Market Review dan Analisa Teknikal Chart, 18 Desember 2015

By on December 18, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 259 kali
DOLLAR LOGO 2

Market Review Hari Ini – Komite pembuat kebijakan bank sentral AS menaikan kisaran suku bunga mereka sebesar seperempat persen, akhiri debat yang berkepanjangan terhadap apakah ekonomi cukup kuat untuk bertahan dengan biaya pinjaman yang lebih tinggi. Emas telah merosot hampir 10% pada tahun ini, sebagian besar karena ketidakpastian terhadap waktu kenaikan suku bunga AS dan ketakutan bahwa suku bunga yang lebih tinggi akan melukai permintaan untuk logam mulia yang merupakan aset non imbal hasil. Meskipun keputusan Fed telah menghapus ketergantungan untuk harga emas, fokus saat ini bergeser untuk laju bank sentral terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut. Dampak kenaikan suku bunga AS mulai memengaruhi perdagangan emas yang tenggelam ke level rendah 6-tahun, pada perdagangan kemarin emas menyentuh level rendah $ 1047, sehari setelah The Fed mengakhiri era suku bunga nyaris nol dan mensinyalkan kenaikan lanjutan di tahun 2016. Investor menimbang median dari proyeksi target suku bunga para pejabat bank sentral untuk tahun depan yang tetap pada 1,375% mengindikasikan adanya empat kali kenaikan suku bunga sekitar 0,25% pada tahun 2016. Secara teknikal, Jika sentiment negative, kemungkinan emas akan test support $ 1044 dan support berikutnya $ 1026. Jika sentimen positif, kemungkinan emas akan test resistance $ 1067 dan resistance berikutnya $ 1078.

Harga minyak masih bergerak diarea $ 36.05 kontrak baru pada perdagangan sesi Asia pagi ini dan masih berada dalam tekanan imbas dari keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sehingga memacu apresiasi mata uang Dollar, yang menyebabkan berbagai komoditas yang didenominasi terhadap Dollar mulai dari minyak hingga tembaga menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang non Dollar AS. Apalagi efek dari kenaikan suku bunga bagi berbagai perusahaan adalah meningkatnya biaya financing, penurunan permintaan pasar negara berkembang sehingga berisiko menambah masalah oversupply namun pertumbuhan permintaan masih lambat khususnya yang disebabkan oleh pelambatan ekonomi China. Peningkatan suplai serta penguatan Dollar AS berpotensi menekan harga minyak mentah. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan harga minyak bergerak diarea support $ 35.00 dan support berikutnya $ 34.50. Jika sentiment positif, kemungkinan minyak test resistance $ 36.75 dan resistance selanjutnya 37.50

Dollar AS sentuh level tertinggi dalam 2 minggu terakhir terhadap berbagai mata uang rival di hari Kamis setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan untuk kali pertama dalam 1 dekade terakhir dan memberikan sinyal potensi kenaikan suku bunga sebanyak empat kali untuk tahun mendatang. Para pelaku pasar merespon dukungan pejabat The Fed pada kenaikan suku bunga dengan meraih suara bulat merupakan nada hawkish, apalagi melihat fakta atas target proyeksi nilai median suku bunga 2016 di level 1.375% ini mengindikasikan bahwa masih ada potensi 4 kali kenaikan 0.25 persen di tahun berikutnya. Problemnya saat ini adalah posisi beli Dollar masih terlalu penuh. Secara keseluruhan market masih berbondong-bondong beli Dollar AS terhadap berbagai mata uang utama.

Euro kembali melemah untuk hari ke-3 berturut – turut versus Dollar AS dan bergerak variatif terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada hari Kamis pasca rilis data Ifo Jerman yang lebih rendah dari ekspektasi. Indeks iklim bisnis Jerman dilaporkan turun menjadi 108,7 pada bulan Desember, lebih rendah dari ekspektasi 109,0. Indeks ekspektasi juga gagal memenuhi ekspektasi 105,0 dengan tidak berubah di 104,7.

Indeks Saham Hangseng dibuka dengan gap down dilevel 21634.  Bursa saham AS ditutup melemah pada hari Kamis seiring fokus investor tertuju pada harga minyak dan data ekonomi, pasca Federal Reserve pada hari Rabu menaikkan suku bunga sesuai ekspektasi. Analis juga mengingatkan bahwa pasar dapat bergerak volatile menjelang berakhirnya kontrak option pada hari Jumat. Dow Jones melemah lebih dari 200 poin, dipimpin oleh pelemahan saham Goldman Sachs, IBM dan Caterpillar. Saham sektor energi anjlok sebanyak 2% untuk memimpin pelemahan pada S&P 500, dengan semua sektor melemah kecuali utilitas. Secara teknikal, jika sentiment negative, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan test support 21350. Jika sentiment positif, kemungkinan Indeks Saham Hangseng akan melanjutkan kenaikan dan test resistance 21900.

news

 

Analisa Teknikal Chart

Pada Chart AUDUSD time frame 240 menit  terlihat Formasi Descending Triangle,  Kemungkinan penurunan ke 0.70700

Klik gambar untuk memperbesar

AUDUSD.mH4

 

Pada Chart GBPUSD time frame 30 menit, terlihat Formasi Channel Down,  Kemungkinan kenaikan ke 1.49700

Klik gambar untuk memperbesar

GBPUSD.mM30

 

Pada Chart EURUSD time frame 30 menit, terlihat Formasi Falling Wedge,  Kemungkinan kenaikan ke 1.08700

Klik gambar untuk memperbesar

EURUSD.mM30