen melemah. Sedangkan SNB mempertahankan suku bunganya -0.75% dan SNB tidak terburu – buru melakukan intervensi untuk melemahkan valuasi Franc. Frnac Swiss menguat terhadap dollar US setelah pernyataan Gubernur SNB ( Swiss National Bank ) Thomas Jordan.

news

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart CLS10C time frame 30 menit, terlihat Formasi Rising Wedge, Kemungkinan penurunan ke 60.45

Klik gambar untuk memperbesar

CLS10CM30

 

Pada Chart USDJPY time frame 30 menit, terlihat Formasi Pennant, Kemungkinan penurunan ke 122.60

Klik gambar untuk memperbesar

USDJPYM30

 

Pada Chart AUDUSD  time frame H1 terlihat Formasi Flag, Kemungkinan penurunan ke 0.7740

Klik gambar untuk memperbesar

AUDUSDH1

 

Pada Chart NZDUSD time frame 15 menit, terlihat Formasi Falling Wedge, Kemungkinan kenaikan ke 0.6950

Klik gambar untuk memperbesar

NZDUSDM15