Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 18 Februari 2016

By on February 18, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 252 kali

Market Review Hari Ini – Hasil minutes pertemuan kebijakan the Fed bulan Januari memberikan petunjuk bahwa fundamental ekonomi AS yang mengecewakan telah menyebabkan pejabat The Fed yang bernada hawkish sekalipun ingin menunda kenaikan suku bunga seiring outlook global turut memburuk. Maka dalam skenario tersebut The Fed mungkin terpaksa menunda siklus kenaikan suku bunga dan memangkas suku bunga tahun ini. Apalagi dengan level suku bunga acuan yang tidak jauh diatas level nol, maka The Fed kemungkinan harus menggunakan kebijakan khusus jika memang diperlukan. Harga emas mengalami penguatan pasca FOMC Minutes, saat ini running di harga $ 1209 pada sesi Asia pagi ini. Dollar AS yang melemah telah mengangkat pamor emas kembali bersinar. Namun pergerakan emas akan diuji oleh data ekonomi AS nanti malam berupa Philly Fed manufacturing Index dan Unemployment Claims. Pada pekan lalu Gubernur Fed Janet Yellen menyatakan bank sentral sedang mempelajari kemungkinan skenario mendorong suku bunga acuan ke teritori negatif jika dibutuhkan. Secara teknikal, jika sentiment negative masih mempengaruhi pergerakan emas, kemungkinan emas akan kembali test support $ 1195 dan support berikutnya $ 1187. Jika sentiment positif, emas kemungkinan akan test resistance $ 1217 dan $ 1224.

Harga minyak mentah mendapatkan angin segar untuk menguat ke atas level $ 31 setelah Menteri Perminyakan Iran menyatakan akan mendukung usaha untuk menstabilkan harga dan pasar minyak. Harga minyak mentah merangkak naik lebih dari $1 mendekati level $31 per barel setelah pertemuan antara menteri perminyakan Qatar, Iran, Irak, dan Venezuela yang berlangsung selama lebih dari 2-jam berakhir. Dukungan Iran ini tetap menjadi sebuah kejutan, karena sebelum pertemuan Teheran dimulai produsen minyak mentah OPEC  terbesar kedua ini telah menegaskan keengganannya untuk ikut ambil bagian dalam kesepakatan pembekuan produksi. Kesediaan Irak dan Iran mengikuti rencana pembekuan produksi dapat berdampak signifikan dalam perdagangan minyak mentah. Karena Irak dan Iran merupakan anggota OPEC dengan tingkat produksi minyak mentah terbesar dalam kartel minyak, setelah Arab Saudi. Sementara itu pada awal pekan ini empat negara produsen minyak termasuk Arab Saudi, Rusia, Venezuela, dan Qatar telah sepakat untuk tidak memproduksi minyak lebih tinggi dari level produksi mereka pada bulan Januari tahun ini. American Petroleum Institute (API) meliris laporannya mengenai persediaan minyak mentah di Amerika turun 3,3 juta barel sedangkan stok bensin juga turun 750.000. Untuk laporan versi EIA ( Energy Information Administration) akan dirilis nanti malam jam 23.00 wib. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak akan menguji support $ 29.60 dan support berikutnya $ 28.70. Jika sentiment positif, kemungkinan harga minyak akan menguji resistance $ 33.60 dan resistance berikutnya $ 34.80.

Yen berbalik melemah pada hari Rabu seiring harga minyak dan bursa saham rebound, mengikis daya tarik safe-haven yen Jepang. Nilai tukar USDJPY sempat rebound seiring memudarnya sentimen pengalihan resiko namun masih rentan terhadap fluktuasi harga minyak. Harga minyak melambung akibat upaya untuk membekukan level produksi dan memangkas surplus minyak global berfokus ke Iran, pasca respon negatif dari kesepakatan antara Arab Saudi dan Rusia.

Mata uang komoditas termasuk Dollar Australia, Selandia Baru, dan Kanada, bersama-sama menguat mengiringi kenaikan harga produk komoditas seperti emas dan minyak mentah. Harga minyak mentah melesat setelah secara mengejutkan Menteri Perminyakan Iran usai rapat pembekuan produksi di Teheran mengatakan dapat mendukung usahausaha untuk menstabilkan harga minyak, langkah pertama dari beberapa strategi yang perlu dilakukan. Emas pun sempat menguat sebelum rilis notula rapat FOMC seiring ekspektasi pasar tingkat suku bunga AS akan dipertahankan untuk waktu yang lebih lama.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan open gap up di area 19379. Bursa Saham Wallstreet naik seiring laporan earnings yang positif menopang saham sektor konsumen. Reli harga minyak juga turut mendongkrak sentimen, meski kondisi perdagangan masih choppy paska rilis minutes FOMC. Penguatan bursa Wall Street menyusul penguatan selama dua hari berturut-turut. Dow Jones naik 1.59%, S&P juga menguat 1.65% sedangkan Nasdaq juga menguat 2.31%. Secara teknikal, jika sentiment negative kemungkinan indeks saham hangseng akan menguji support 19000 dan jika sentiment positif kemungkinan indeks saham hangseng akan menguji resistance 19800.

nwesss

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart EURJPY timeframe 30 menit, terlihat formasi Flag, kemungkinan penurunan ke 126.500

Klik gambar untuk memperbesar

EURJPY.mM30

 

Pada Chart USDCAD timeframe H4, terlihat formasi Triangle, kemungkinan penurunan ke 1.33500

Klik gambar untuk memperbesar

USDCAD.mH4

 

Pada Chart AUDUSD timeframe H4, terlihat formasi Triangle, kemungkinan kenaikan ke 0.72200

Klik gambar untuk memperbesar

AUDUSD.mH4

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty