Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 18 Mei 2016

By on May 18, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 281 kali

Market Review Hari Ini – Emas terlihat melayang didekat area 1280 setelah sempat terjatuh dibawah level 1270 pada perdagangan kemarin. Sepanjang tahun ini emas telah menguat sekitar 20% akibat ekspektasi penundaan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Selain itu emas diuntungkan oleh perdagangan Dollar AS yang melemah oleh data domestik AS serta saham AS. Investor tidak mendapatkan gambaran yang jelas terkait perekonomian AS setelah beberapa indikator ekonominya dilaporkan bertolak belakang. Emas memperpanjang penguatannya menjadi 3-sesi beruntun sebelum rilis notula rapat Federal Reserve saat bank sentral tersebut mempertahankan kebijakan moneternya tapi tetap membuka peluang kenaikan suku bunga di masa mendatang. Secara teknikal, jika sentiment negative kemungkinan emas akan kembali test support 1271 dan 1258. Jika sentiment positif, emas kemungkinan akan test resistance 1290 dan 1300.

Tadi pagi, American Petroleum Institute (API) melaporkan stok minyak mentah AS berkurang 1.1 juta barel sedangkan laporan stok minggu lalu naik 3.4 juta barel. Untuk laporan versi Energy Information Administration akan dirilis nanti malam jam 21.30 wib. Ketika data API dirilis, harga minyak menguat ke level 48.73 merupakan tinggi selama 7 bulan terakhir. Beberapa analis memprediksi, jika fundamental minyak terus mendukung penguatan minyak, dalam beberapa minggu ke depan minyak akan test level 50. Sementara itu Kanada dilaporkan menghadapi rata-rata pengurangan 2,5 juta barel produksi minyak. Kebakaran hutan yang masih berlangsung membuat perusahaan minyak sands menjadi ditutup lebih lama. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak akan menguji support 47.00 dan support berikutnya 46.00. Jika sentiment positif, kemungkinan harga minyak akan menguji resistance 49.00 dan resistance berikutnya 50.00.

Dollar AS melemah terhadap serangkaian mata uang utama pada hari Selasa setelah data inflasi AS gagal untuk meyakinkan para trader mata uang bahwa Federal Reserve bergerak semakin dekat untuk kenaikan suku bunga lainnya. Dollar awalnya menguat terhadap euro dan Swiss franc setelah data menunjukkan harga konsumen AS mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari tiga tahun di bulan April karena kenaikan harga bensin dan sewa, dengan euro menyentuh level terendah sesi terhadap greenback di $1.13000 dan dollar menyentuh hampir level tertinggi sembilan pekan terhadap franc di 0.98030 franc. Support Euro versus Dollar AS dilevel 1.12000 dan 1.10000 sedangkan resistance berada diarea 1.15000 dan 1.16000.

Dollar Australia melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan setelah minutes dari pertemuan bank sentral terbaru menunjukkan bahwa mereka akan menahan diri dari pemangkasan suku bunga di saat mereka juga sedang menilai dampak dari pelonggaran kebijakan yang diumumkan pda dua pekan lalu. Berdasarkan hasil minutes pertemuan tanggal 3 Mei menunjukkan bahwa tekanan pelemahan inflasi “secara luas” membantu persuasi dari Reserve Bank of Australia bahwa ekonomi akan sangat terbantu dengan pemangkasan suku bunga bahkan ketika para pembuat kebijakan mempertimbangkan untuk meninggalkan suku bunga tidak berubah. Permintaan dari buyer berada diarea 0.72000 sedangkan Aussie akan menjumpai dukungan seller kuat diarea 0.74000 serta diarea 0.74500.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 19761. Indeks Saham AS ditutup melemah pada hari Selasa, ditengah rally harga minyak mentah, menyusul kecemasan investor mengenai kenaikan suku bunga oleh the Fed yang mungkin akan datang lebih awal, sementara saham Home Depot menyeret indeks untuk turun pasca laporan earnings kuartalan miliknya. Dow Jones melemah sebanyak 180.73 poin, atau sebesar 1.02%, menuju kisaran 17,529.98, S&P 500 turun sebanyak 19.46 poin, atau sebesar 0.94%, pada level 2,047.20 dan Nasdaq anjlok sebanyak 59.73 poin, atau sebesar 1.25%, pada level 4,715.73.

Bursa saham Jepang, Nikkei bergerak fluktuatif antara penguatan dan pelemahan pasca rilis data produk domestik bruto Jepang yang lebih tinggi dari perkiraan. Cabinet Office Jepang melaporkan produk domestik bruto (PDB) sebesar 1,7% (year-on-year) di kuartal pertama tahun ini, jauh lebih tinggi dari hasil survei Reuters terhadap beberapa ekonom yang memperkirakan sebesar 0,2%. Untuk periode kuartalan PDB riil tumbuh 0,4%, juga lebih tinggi dari perkiraan 0,1%. Data tersebut menghilangkan kecemasan akan kemungkinan resesi di Jepang, disisi lain juga meredam ekspektasi penambahan stimulus oleh Bank of Japan. Meski PDB Jepang apik, namun belanja modal perusahaan memberikan sentimen negatif setelah menunjukan penurunan 1,4% dan lebih besar dari perkiraan penurunan 0,8%.

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart AUDUSD timeframe 4 Jam terlihat formasi Falling Wedge, kemungkinan kenaikan ke 0.74300

Klik gambar untuk memperbesar

 

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty